Close Menu
    What's Hot

    Transaksi Tanpa Dolar Melonjak Tajam

    03-11-2026 - 18.06

    Ledakan Investasi Kripto di Indonesia

    03-11-2026 - 18.02

    Pasar Saham Indonesia Terjun Bebas Hari Ini

    03-11-2026 - 15.07
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Transaksi Tanpa Dolar Melonjak Tajam
    • Ledakan Investasi Kripto di Indonesia
    • Pasar Saham Indonesia Terjun Bebas Hari Ini
    • OJK Cabut Izin Pratama Capital dan Bubarkan Produknya
    • Laba Saudi Aramco Meroket Tajam
    • Strategi Ekspansi ACES Bawa Laba Melonjak Tajam
    • IHSG Anjlok Tajam Mengapa Bisa Terjadi
    • Siapa Saja Sosok Kuat di Balik Adaro AADI
    Selasa, 3 November 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Ledakan Investasi Kripto di Indonesia
    Pangan

    Ledakan Investasi Kripto di Indonesia

    03-11-2026 - 18.023 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Pasar aset kripto di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat signifikan dan terus menunjukkan daya tarik yang kuat bagi para investor domestik. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ekosistem digital ini mengalami lonjakan volume transaksi yang fantastis, mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mengeksplorasi instrumen keuangan digital.

    Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini terlihat jelas dari jumlah pemegang aset kripto di tanah air yang kini telah menyentuh angka 23,48 juta orang. Tidak hanya jumlah investor yang meningkat, nilai transaksi yang berputar di pasar kripto dalam negeri juga sangat besar. Hingga periode September 2026, nilai transaksi aset kripto di Indonesia tercatat telah mencapai angka Rp30,56 triliun.

    Ledakan Investasi Kripto di Indonesia
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Menanggapi fenomena pertumbuhan yang masif ini, OJK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat regulasi serta pengawasan di seluruh ekosistem tersebut. Langkah ini diambil guna memastikan keamanan dan kenyamanan para pelaku pasar. Hingga September 2026, OJK telah memberikan lampu hijau berupa perizinan kepada 34 entitas yang bergerak di ekosistem kripto. Entitas ini mencakup dua bursa kripto, dua lembaga kliring dan penyelesaian, serta berbagai pelaku usaha pendukung lainnya yang menjaga stabilitas perdagangan aset digital di Indonesia.

    Secara lebih mendalam, sektor Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), aset keuangan digital, dan aset kripto (IAKD) dilaporkan masih berada dalam jalur pertumbuhan positif hingga Agustus 2026. Kepala Eksekutif Pengawas ITSK, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menyatakan bahwa kenaikan jumlah konsumen menjadi indikator utama bahwa kepercayaan masyarakat terhadap aset digital tetap terjaga, meskipun kondisi pasar sering kali mengalami fluktuasi.

    Data menunjukkan bahwa hingga Agustus 2026, jumlah akun konsumen kripto mencapai 23,21 juta, tumbuh sebesar 1,23% secara kumulatif. Pada bulan yang sama, nilai transaksi kripto melonjak 12,87% secara bulanan (month-to-month) menjadi Rp23,16 triliun. Menariknya, transaksi derivatif aset keuangan digital juga mengalami kenaikan tajam sebesar 33,76% mencapai Rp4,56 triliun.

    Selain pengawasan terhadap pedagang aset, OJK juga aktif dalam melakukan uji coba melalui mekanisme regulatory sandbox. Hingga akhir September 2026, tercatat ada 372 permintaan konsultasi dari para peserta. Saat ini, terdapat empat peserta yang sedang menjalani uji coba model bisnis, termasuk penyelenggara aset kripto dan pendukung pasar. Sejauh ini, tujuh peserta telah dinyatakan lulus dengan berbagai model bisnis inovatif, mulai dari tokenisasi emas, tokenisasi surat berharga, hingga penerbitan stablecoin rupiah.

    Untuk memperkuat infrastruktur pasar, OJK juga terus menambah jumlah pedagang aset keuangan digital (PAKD) berizin. Salah satunya adalah PT Gudang Kripto Indonesia (GKI) yang baru saja mendapatkan izin pada 22 September 2026, sehingga kini total PAKD yang berizin mencapai 28 entitas. Dengan pengawasan yang semakin ketat dan ekosistem yang semakin matang, masa depan ekonomi digital Indonesia diprediksi akan terus berkembang pesat.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Transaksi Tanpa Dolar Melonjak Tajam

    03-11-2026 - 18.06

    Pasar Saham Indonesia Terjun Bebas Hari Ini

    03-11-2026 - 15.07

    OJK Cabut Izin Pratama Capital dan Bubarkan Produknya

    03-11-2026 - 15.02

    Laba Saudi Aramco Meroket Tajam

    03-11-2026 - 13.06

    Strategi Ekspansi ACES Bawa Laba Melonjak Tajam

    03-11-2026 - 13.02

    IHSG Anjlok Tajam Mengapa Bisa Terjadi

    03-11-2026 - 10.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Transaksi Tanpa Dolar Melonjak Tajam

    agroplus.co.id – Langkah strategis Bank Indonesia (BI) dalam mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS)…

    Ledakan Investasi Kripto di Indonesia

    03-11-2026 - 18.02

    Pasar Saham Indonesia Terjun Bebas Hari Ini

    03-11-2026 - 15.07

    OJK Cabut Izin Pratama Capital dan Bubarkan Produknya

    03-11-2026 - 15.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.