Agroplus – Penyaluran bantuan pangan beras yang digadang-gadang pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan menstabilkan harga beras, ternyata masih jauh dari target. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat, hingga 24 Juli 2025, realisasi penyaluran baru mencapai 24,25% atau 88.632.820 kilogram dari total target kepada 18,2 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Perum Bulog untuk mempercepat distribusi bantuan yang sudah dinanti sejak bulan lalu. Bantuan ini merupakan stimulus ekonomi langsung dari Presiden Prabowo, berupa 20 kilogram beras per penerima selama dua bulan, yang menyasar 18,27 juta PBP.

Selain bantuan pangan beras, Bapanas juga terus menggencarkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan mengalokasikan 1,3 juta ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang didistribusikan bertahap mulai Juli hingga akhir 2025. Beras SPHP dengan kemasan kuning hijau, disalurkan melalui berbagai saluran distribusi terdaftar, termasuk instansi pemerintah, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan outlet yang terdaftar di dinas pangan provinsi/kabupaten/kota.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan pangan kini menggunakan aplikasi bantuan pangan dengan barcode yang dicocokkan dengan KTP penerima. Sementara itu, distribusi beras SPHP diperketat melalui aplikasi Klik SPHP, mewajibkan pengecer mendaftar dengan KTP dan surat izin usaha, serta diverifikasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat.
"Setiap pengecer maksimal hanya boleh membeli 2 ton dan harus mematuhi petunjuk teknis dari Bapanas dan Bulog, termasuk larangan membuka kemasan dan menjual lebih dari dua pack," tegas Rizal. Distribusi SPHP dilakukan melalui pengecer pasar tradisional, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan pasar murah yang digelar instansi pemerintah.
Bapanas dan Bulog berharap sinergi ini dapat menjaga stabilitas harga beras dan menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat, terutama kelompok rentan. Informasi lebih lanjut mengenai program ini dapat diakses melalui agroplus.co.id. Verdifjord