Agroplus – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, pada Jumat (5/12), melepas keberangkatan bantuan pangan senilai Rp34,8 miliar untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan dengan tajuk "Kementan Peduli Bencana" ini diberangkatkan dari Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, menggunakan KRI Banda Aceh 593.
Amran tiba di lokasi sejak pukul 05.35 WIB untuk memastikan 207 truk berisi bantuan pangan siap diberangkatkan. KRI Banda Aceh akan berlayar menuju Padang terlebih dahulu, kemudian melanjutkan perjalanan ke Sumatera Utara dan Aceh, mendistribusikan bantuan sesuai koordinasi dengan BNPB dan pemerintah daerah setempat.

"Kemarin bantuan via Hercules sudah tiba di Aceh dan diterima BNPB. Hari ini, dengan bantuan Bapak Kasal, kita berangkatkan lagi menggunakan kapal laut," ujar Amran.
Bantuan yang dikirimkan telah disesuaikan dengan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak banjir. Selain beras yang dinilai sudah mencukupi, bantuan fokus pada pangan siap konsumsi seperti mi instan, sosis, susu, air mineral, dan minyak goreng. Genset juga dikirim untuk mengatasi keterbatasan energi di wilayah terisolasi.
"Kami cek langsung kebutuhan masyarakat di lapangan. Ternyata yang paling dibutuhkan adalah makanan siap saji," jelas Amran.
Program Kementan Peduli Bencana ini merupakan wujud gotong royong antara Kementerian Pertanian, mitra strategis, dunia usaha, dan para pegawai. Amran menegaskan bahwa seluruh bantuan akan dikawal ketat hingga diterima oleh BNPB di daerah tujuan.
"Ini adalah amanah dari seluruh mitra strategis, pengusaha, dan pegawai Kementerian Pertanian. Kami bertanggung jawab sampai tujuan, jangan sampai disalahgunakan," tegasnya.
Selain pangan, Kementan juga mengirimkan air mineral dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan mendesak di wilayah terdampak. Total bantuan yang telah diberangkatkan mencapai Rp34,8 miliar, bagian dari total bantuan sebesar Rp75 miliar yang telah dihimpun. Penyaluran bantuan tambahan akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Pemerintah juga telah mengirimkan 44 ribu ton beras dan 6 ribu ton minyak goreng sebagai dukungan tanggap darurat. Amran menekankan percepatan distribusi sebagai prioritas utama, merespons langsung setiap permintaan dari daerah tanpa menunggu proses administrasi yang panjang.
"Kemarin Wagub Aceh telepon minta minyak goreng dan beras. Hari itu juga kami langsung telepon Bulog dan Bapanas. Dua ribu kilo minyak goreng langsung dikeluarkan, suratnya menyusul. Di Lhokseumawe minta seratus ton, keluarkan dulu. Ini darurat!" tegas Amran.
Kementan akan terus mengawal seluruh bantuan hingga selesai didistribusikan di daerah. "Supaya bantuan saudara-saudara kita ini sampai sesuai jumlah yang disampaikan. Ini tabungan akhirat, amanah. Kami kawal sampai naik kapal, sampai masuk ke BNPB, sampai berita acara diterima," pungkasnya. Amran kembali menekankan bahwa seluruh bantuan ini merupakan amanah dari masyarakat dan mitra, serta akan dipastikan tiba dengan jumlah yang sesuai, yaitu Rp75 miliar.