Close Menu
    What's Hot

    Terkuak! OJK Tutup BPR Koperindo Jaya, Ini Alasannya

    10-03-2026 - 10.06

    09-03-2026 - 10.06

    Waspada! Mitos Utang Pinjol Hangus Otomatis Terbantahkan

    08-03-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Terkuak! OJK Tutup BPR Koperindo Jaya, Ini Alasannya
    • Waspada! Mitos Utang Pinjol Hangus Otomatis Terbantahkan
    • Apakah Kamu Termasuk? 5 Tanda Golongan Kelas Bawah
    • Pinjol & Multifinance Panen Raya Lebaran: OJK Ungkap Data Mengejutkan!
    • Geger! Skandal Rp 14,5 Triliun Guncang Pasar Modal!
    • Dolar Tembus Rp16.910! APBN RI Terancam Krisis?
    • IHSG Terbang Tinggi! Peluang Emas di Tengah Badai?
    Rabu, 11 Maret 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Bencana Tak Goyah! Bulog Pastikan Stok Beras Sumatra Aman
    Pangan

    Bencana Tak Goyah! Bulog Pastikan Stok Beras Sumatra Aman

    19-12-2025 - 10.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Bencana Tak Goyah! Bulog Pastikan Stok Beras Sumatra Aman

    Agroplus – Di tengah tantangan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, Perum Bulog bergerak cepat memastikan ketersediaan pangan pokok tetap terjaga. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, secara langsung menegaskan bahwa stok beras di daerah-daerah terdampak, khususnya Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, berada dalam kondisi aman dan mencukupi. Pernyataan ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit, sekaligus menunjukkan kesigapan Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

    Rizal, yang ditemui dalam sebuah kegiatan penjualan pangan murah di Gudang Bulog Sangiang Periuk, Kota Tangerang, baru-baru ini, memaparkan data konkret mengenai cadangan beras. "Jadi tidak perlu bimbang dan ragu untuk masyarakat yang ada di Aceh," ujarnya. Di Bumi Serambi Mekkah, stok beras Bulog mencapai angka impresif sekitar 82.000 ton. Situasi serupa juga terjadi di Sumatra Utara, dengan cadangan beras sekitar 27.000 ton. Angka-angka ini menunjukkan kesiapan Bulog dalam menghadapi potensi lonjakan permintaan dan kebutuhan darurat.

    Bencana Tak Goyah! Bulog Pastikan Stok Beras Sumatra Aman
    Gambar Istimewa : news.majalahhortus.com

    Namun, untuk wilayah Padang, Sumatra Barat, Rizal mengakui bahwa stok beras Bulog saat ini memang berada di kisaran 5.000 ton. Menyadari pentingnya penguatan cadangan di daerah rawan, Bulog tidak tinggal diam. "Kami akan kirim sekitar 20.000 ton ke Padang untuk meng-cover supaya Padang juga punya stok yang cukup menghadapi bencana ini," tegas Rizal, menunjukkan komitmen Bulog untuk menebalkan stok hingga mencapai 25.000 ton. Langkah proaktif ini diambil untuk memastikan pasokan yang stabil selama periode pemulihan pasca-bencana.

    Rizal juga menyoroti sifat penanganan dampak bencana yang tidak akan berlangsung singkat. "Saya lihat penanganan bencana ini tidak sebentar. Bisa mungkin bertahun-tahun ini saya lihat. Jadi perlu stok yang cukup banyak," ungkapnya. Pandangan jangka panjang ini mendasari strategi Bulog untuk selalu menjaga ketersediaan beras dalam jumlah besar, memastikan ketahanan pangan masyarakat dalam periode pemulihan yang panjang dan berkelanjutan.

    Optimisme Produksi Beras yang Meningkat

    Meskipun sejumlah lahan sawah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terdampak longsor, Rizal menyampaikan optimisme terhadap produksi beras ke depan. Mengutip laporan dari Kementerian Pertanian (Kementan), ia meyakini bahwa hasil produksi beras nasional akan semakin meningkat. "Kami ngikutin aja perkembangan situasi, tapi kalau berdasarkan pelaporan dari Kementerian Pertanian (Kementan), hasil produksi beras ke depan ini akan semakin meningkat," jelasnya, memberikan gambaran positif tentang prospek pertanian di Indonesia.

    Peningkatan produksi tersebut, menurut Rizal, didorong oleh dua faktor utama. Pertama, harga pupuk yang semakin terjangkau bagi para petani, yang tentunya akan mendorong intensifikasi pertanian dan peningkatan produktivitas. Kedua, bertambahnya luas lahan pertanian melalui program cetak sawah yang gencar dilakukan pemerintah. "Karena apa? Dampak dari harga pupuk murah. Kemudian luas lahan semakin banyak karena sudah banyak yang cetak sawah," tuturnya, menggarisbawahi upaya pemerintah dalam mendukung sektor pertanian.

    Rizal juga meredakan kekhawatiran terkait dampak kerusakan lahan akibat bencana. Luas lahan sawah yang terdampak banjir dan longsor di ketiga provinsi tersebut hanya sekitar 70.000 hektare. Angka ini, menurutnya, masih sangat kecil jika dibandingkan dengan total lahan sawah yang masih beroperasi secara nasional. “Itu kalau dibandingkan dengan luas lahan yang sedang masih operasional, masih cukup besar yang operasional. Nggak sampai seper-sepuluhnya. Jadi, nggak ada masalah sebetulnya,” imbuhnya, memberikan gambaran bahwa secara keseluruhan, pasokan beras nasional tidak terganggu secara signifikan dan optimisme terhadap ketahanan pangan tetap terjaga. Verdifjord

    Follow on Google News
    Sasmito

      gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

      Related Posts

      Terkuak! OJK Tutup BPR Koperindo Jaya, Ini Alasannya

      10-03-2026 - 10.06

      09-03-2026 - 10.06

      Waspada! Mitos Utang Pinjol Hangus Otomatis Terbantahkan

      08-03-2026 - 10.06

      Apakah Kamu Termasuk? 5 Tanda Golongan Kelas Bawah

      07-03-2026 - 10.06

      Pinjol & Multifinance Panen Raya Lebaran: OJK Ungkap Data Mengejutkan!

      06-03-2026 - 10.06

      Geger! Skandal Rp 14,5 Triliun Guncang Pasar Modal!

      05-03-2026 - 10.06
      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      Don't Miss
      Pangan

      Terkuak! OJK Tutup BPR Koperindo Jaya, Ini Alasannya

      Agroplus – Kabar penting datang dari sektor keuangan Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi…

      09-03-2026 - 10.06

      Waspada! Mitos Utang Pinjol Hangus Otomatis Terbantahkan

      08-03-2026 - 10.06

      Apakah Kamu Termasuk? 5 Tanda Golongan Kelas Bawah

      07-03-2026 - 10.06
      Top Posts

      Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

      09-04-2025 - 08.22

      Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

      09-04-2025 - 10.06
      agroplus
      © 2026 KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.