Agroplus – Banjir besar yang melanda Kota Sibolga, Sumatera Utara, sempat menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya pasokan beras. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, dalam konferensi pers di Jakarta (29/11) memastikan bahwa stok beras nasional tetap aman terkendali, meski salah satu gudang Bulog di Sibolga sempat terendam air.
Rizal menjelaskan bahwa banjir dengan ketinggian lebih dari satu meter merendam hampir seluruh wilayah Sibolga, termasuk salah satu gudang Bulog. "Kondisi banjir cukup luar biasa, hampir seluruh Kota Sibolga terendam air di atas satu meter," ujarnya.

Gudang Bulog di Sibolga sempat kemasukan air setinggi 10-15 sentimeter. Namun, Rizal memastikan bahwa air telah dipompa keluar dan gudang sudah dikeringkan. Gudang tersebut merupakan gudang kecil dengan kapasitas sekitar 1.000 ton. Saat ini, Bulog belum bisa memastikan jumlah beras yang terdampak karena kendala jaringan komunikasi dengan tim di lapangan.
Prioritas utama Bulog saat ini adalah keselamatan personel dan pengamanan aset, termasuk gudang, kantor, dan perumahan pegawai. "Kami tekankan agar keamanan anggota Bulog dan keluarga menjadi prioritas, disusul keamanan sarana dan prasarana," tegas Rizal.
Tim dari Bulog Sumatera Utara sedang berupaya menuju Sibolga untuk melakukan pengecekan langsung. Namun, akses darat terputus akibat banjir, sehingga satu-satunya cara adalah melalui jalur udara.
Mengenai ketersediaan beras, Rizal memastikan stok Bulog dalam kondisi aman. Stok beras di Aceh saat ini mencapai sekitar 800.000 ton, Sumatera Utara sekitar 920 ton, dan Padang sekitar 400.000 ton. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan beras akibat banjir di Sibolga. Informasi ini dilansir dari agroplus.co.id.