Close Menu
    What's Hot

    BEI Gembok Saham BAPA: Meroket 205% dalam Sebulan!

    30-04-2026 - 10.06

    Negara Hadir! Ahli Waris Korban KRL Terima Rp90 Juta

    29-04-2026 - 10.06

    Gawat! Minyak Tembus US$107, Pangan Terancam?

    27-04-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • BEI Gembok Saham BAPA: Meroket 205% dalam Sebulan!
    • Negara Hadir! Ahli Waris Korban KRL Terima Rp90 Juta
    • Gawat! Minyak Tembus US$107, Pangan Terancam?
    • Cianjur Dulu: Kopi Melimpah, Rakyat Menderita, Bupati Mewah!
    • Pensiun Dini dari OnlyFans, Raup Rp1 Triliun!
    • WIKA Lolos Badai! Investor Percaya, Sektor Pertanian Untung?
    • Kursi Direksi Timah Bergeser, Ini Tujuan Barunya!
    Senin, 18 Mei 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Judul: Impor Singkong Bikin Petani Merana? Mentan Gercep!
    Pangan

    Judul: Impor Singkong Bikin Petani Merana? Mentan Gercep!

    18-05-2025 - 18.472 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Judul: Impor Singkong Bikin Petani Merana? Mentan Gercep!

    Agroplus – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengambil langkah cepat untuk melindungi petani singkong dalam negeri yang tengah kesulitan menjual hasil panen. Mentan secara resmi telah menyurati Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, mengusulkan Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) untuk membahas pengendalian impor ubi kayu (singkong) dan produk turunannya.

    Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab Kementerian Pertanian (Kementan) dalam merespon keluhan petani singkong yang semakin kesulitan akibat serbuan produk impor. Surat bernomor B-191/PI.200/M/05/2025 tertanggal 14 Mei 2025 tersebut secara tegas menyatakan perlunya perlindungan bagi petani ubi kayu dalam negeri.

    Judul: Impor Singkong Bikin Petani Merana? Mentan Gercep!
    Gambar Istimewa : news.majalahhortus.com

    Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan adanya peningkatan volume impor ubi kayu dari tahun 2023 ke 2024. Kondisi ini dinilai mengganggu stabilitas pasar domestik dan mengancam keberlangsungan usaha tani singkong. Situasi serupa juga terjadi pada produk turunan singkong, seperti tepung tapioka.

    "Untuk melindungi petani dan menjaga stabilitas harga di tingkat produsen, perlu adanya langkah strategis dalam bentuk pengendalian impor, termasuk opsi penetapan larangan terbatas terhadap komoditas ubi kayu dan beberapa bentuk produk turunannya," tegas Mentan Amran dalam suratnya.

    Kebijakan ini diharapkan menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap petani singkong. Banyak petani mengeluhkan harga jual yang rendah dan hasil panen yang sulit diserap oleh industri dalam negeri akibat membanjirnya produk impor. Tanpa pengendalian, kondisi ini berpotensi melemahkan semangat produksi dan memperluas kerugian petani di sentra-sentra utama singkong nasional.

    Mentan Amran juga menekankan bahwa pengendalian impor singkong sejalan dengan arahan Presiden RI untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, mengoptimalkan penggunaan bahan baku lokal, dan mendukung hilirisasi industri dalam negeri.

    Untuk itu, Kementan mendorong pelaksanaan Rakortas yang dipimpin oleh Menko Perekonomian dengan melibatkan kementerian/lembaga terkait, seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Keuangan.

    "Jika produksi dalam negeri memadai, kenapa harus tergantung pada impor? Ini soal keberpihakan kepada petani dan soal keberanian mengambil keputusan strategis demi kedaulatan pangan kita," tegas Mentan Amran.

    Langkah ini diharapkan menjadi titik balik untuk membangkitkan gairah petani singkong, memperkuat posisi tawar mereka di pasar, serta mendukung program hilirisasi nasional yang berkelanjutan dan berbasis komoditas lokal. Dengan adanya pengendalian impor yang tepat, diharapkan petani singkong dapat kembali berjaya dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. Verdifjord

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    BEI Gembok Saham BAPA: Meroket 205% dalam Sebulan!

    30-04-2026 - 10.06

    Negara Hadir! Ahli Waris Korban KRL Terima Rp90 Juta

    29-04-2026 - 10.06

    Gawat! Minyak Tembus US$107, Pangan Terancam?

    27-04-2026 - 10.06

    Cianjur Dulu: Kopi Melimpah, Rakyat Menderita, Bupati Mewah!

    26-04-2026 - 10.06

    25-04-2026 - 10.06

    Pensiun Dini dari OnlyFans, Raup Rp1 Triliun!

    24-04-2026 - 10.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    BEI Gembok Saham BAPA: Meroket 205% dalam Sebulan!

    Agroplus – Kabar mengejutkan datang dari lantai bursa bagi para pelaku pasar, termasuk investor di…

    Negara Hadir! Ahli Waris Korban KRL Terima Rp90 Juta

    29-04-2026 - 10.06

    Gawat! Minyak Tembus US$107, Pangan Terancam?

    27-04-2026 - 10.06

    Cianjur Dulu: Kopi Melimpah, Rakyat Menderita, Bupati Mewah!

    26-04-2026 - 10.06
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.