Close Menu
    What's Hot

    Ancaman Trump ke Iran Guncang Bursa Asia! Apa Dampaknya?

    23-03-2026 - 10.06

    Terkuak! Mengapa Tuyul & Babi Ngepet Hindari Bank?

    22-03-2026 - 10.06

    Pilih Jalan Sunyi: Anak Kartini Tolak Kemewahan Dunia!

    21-03-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Ancaman Trump ke Iran Guncang Bursa Asia! Apa Dampaknya?
    • Terkuak! Mengapa Tuyul & Babi Ngepet Hindari Bank?
    • Pilih Jalan Sunyi: Anak Kartini Tolak Kemewahan Dunia!
    • Terkuak! 7 Kebiasaan Belanja yang Jauhkan Anda dari Kaya
    • Iran Beraksi: Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis!
    • Tamat Riwayat ‘Dewa Trader’! Benny Tjokro Dilarang Seumur Hidup
    Senin, 23 Maret 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Pertanian Jadi Senjata Pamungkas Berantas Kemiskinan? Ini Buktinya!
    Pangan

    Pertanian Jadi Senjata Pamungkas Berantas Kemiskinan? Ini Buktinya!

    15-10-2025 - 10.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Pertanian Jadi Senjata Pamungkas Berantas Kemiskinan? Ini Buktinya!

    Agroplus – Kementerian Pertanian (Kementan) menggandeng Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) dalam sebuah gebrakan strategis untuk menekan angka kemiskinan melalui sektor pertanian. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, menjadi sinyal dimulainya kolaborasi lintas sektor ini.

    Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya sinergi antar lembaga dalam upaya pengentasan kemiskinan. "Tidak boleh ada ego sektoral. Kita ini pelayan masyarakat," tegas Amran, menekankan agar seluruh potensi dioptimalkan untuk membantu masyarakat miskin tanpa birokrasi berbelit.

     Pertanian Jadi Senjata Pamungkas Berantas Kemiskinan? Ini Buktinya!
    Gambar Istimewa : news.majalahhortus.com

    Amran mencontohkan keberhasilan program pertanian berbasis data by name by address di sebuah kabupaten yang berhasil menurunkan tingkat kemiskinan dari 38% menjadi 8% dalam waktu singkat. Strategi ini akan diadopsi dengan memberikan bantuan bibit, alat pertanian, hingga ternak kepada warga miskin.

    Sektor pertanian, menurut Amran, memiliki peran sentral dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengingat mayoritas penduduk Indonesia bergantung pada sektor ini. Kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan kemudahan akses pupuk juga menjadi faktor pendorong peningkatan pendapatan petani.

    Kolaborasi ini akan dimulai dengan proyek percontohan di 10 kabupaten dengan tingkat kemiskinan tinggi namun memiliki kepala daerah yang proaktif. Pendekatan yang diusung tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendorong transformasi ekonomi lokal berbasis potensi pertanian rakyat.

    Melalui skema aglomerasi, satu kabupaten akan menjadi pusat bagi empat kabupaten sekitarnya, menciptakan resonansi ekonomi kawasan yang lebih luas. Hal ini diharapkan dapat mempercepat penurunan kemiskinan secara terukur dan menjadi model pembangunan inklusif.

    Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, mengapresiasi dukungan penuh Kementan dan menyebut langkah cepat Mentan Amran sebagai contoh sinergi antarlembaga yang berdampak langsung bagi masyarakat miskin.

    "Kami akan mendata kantong-kantong kemiskinan secara by name by address di 10 kabupaten tahun ini, dan mengaitkannya dengan program Kementan di subsektor peternakan, tanaman pangan, perkebunan, dan hortikultura," jelas Budiman.

    Dengan intervensi yang tepat, Budiman optimis dapat menurunkan angka kemiskinan di wilayah pilot project minimal 40%. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model baru pembangunan inklusif yang menempatkan rakyat sebagai subjek utama kesejahteraan bangsa. Verdifjord

    Follow on Google News
    Sasmito

      gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

      Related Posts

      Ancaman Trump ke Iran Guncang Bursa Asia! Apa Dampaknya?

      23-03-2026 - 10.06

      Terkuak! Mengapa Tuyul & Babi Ngepet Hindari Bank?

      22-03-2026 - 10.06

      Pilih Jalan Sunyi: Anak Kartini Tolak Kemewahan Dunia!

      21-03-2026 - 10.06

      Terkuak! 7 Kebiasaan Belanja yang Jauhkan Anda dari Kaya

      20-03-2026 - 10.06

      Iran Beraksi: Harga Minyak Dunia Melonjak Drastis!

      19-03-2026 - 10.06

      18-03-2026 - 10.06
      Add A Comment
      Leave A Reply Cancel Reply

      Don't Miss
      Pangan

      Ancaman Trump ke Iran Guncang Bursa Asia! Apa Dampaknya?

      Agroplus – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas, mengirimkan gelombang kekhawatiran ke pasar finansial…

      Terkuak! Mengapa Tuyul & Babi Ngepet Hindari Bank?

      22-03-2026 - 10.06

      Pilih Jalan Sunyi: Anak Kartini Tolak Kemewahan Dunia!

      21-03-2026 - 10.06

      Terkuak! 7 Kebiasaan Belanja yang Jauhkan Anda dari Kaya

      20-03-2026 - 10.06
      Top Posts

      Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

      09-04-2025 - 07.38

      Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

      09-04-2025 - 08.22

      Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

      09-04-2025 - 10.06
      agroplus
      © 2026 KR Network

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.