Close Menu
    What's Hot

    BEI Gembok Saham BAPA: Meroket 205% dalam Sebulan!

    30-04-2026 - 10.06

    Negara Hadir! Ahli Waris Korban KRL Terima Rp90 Juta

    29-04-2026 - 10.06

    Gawat! Minyak Tembus US$107, Pangan Terancam?

    27-04-2026 - 10.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • BEI Gembok Saham BAPA: Meroket 205% dalam Sebulan!
    • Negara Hadir! Ahli Waris Korban KRL Terima Rp90 Juta
    • Gawat! Minyak Tembus US$107, Pangan Terancam?
    • Cianjur Dulu: Kopi Melimpah, Rakyat Menderita, Bupati Mewah!
    • Pensiun Dini dari OnlyFans, Raup Rp1 Triliun!
    • WIKA Lolos Badai! Investor Percaya, Sektor Pertanian Untung?
    • Kursi Direksi Timah Bergeser, Ini Tujuan Barunya!
    Senin, 18 Mei 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Impor Bebas Kuota? Petani Aman!
    Pangan

    Impor Bebas Kuota? Petani Aman!

    14-04-2025 - 10.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link
    Impor Bebas Kuota? Petani Aman!

    Agroplus – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memberikan klarifikasi terkait rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menghapus sistem kuota impor komoditas. Dalam keterangannya, Jumat (11/4), beliau menegaskan bahwa kebijakan ini sama sekali tidak akan membahayakan industri pertanian dalam negeri. Justru sebaliknya, langkah ini bertujuan untuk menciptakan sistem yang lebih adil dan efisien dalam rantai pasok pangan nasional.

    Wamentan Sudaryono menjelaskan, penghapusan kuota impor bukan berarti Indonesia akan membuka pintu lebar-lebar untuk impor besar-besaran. Prioritas pemerintah tetap pada perlindungan produksi dalam negeri, baik untuk komoditas pangan, teknologi, pakaian, dan lainnya. "Bukan berarti kemudian impor besar-besaran, semua diimpor, bukan! Tetap harus melindungi produksi dalam negeri," tegasnya.

    Impor Bebas Kuota? Petani Aman!
    Gambar Istimewa : news.majalahhortus.com

    Fokus utama pemerintah, lanjut Sudaryono, tetap pada swasembada pangan dan energi. Penghapusan kuota impor hanya akan diterapkan pada sektor-sektor tertentu. Sebagai contoh, impor daging beku yang dibutuhkan industri akan diizinkan langsung kepada industri terkait, tanpa melalui sistem kuota yang selama ini berpotensi memicu monopoli. "Misalnya butuh impor daging beku, yang butuh industri, ya sudah industri saja yang impor. Nggak usah ada pihak tertentu yang dikasih kuota," jelasnya.

    Sudaryono menekankan bahwa kebijakan ini justru akan menguntungkan masyarakat luas. Dengan sistem impor yang lebih transparan, harga komoditas pangan seperti daging berpotensi turun karena persaingan yang lebih sehat. "Kalau harga beli impornya murah, maka harga jualnya akan lebih murah. Yang menikmati siapa? Rakyat Indonesia," tambahnya.

    Lebih lanjut, Wamentan menjelaskan bahwa skema baru ini akan memungkinkan industri untuk mengimpor langsung sesuai kebutuhan tanpa perantara. Sistem kuota yang selama ini dinilai memicu monopoli dan hanya menguntungkan segelintir pihak akan dihapus. "Yang dimaksud dengan tidak ada kuota itu maksudnya jumlah volume yang harus kita impor tidak boleh lagi dimonopoli oleh orang-orang tertentu," jelasnya.

    Kementan memastikan, setiap kebijakan yang diambil akan selalu mengutamakan kepentingan rakyat dan keberlangsungan industri dalam negeri. Dengan sinergi dan kolaborasi antar sektor, Indonesia optimistis dapat membangun sistem pangan yang tangguh, adil, dan berkelanjutan. Verdifjord

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    BEI Gembok Saham BAPA: Meroket 205% dalam Sebulan!

    30-04-2026 - 10.06

    Negara Hadir! Ahli Waris Korban KRL Terima Rp90 Juta

    29-04-2026 - 10.06

    Gawat! Minyak Tembus US$107, Pangan Terancam?

    27-04-2026 - 10.06

    Cianjur Dulu: Kopi Melimpah, Rakyat Menderita, Bupati Mewah!

    26-04-2026 - 10.06

    25-04-2026 - 10.06

    Pensiun Dini dari OnlyFans, Raup Rp1 Triliun!

    24-04-2026 - 10.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    BEI Gembok Saham BAPA: Meroket 205% dalam Sebulan!

    Agroplus – Kabar mengejutkan datang dari lantai bursa bagi para pelaku pasar, termasuk investor di…

    Negara Hadir! Ahli Waris Korban KRL Terima Rp90 Juta

    29-04-2026 - 10.06

    Gawat! Minyak Tembus US$107, Pangan Terancam?

    27-04-2026 - 10.06

    Cianjur Dulu: Kopi Melimpah, Rakyat Menderita, Bupati Mewah!

    26-04-2026 - 10.06
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.