Close Menu
    What's Hot

    Strategi Baru PGEO Kejar Target Saham Publik

    05-11-2026 - 02.06

    Mengejar Ambisi Energi Hijau PGE

    05-11-2026 - 02.02

    Waspada Risiko Klaim Asuransi Mobil Listrik

    05-11-2026 - 00.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Strategi Baru PGEO Kejar Target Saham Publik
    • Mengejar Ambisi Energi Hijau PGE
    • Waspada Risiko Klaim Asuransi Mobil Listrik
    • Strategi Jitu SeaBank Raih Laba Triliunan Rupiah
    • Inovasi Baru Listrik Hijau untuk Data Center
    • Laba Bank Mayapada Melonjak Drastis
    • Sinyal Manis Dividen PGEO di Tengah Rekor Produksi
    • Perubahan Besar di Bank JTrust Indonesia
    Kamis, 5 November 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Inovasi Baru Listrik Hijau untuk Data Center
    Pangan

    Inovasi Baru Listrik Hijau untuk Data Center

    04-11-2026 - 23.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) tengah menyiapkan langkah revolusioner dalam industri energi terbarukan di Indonesia. Perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor panas bumi ini sedang mematangkan rencana pengembangan green data center, sebuah pusat data yang seluruh operasionalnya ditenagai oleh energi bersih dari panas bumi.

    Langkah ambisius ini bukan sekadar wacana. PGE saat ini sedang melakukan kajian mendalam terkait aspek komersial dan regulasi. Salah satu poin paling menarik dari rencana ini adalah potensi penyediaan pasokan listrik secara langsung kepada operator pusat data tanpa harus melalui jaringan listrik konvensional lainnya.

    Inovasi Baru Listrik Hijau untuk Data Center
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, mengungkapkan bahwa studi teknologi untuk proyek percontohan (pilot project) ini telah rampung. Lokasi yang dipilih untuk menjadi ajang pembuktian konsep (proof of concept) tersebut adalah lapangan panas bumi Kamojang yang terletak di Jawa Barat.

    "Secara studi teknologi sudah kami selesaikan dan hasilnya sudah pasti. Saat ini, fokus kami bergeser ke arah bagaimana aspek komersialnya dan bagaimana regulasi yang mendukung. Kami sedang mengkaji hal tersebut secara intensif," ujar Ahmad Yani dalam sebuah pertemuan media di Jakarta.

    Proyek di Kamojang ini direncanakan akan memiliki kapasitas listrik sebesar 5 megawatt (MW). Jika berhasil, PGE berpeluang menjadi pionir di dunia dalam menghadirkan pusat data berbasis panas bumi yang benar-benar independen dan tidak terkoneksi dengan sumber listrik lain. Hal ini akan menjadi nilai jual tinggi bagi perusahaan teknologi global yang kini tengah berlomba-lomba mengejar target emisi nol bersih (net zero emission).

    Namun, perjalanan menuju realisasi proyek ini bukan tanpa tantangan. Direktur Eksplorasi PGE, Edwil Suzandi, menjelaskan bahwa perusahaan perlu melakukan revisi terhadap Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Hal ini dikarenakan adanya perubahan model bisnis, dari sekadar operasional panas bumi menjadi penyediaan elektrifikasi untuk pusat data.

    Selain masalah perizinan, PGE juga harus memastikan bahwa skema penyediaan listrik langsung ini tidak akan mengganggu stabilitas pasokan listrik yang selama ini telah disalurkan kepada PLN. Kajian teknis mengenai dampak distribusi ini sedang berjalan dan diharapkan rampung pada akhir tahun ini atau paling lambat pada kuartal pertama tahun 2027.

    Edwil menambahkan, kunci utama dari keberhasilan proyek ini terletak pada kepastian pembeli atau offtaker. Saat ini, manajemen PGE tengah menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah pemain besar di industri pusat data untuk menjajaki potensi kerja sama jangka panjang.

    "Kami sedang berdiskusi intens dengan para pemain industri data center. Jika regulasi dan aspek komersial sudah terpenuhi, kita akan memiliki ekosistem baru di Indonesia, di mana pusat data mendapatkan pasokan energi bersih secara langsung dari sumber pembangkitnya," tutup Edwil.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Strategi Baru PGEO Kejar Target Saham Publik

    05-11-2026 - 02.06

    Mengejar Ambisi Energi Hijau PGE

    05-11-2026 - 02.02

    Waspada Risiko Klaim Asuransi Mobil Listrik

    05-11-2026 - 00.06

    Strategi Jitu SeaBank Raih Laba Triliunan Rupiah

    05-11-2026 - 00.02

    Laba Bank Mayapada Melonjak Drastis

    04-11-2026 - 23.02

    Sinyal Manis Dividen PGEO di Tengah Rekor Produksi

    04-11-2026 - 20.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Strategi Baru PGEO Kejar Target Saham Publik

    agroplus.co.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) secara tegas menyatakan komitmennya untuk tidak melakukan…

    Mengejar Ambisi Energi Hijau PGE

    05-11-2026 - 02.02

    Waspada Risiko Klaim Asuransi Mobil Listrik

    05-11-2026 - 00.06

    Strategi Jitu SeaBank Raih Laba Triliunan Rupiah

    05-11-2026 - 00.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.