Agroplus – Kabar gembira datang dari Istana Negara yang berpotensi membawa angin segar bagi konektivitas nasional, termasuk sektor pertanian. Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengukuhkan komitmennya terhadap penguatan infrastruktur transportasi dengan menyuntikkan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai total Rp 4,77 triliun kepada tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) vital: PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Industri Kereta Api (INKA), dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).
Inisiatif strategis ini dilakukan melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, dengan tujuan utama mendukung berbagai penugasan pemerintah pusat yang krusial. Dana jumbo ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2025, menandakan prioritas tinggi pemerintah terhadap sektor transportasi sebagai urat nadi perekonomian, yang secara tidak langsung juga menopang distribusi hasil pertanian dan aksesibilitas petani.

Penguatan KAI untuk Logistik Darat yang Efisien
PT KAI, sebagai tulang punggung transportasi darat, menerima suntikan modal terbesar, yakni sebesar Rp 1,8 triliun. Melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 51 Tahun 2025 yang diundangkan pada 30 Desember 2025, PMN ini secara spesifik dialokasikan untuk penyediaan sarana perkeretaapian berupa rel listrik. Tujuannya jelas: meningkatkan pelayanan angkutan kereta api kepada masyarakat. Namun lebih dari itu, peningkatan ini juga diharapkan dapat memperlancar arus distribusi barang, termasuk komoditas pertanian, dari sentra produksi di pedesaan ke pasar-pasar utama di perkotaan dengan lebih cepat dan efisien. Penugasan ini menekankan pengadaan dan retrofit sarana perkeretaapian dengan mengutamakan produk dalam negeri, sejalan dengan semangat kemandirian industri nasional.
Pelni Perkuat Konektivitas Maritim, Buka Akses Petani dan Nelayan
Tak kalah penting, PT Pelni mendapatkan alokasi Rp 2,5 triliun, sebagaimana diatur dalam PP Nomor 53 Tahun 2025. Dana ini akan digunakan untuk pengadaan kapal penumpang, sebuah langkah vital untuk mendukung konektivitas dan aksesibilitas antar wilayah kepulauan Indonesia. Bagi daerah-daerah terpencil yang kaya hasil bumi namun seringkali terkendala akses transportasi, peremajaan kapal dan penyediaan angkutan laut kelas ekonomi ini diharapkan dapat membuka gerbang baru bagi petani dan nelayan untuk memasarkan produk mereka ke pasar yang lebih luas. Pemerintah menugaskan pengadaan tiga kapal penumpang kelas ekonomi baru yang akan dibangun dengan melibatkan industri kapal dalam negeri, memperkuat armada nasional sekaligus memberdayakan industri lokal.
INKA Dorong Kemandirian Industri Kereta Api Nasional
Sementara itu, PT INKA, produsen kereta api kebanggaan bangsa, menerima PMN sebesar Rp 473 miliar melalui PP Nomor 52 Tahun 2025. Suntikan modal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi INKA, khususnya dalam penyediaan sarana perkeretaapian termasuk kereta rel listrik. Peningkatan kapasitas ini krusial untuk mendukung revitalisasi industri perkeretaapian dalam negeri, memastikan ketersediaan suku cadang dan sarana transportasi yang handal. Dengan INKA yang semakin kuat, ekosistem transportasi nasional akan semakin mandiri, berdampak positif pada efisiensi logistik yang sangat dibutuhkan oleh berbagai sektor, termasuk pengangkutan pupuk, alat pertanian, hingga hasil panen. Peningkatan ini mencakup pemenuhan fasilitas produksi, pengembangan sistem propulsi, dan fasilitas produksi sistem bogie.
Seluruh penambahan modal ini akan diteruskan menjadi penambahan penyertaan modal ke dalam saham masing-masing BUMN, dengan tetap mempertahankan 1% saham seri A Dwiwarna milik negara. Langkah strategis Presiden Prabowo ini bukan hanya sekadar investasi pada infrastruktur fisik, melainkan juga investasi jangka panjang pada konektivitas, efisiensi logistik, dan kemandirian industri nasional. Harapannya, geliat transportasi yang lebih baik ini akan turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk sektor pertanian yang menjadi tulang punggung pangan bangsa.
