
Artikel Berita:
Agroplus – Kabar gembira bagi masyarakat! Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperluas jangkauan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang mengamanatkan koperasi sebagai kanal distribusi utama untuk memastikan beras terjangkau sampai ke tangan masyarakat.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, keterlibatan koperasi akan memperkuat distribusi beras pemerintah secara langsung kepada masyarakat. "Melalui koperasi, masyarakat akan lebih mudah memperoleh beras pemerintah dengan harga yang terjangkau," ujarnya saat meninjau Pusat Bisnis Koperasi Merah Putih di Sukodadi, Palembang.
Astawa menambahkan, potensi koperasi sebagai mitra distribusi sangat besar. Dengan 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia beroperasi optimal, pemerintah akan memiliki jaringan logistik rakyat yang kuat dan merata hingga ke pelosok desa dan kelurahan. Hal ini tentu akan mempermudah akses masyarakat terhadap pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Pemerintah telah membuka kembali keran penyaluran program SPHP beras. Mulai Juni hingga Desember, total penyaluran maksimal mencapai 1,5 juta ton. Target ini merupakan hasil keputusan Rapat Terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto. Realisasi SPHP beras hingga saat ini telah mencapai 181,1 ribu ton. Dengan demikian, masih ada sekitar 1,318 juta ton beras yang akan disalurkan dalam enam bulan ke depan. Namun, daerah sasaran akan ditentukan secara selektif dengan tetap memperhatikan harga gabah di tingkat petani.
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, mengapresiasi perluasan kanal penyaluran SPHP beras melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ia meyakini terobosan ini akan menjadi pengungkit ekonomi perdesaan. "Perintah Bapak Presiden mengenai Koperasi Desa Merah Putih sudah jelas. Program prorakyat ini diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi di desa. Kita bentuk di dalam Kopdes nanti ada gerai pangan, klinik, apotek, cold storage sampai penjualan elpiji 3 kilogram. Termasuk SPHP beras, jadi masyarakat tidak akan kesulitan lagi," jelas Arief. Dengan demikian, diharapkan masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan beras dengan harga yang stabil dan terjangkau.