Close Menu
    What's Hot

    Mengapa Danantara Tunda Laporan Keuangan? Jawabannya Mengejutkan!

    15-06-2026 - 20.06

    IHSG Melejit 5%! Rupiah Menguat, Petani Senyum?

    15-06-2026 - 15.06

    Dolar AS KO! Rupiah Meroket, Harga Pangan Terkendali?

    15-06-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Mengapa Danantara Tunda Laporan Keuangan? Jawabannya Mengejutkan!
    • IHSG Melejit 5%! Rupiah Menguat, Petani Senyum?
    • Dolar AS KO! Rupiah Meroket, Harga Pangan Terkendali?
    • Emas Anjlok Drastis! Konflik Timur Tengah & Inflasi Dalangnya?
    • Bos Mal RI Menjerit: Impor Ilegal & Biaya Gila-Gilaan!
    • Rupiah Makin Perkasa! RI Tak Gentar Dolar AS Lagi?
    • Investasi ART di VOC: Untung Sesaat, Rugi Seumur Hidup?
    • Emas Menggila! Peluang Cuan di Tengah Gejolak 2026
    Selasa, 16 Juni 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Emas Anjlok Drastis! Konflik Timur Tengah & Inflasi Dalangnya?
    Pangan

    Emas Anjlok Drastis! Konflik Timur Tengah & Inflasi Dalangnya?

    15-06-2026 - 05.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Agroplus – Kabar mengejutkan datang dari pasar komoditas global. Di tengah memanasnya konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, harga emas justru mengalami tekanan hebat. Fenomena ini bertolak belakang dengan anggapan umum bahwa emas adalah aset "safe haven" yang dicari investor saat ketidakpastian melanda dunia, seolah-olah logam mulia ini kehilangan kilau pelindungnya.

    Data menunjukkan, harga logam mulia ini terjun bebas. Dari puncaknya US$ 5.303 per troy ounce pada 28 Januari, kini anjlok menjadi sekitar US$ 4.235 per troy ounce pada Jumat lalu. Penurunan drastis ini memicu pertanyaan besar di kalangan analis dan investor: mengapa emas, yang seharusnya perkasa di tengah gejolak, justru melemah?

    Emas Anjlok Drastis! Konflik Timur Tengah & Inflasi Dalangnya?
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Penyebab utama di balik kemerosotan ini adalah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap inflasi yang tak terkendali. Lonjakan inflasi, yang salah satunya dipicu oleh gangguan pasokan energi global akibat terganggunya lalu lintas kapal di Selat Hormuz oleh Iran, membuat bank sentral di seluruh dunia berpotensi menahan atau bahkan menaikkan suku bunga. Blokade jalur air vital ini, sebagai balasan Iran terhadap AS dan Israel, secara tidak langsung memicu efek domino pada perekonomian global.

    Di Amerika Serikat, inflasi telah mencapai 4,2%, level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Ditambah lagi, pasar tenaga kerja AS masih menunjukkan ketahanan yang kuat, mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Kondisi ini membuat emas semakin tidak menarik di mata investor.

    Justin Cardwell, Kepala Analis Opsi OptionSpreaders.com, menjelaskan kepada Al Jazeera bahwa emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil. Berbeda dengan obligasi atau deposito yang menawarkan bunga, keuntungan investasi emas murni bergantung pada kenaikan harganya di pasar. "Emas adalah aset yang paling mendekati uang riil," kata Cardwell. "Emas tidak memberikan dividen, tetapi juga tidak menghasilkan nilai sampai harganya naik. Orang membeli emas karena apresiasi nilainya." Oleh karena itu, ketika suku bunga tinggi, daya tarik emas sebagai investasi cenderung berkurang. "Emas kehilangan daya tariknya sebagai investasi jika suku bunga tinggi dan orang-orang akan terus menggunakan dolar," tambahnya.

    Faktor lain yang tak kalah penting adalah penguatan dolar AS. Konflik di Timur Tengah, ironisnya, justru membuat dolar AS semakin perkasa karena dianggap sebagai mata uang cadangan global yang aman. Collin Plume, CEO Noble Gold Investments, mengungkapkan melalui email kepada Al Jazeera, "Ketika dolar menguat, emas merasakan tekanan, ketika dolar melemah, emas cenderung naik. Saat ini, dolar AS kuat, dan emas merasakannya."

    Dengan demikian, kombinasi antara ekspektasi suku bunga tinggi dan penguatan dolar AS menjadi pemicu utama anjloknya harga emas, meskipun ketegangan geopolitik sedang memuncak. Masa depan nilai emas dan dolar masih penuh ketidakpastian, namun satu hal jelas: pasar komoditas global kini berada di persimpangan yang rumit, di mana dinamika ekonomi makro terkadang lebih dominan daripada gejolak politik.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Mengapa Danantara Tunda Laporan Keuangan? Jawabannya Mengejutkan!

    15-06-2026 - 20.06

    IHSG Melejit 5%! Rupiah Menguat, Petani Senyum?

    15-06-2026 - 15.06

    Dolar AS KO! Rupiah Meroket, Harga Pangan Terkendali?

    15-06-2026 - 10.06

    Bos Mal RI Menjerit: Impor Ilegal & Biaya Gila-Gilaan!

    15-06-2026 - 02.06

    Rupiah Makin Perkasa! RI Tak Gentar Dolar AS Lagi?

    14-06-2026 - 20.06

    Investasi ART di VOC: Untung Sesaat, Rugi Seumur Hidup?

    14-06-2026 - 15.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Mengapa Danantara Tunda Laporan Keuangan? Jawabannya Mengejutkan!

    Agroplus – Sejak diluncurkan pada Februari 2025, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara)…

    IHSG Melejit 5%! Rupiah Menguat, Petani Senyum?

    15-06-2026 - 15.06

    Dolar AS KO! Rupiah Meroket, Harga Pangan Terkendali?

    15-06-2026 - 10.06

    Emas Anjlok Drastis! Konflik Timur Tengah & Inflasi Dalangnya?

    15-06-2026 - 05.06
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.