Close Menu
    What's Hot

    IHSG Terjun Bebas! Perang Timur Tengah Hantam Pasar RI

    02-03-2026 - 10.06

    Diusir dari RI, Pria Sukabumi Ini Balas Dendam Jadi Raja Hotel Dunia!

    01-03-2026 - 10.06

    Terungkap! Strategi BNI Amankan Lebaran 2026

    28-02-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • IHSG Terjun Bebas! Perang Timur Tengah Hantam Pasar RI
    • Diusir dari RI, Pria Sukabumi Ini Balas Dendam Jadi Raja Hotel Dunia!
    • Terungkap! Strategi BNI Amankan Lebaran 2026
    • Diam-Diam, DGNS Siapkan Bibit Unggul Modal Jumbo!
    • Minyak Dunia Memanas! Timur Tengah di Ujung Tanduk?
    • Rp 9,1 Triliun Raib dari Kantong Warga! Modus Makin Licik!
    • MEJA ‘Banting Setir’ ke Batu Bara, Siap Kuasai Tambang?
    Senin, 2 Maret 2026
    agroplus
    Home - Pangan -
    Pangan

    12-07-2025 - 10.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
  • Harga Stabil, Bapanas Ajukan Dana Jumbo!
  • Ketahanan Pangan Aman? Bapanas Minta Rp16 T!
  • Gambar Istimewa : news.majalahhortus.com
  • Beras Murah Merata: Bapanas Siapkan Jurus!
  • Artikel Berita:

    Agroplus – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengajukan usulan anggaran fantastis sebesar Rp 16,10 triliun untuk tahun 2026. Langkah ini diambil demi memperkuat ketahanan pangan nasional, memastikan program bantuan pangan berjalan lancar, dan menstabilkan harga pangan secara lebih terencana. Usulan ini mencakup tambahan anggaran sebesar Rp 16,02 triliun, melengkapi pagu indikatif yang sudah ditetapkan sebesar Rp 79,42 miliar.

    Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menekankan pentingnya perencanaan anggaran sejak awal tahun. Menurutnya, selama ini pengajuan anggaran untuk program-program strategis seperti bantuan pangan dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seringkali bersifat reaktif, diajukan setelah masalah muncul di lapangan. Hal ini menyebabkan proses eksekusi menjadi lebih lambat dan kurang efektif.

    "Selama ini, pengajuan bantuan pangan dan SPHP selalu berdasarkan kondisi di lapangan, dan itu butuh waktu. Idealnya, program seperti ini sudah dianggarkan dari awal," jelas Arief usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI di Senayan, Jakarta, Kamis (10/7). Ia mencontohkan pentingnya memiliki stok beras Bulog atau Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang siap dikeluarkan kapan saja dibutuhkan.

    Arief mengungkapkan bahwa untuk menstabilkan harga, dibutuhkan sekitar 1,5 juta ton beras per tahun. Sementara untuk program bantuan pangan, kebutuhan per bulan bisa mencapai 180.000 ton. Dengan perencanaan anggaran yang matang, intervensi pasar bisa dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

    "Jika harga naik lebih dari 10 persen selama tujuh hari, Bulog bisa langsung bergerak tanpa menunggu persetujuan tambahan anggaran," tegas Arief. Ia menambahkan bahwa usulan ini telah disampaikan kepada Kementerian Keuangan, DPR, dan Menko Perekonomian, meskipun keputusan akhir tetap berada di tangan pembuat kebijakan.

    Mengenai mekanisme SPHP, Arief menegaskan bahwa stok CBP yang dikelola Bulog harus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas harga. Per 10 Juli 2025, stok beras Bulog mencapai 4,2 juta ton, jumlah yang dianggap sangat memadai untuk melakukan intervensi pasar.

    "SPHP itu untuk intervensi stabilisasi harga. Ketika harga naik, stok di Bulog harus digunakan. Bantuan pangan juga bagian dari intervensi pemerintah. Dan kalau ada bencana, stok itu juga harus siap," ujarnya.

    Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, menyambut baik usulan anggaran Bapanas. Ia menilai bahwa anggaran ini sangat strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di masa depan.

    “Besar harapan kami agar anggaran ini benar-benar mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat secara berkelanjutan serta memperkuat ketahanan pangan nasional,” pungkas Titiek Soeharto. Verdifjord

    Follow on Google News
    Sasmito

      gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

      Related Posts

      IHSG Terjun Bebas! Perang Timur Tengah Hantam Pasar RI

      02-03-2026 - 10.06

      Diusir dari RI, Pria Sukabumi Ini Balas Dendam Jadi Raja Hotel Dunia!

      01-03-2026 - 10.06

      Terungkap! Strategi BNI Amankan Lebaran 2026

      28-02-2026 - 10.06

      Diam-Diam, DGNS Siapkan Bibit Unggul Modal Jumbo!

      27-02-2026 - 10.06

      Minyak Dunia Memanas! Timur Tengah di Ujung Tanduk?

      26-02-2026 - 10.06

      25-02-2026 - 10.06
      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      Don't Miss
      Pangan

      IHSG Terjun Bebas! Perang Timur Tengah Hantam Pasar RI

      Agroplus – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyerukan kewaspadaan bagi para investor di tengah gejolak geopolitik…

      Diusir dari RI, Pria Sukabumi Ini Balas Dendam Jadi Raja Hotel Dunia!

      01-03-2026 - 10.06

      Terungkap! Strategi BNI Amankan Lebaran 2026

      28-02-2026 - 10.06

      Diam-Diam, DGNS Siapkan Bibit Unggul Modal Jumbo!

      27-02-2026 - 10.06
      Top Posts

      Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

      09-04-2025 - 08.22

      Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

      09-04-2025 - 10.06
      agroplus
      © 2026 KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.