Close Menu
    What's Hot

    IHSG Terperosok Asing Jual Saham Masif

    28-10-2026 - 08.06

    IHSG Merosot Tajam Asing Malah Borong Saham Ini

    28-10-2026 - 08.02

    IHSG Terjun Bebas 3 Persen Hari Ini

    28-10-2026 - 05.07
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • IHSG Terperosok Asing Jual Saham Masif
    • IHSG Merosot Tajam Asing Malah Borong Saham Ini
    • IHSG Terjun Bebas 3 Persen Hari Ini
    • Rupiah Terpuruk Mendekati Rekor Terburuk
    • Polemik Ekspor Gas ke Singapura
    • Mengapa Dana Asing Kabur dari Bursa RI
    • IHSG Merosot Tajam Sore Ini
    • Strategi MSIG Life Kejar Target Free Float
    Kamis, 29 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Strategi Baru TOBA Kuasai Pasar Asia
    Pangan

    Strategi Baru TOBA Kuasai Pasar Asia

    27-10-2026 - 23.023 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Emiten energi terbarukan, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), baru saja mengamankan suntikan dana segar dalam jumlah fantastis. Perusahaan ini berhasil memperoleh investasi sebesar SGD555 juta atau setara dengan Rp7,77 triliun dari HPS Investment Partners, yang merupakan bagian dari raksasa manajemen aset dunia, BlackRock. Langkah strategis ini menandai babak baru bagi TOBA dalam memperkuat dominasinya di sektor pengelolaan limbah di kawasan Asia.

    Pendanaan jumbo ini rencananya akan digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis pengelolaan sampah secara masif, baik melalui pengembangan organik maupun melalui aksi akuisisi perusahaan sejenis. Menariknya, TOBA secara tegas menyatakan bahwa fokus mereka bukan pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) yang tengah digarap Danantara di Indonesia. Sebaliknya, TOBA memilih jalur yang lebih komprehensif dengan membangun ekosistem pengelolaan sampah terintegrasi di level regional.

    Strategi Baru TOBA Kuasai Pasar Asia
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Model bisnis yang dijalankan TOBA mencakup seluruh rantai nilai pengelolaan limbah. Hal ini dimulai dari proses pengumpulan sampah (waste collection), pemilahan dan daur ulang (recycling), penanganan limbah medis serta industri, hingga pemanfaatan limbah menjadi energi uap untuk kebutuhan industri. Dengan integrasi ini, perusahaan memiliki sumber pendapatan yang sangat beragam, mulai dari jasa pengumpulan, pemulihan material daur ulang, hingga penyediaan energi uap.

    Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia, Leonardo Lijuwardi, memberikan pandangannya mengenai strategi ini. Menurutnya, model bisnis terintegrasi seperti yang dijalankan TOBA memiliki potensi pertumbuhan yang jauh lebih luas dibandingkan perusahaan yang hanya bergantung pada satu jenis proyek, seperti PSEL.

    "Bisnis pengelolaan limbah memiliki rantai bisnis yang sangat panjang. Setiap tahapan, mulai dari pengangkutan hingga pengolahan akhir, menawarkan peluang pendapatan yang berbeda. Model terintegrasi ini menciptakan sumber pendapatan yang lebih stabil dan beragam," ujar Leonardo.

    Di Singapura, kekuatan TOBA terlihat melalui Cora Environment (sebelumnya Sembcorp Environment dan SembWaste). Perusahaan ini melayani pengumpulan sampah rumah tangga hingga industri serta mengoperasikan fasilitas Energy-from-Waste (EfW). Berbeda dengan pembangkit listrik, fasilitas EfW milik Cora memanfaatkan panas pembakaran sampah untuk menghasilkan uap industri bertekanan tinggi, yang sangat dibutuhkan oleh sektor industri di Jurong Island.

    Selain di Singapura, TOBA juga memiliki Asia Medical Enviro Services (AMES) untuk limbah medis di Singapura, serta PT Arah Environmental Indonesia yang menjangkau 15 provinsi di Indonesia. Secara kolektif, ketiga entitas ini tercatat mampu mengumpulkan sekitar 760.000 ton limbah sepanjang semester I/2026.

    Dengan dukungan modal sebesar Rp7,77 triliun dari BlackRock melalui skema penerbitan saham preferen baru, TOBA diprediksi akan semakin kuat dalam meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi operasionalnya di Asia. Langkah ini menjadi modal krusial bagi perusahaan untuk memperkuat daya saing sekaligus mendorong profitabilitas jangka panjang di tengah meningkatnya kebutuhan pengelolaan limbah global.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    IHSG Terperosok Asing Jual Saham Masif

    28-10-2026 - 08.06

    IHSG Merosot Tajam Asing Malah Borong Saham Ini

    28-10-2026 - 08.02

    IHSG Terjun Bebas 3 Persen Hari Ini

    28-10-2026 - 05.07

    Rupiah Terpuruk Mendekati Rekor Terburuk

    28-10-2026 - 05.03

    Polemik Ekspor Gas ke Singapura

    28-10-2026 - 02.06

    Mengapa Dana Asing Kabur dari Bursa RI

    28-10-2026 - 02.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    IHSG Terperosok Asing Jual Saham Masif

    agroplus.co.id – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan tren negatif yang cukup mengkhawatirkan. Indeks Harga Saham…

    IHSG Merosot Tajam Asing Malah Borong Saham Ini

    28-10-2026 - 08.02

    IHSG Terjun Bebas 3 Persen Hari Ini

    28-10-2026 - 05.07

    Rupiah Terpuruk Mendekati Rekor Terburuk

    28-10-2026 - 05.03
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.