Close Menu
    What's Hot

    Opsi Baru Simpan Devisa Ekspor SDA

    06-11-2026 - 15.06

    Strategi Baru DOOH Ekspansi ke Sektor Digital

    06-11-2026 - 15.02

    IHSG Diprediksi Tembus Level Tinggi 2026

    06-11-2026 - 13.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Opsi Baru Simpan Devisa Ekspor SDA
    • Strategi Baru DOOH Ekspansi ke Sektor Digital
    • IHSG Diprediksi Tembus Level Tinggi 2026
    • Langkah Baru BEI Cegah Manipulasi Saham
    • Pasar Saham Berdarah Saham Blue Chip Terkapar
    • Menanti Nasib Dana Asing di Bursa Efek Indonesia
    • Investor Asing Borong 10 Saham Ini
    • IHSG Melesat ke Level 5030 Asing Jual Saham
    Jumat, 6 November 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Asing Borong Saham Blue Chip Sesi I
    Pangan

    Asing Borong Saham Blue Chip Sesi I

    05-11-2026 - 13.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Pasar modal Indonesia menunjukkan performa yang sangat impresif pada perdagangan sesi pertama hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melesat ke zona hijau dengan kenaikan signifikan sebesar 96,41 poin atau tumbuh 1,96 persen. Saat penutupan sesi tengah hari, indeks bertengger di level 5.016,18, memberikan sentimen positif bagi para pelaku pasar.

    Aktivitas perdagangan di bursa juga terlihat sangat bergairah. Tercatat, total volume transaksi yang terjadi mencapai angka 145,24 juta lot dengan nilai transaksi yang menembus Rp5.721,13 miliar. Lonjakan ini sejalan dengan derasnya arus modal masuk dari investor mancanegara yang kembali mempercayai pasar saham domestik.

    Asing Borong Saham Blue Chip Sesi I
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Berdasarkan data dari Stockbit, investor asing mencatatkan aksi beli bersih atau net foreign buy sebesar Rp72,93 miliar di seluruh pasar pada perdagangan Kamis (5/11/2026). Secara keseluruhan, total nilai pembelian oleh investor asing mencapai Rp1,93 triliun, sementara total nilai penjualan mereka berada di angka Rp1,85 triliun.

    Saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip menjadi primadona utama bagi para pemodal asing. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) memimpin pergerakan dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp143,15 miliar dengan volume sebanyak 28,19 juta saham. Menyusul di posisi kedua, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) juga diborong asing senilai Rp83,45 miliar dengan volume 41,87 juta saham.

    Ketertarikan asing juga mengalir deras ke sektor pertambangan, di mana PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) mencatatkan net buy sebesar Rp61,54 miliar. Selain itu, beberapa saham lain yang masuk dalam radar belanja asing antara lain PT Astra International Tbk. (ASII) sebesar Rp47,57 miliar, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) senilai Rp45,73 miliar, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) sebesar Rp36,65 miliar.

    Melengkapi daftar sepuluh besar saham yang diborong, terdapat PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dengan nilai Rp16,93 miliar, PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) sebesar Rp16,73 miliar, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) senilai Rp14,33 miliar, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) sebesar Rp13,33 miliar. Menariknya, saham DEWA dan BRMS mencatatkan volume transaksi yang sangat masif, masing-masing mencapai 62,25 juta dan 40,52 juta saham.

    Namun, di balik euforia pembelian tersebut, sektor perbankan lainnya justru mengalami tekanan jual. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing dengan nilai net sell mencapai Rp105,95 miliar. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga tidak luput dari aksi jual dengan nilai Rp71,19 miliar.

    Selain perbankan, sektor energi dan petrokimia juga mengalami tekanan. Beberapa saham yang mencatatkan aksi jual bersih antara lain PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), hingga PT Bukit Asam Tbk. (PTBA). Fenomena ini menunjukkan adanya rotasi sektor yang sedang terjadi di pasar modal, di mana investor asing cenderung mengalihkan dana mereka ke saham-saham dengan fundamental kuat dan prospek pertumbuhan yang menjanjikan di tengah dinamika pasar saat ini.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Opsi Baru Simpan Devisa Ekspor SDA

    06-11-2026 - 15.06

    Strategi Baru DOOH Ekspansi ke Sektor Digital

    06-11-2026 - 15.02

    IHSG Diprediksi Tembus Level Tinggi 2026

    06-11-2026 - 13.06

    Langkah Baru BEI Cegah Manipulasi Saham

    06-11-2026 - 13.02

    Pasar Saham Berdarah Saham Blue Chip Terkapar

    06-11-2026 - 10.06

    Menanti Nasib Dana Asing di Bursa Efek Indonesia

    06-11-2026 - 10.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Opsi Baru Simpan Devisa Ekspor SDA

    agroplus.co.id – Bank Indonesia (BI) secara resmi memperkenalkan berbagai skema baru bagi para pelaku usaha…

    Strategi Baru DOOH Ekspansi ke Sektor Digital

    06-11-2026 - 15.02

    IHSG Diprediksi Tembus Level Tinggi 2026

    06-11-2026 - 13.06

    Langkah Baru BEI Cegah Manipulasi Saham

    06-11-2026 - 13.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.