Close Menu
    What's Hot

    Rencana Besar Emiten Haji Isam

    25-10-2026 - 23.06

    Daftar Kota dengan Biaya Hidup Paling Mahal

    25-10-2026 - 23.02

    Kabar mengejutkan datang dari dunia keuangan digital tanah air. Putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang sebelumnya menuding puluhan perusahaan teknologi finansial terlibat praktik kartel bunga pinjaman online (pinjol) resmi dibatalkan oleh pengadilan.

    25-10-2026 - 20.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Rencana Besar Emiten Haji Isam
    • Daftar Kota dengan Biaya Hidup Paling Mahal
    • Kabar mengejutkan datang dari dunia keuangan digital tanah air. Putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang sebelumnya menuding puluhan perusahaan teknologi finansial terlibat praktik kartel bunga pinjaman online (pinjol) resmi dibatalkan oleh pengadilan.
    • Rupiah Terancam Tembus Rp18000 Per Dolar AS
    • Pasar Saham Bergolak IHSG Melaju Kencang
    • Strategi Baru Pertamina Amankan Stok BBM
    • Rahasia Militer Jadi Ladang Cuan Miliaran
    • Sembilan Perusahaan Siap Melantai di Bursa
    Minggu, 25 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Strategi Cerdas Hadapi Gejolak Pasar Saham
    Pangan

    Strategi Cerdas Hadapi Gejolak Pasar Saham

    24-10-2026 - 20.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Pasar modal Indonesia tengah menghadapi tantangan serius menyusul munculnya isu mengenai rencana MSCI yang ingin menurunkan status pasar saham Indonesia. Kabar mengenai potensi penurunan status dari emerging market menjadi standalone market ini telah memicu sentimen negatif di kalangan pelaku pasar. Dampaknya terasa nyata di Bursa Efek Indonesia (BEI), di mana tekanan jual yang masif menyebabkan harga sejumlah saham anjlok hingga menyentuh level valuasi yang sangat rendah.

    Menanggapi fenomena koreksi harga yang cukup tajam ini, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memberikan perhatian khusus. Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mengeluarkan imbauan penting bagi para investor agar tidak terjebak dalam kepanikan pasar. Ia mengingatkan agar penurunan harga saham tidak dijadikan satu-satunya alasan atau patokan tunggal dalam mengambil keputusan untuk membeli sebuah emiten.

    Strategi Cerdas Hadapi Gejolak Pasar Saham
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Menurut Pandu, keputusan investasi yang bijak harus didasarkan pada analisis fundamental yang mendalam, bukan sekadar bereaksi terhadap fluktuasi harga sesaat. Investor disarankan untuk lebih jeli dalam membedah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, melihat potensi pertumbuhan bisnis di masa depan, memantau arus kas, mengevaluasi tingkat utang, hingga memeriksa kualitas tata kelola perusahaan (GCG).

    "Pilihlah perusahaan yang memiliki profitabilitas kuat dengan valuasi yang menarik untuk dicermati," ujar Pandu dalam keterangannya, sebagaimana dikutip pada Jumat (23/10/2026).

    Pandu menjelaskan bahwa peluang investasi yang menguntungkan sebenarnya masih terbuka lebar, terutama pada emiten yang memiliki tingkat pengembalian ekuitas (Return on Equity/ROE) tinggi namun diperdagangkan dengan valuasi yang relatif murah. Berdasarkan data yang dihimpun, dari 146 emiten yang memiliki pendapatan tahunan di atas Rp5 triliun, terdapat 61 perusahaan yang memiliki ROE di atas 15 persen.

    Menariknya, di sektor-sektor strategis seperti perbankan dan konsumsi, ditemukan perusahaan-perusahaan dengan ROE mencapai angka 20 persen, namun memiliki rasio Price to Earnings (PE) di bawah 10 kali. Kondisi ini menunjukkan adanya peluang emas bagi investor yang mampu membedakan antara saham yang sekadar "murah karena jatuh" dengan saham yang "murah karena fundamentalnya kuat".

    Sebagai catatan bagi investor pemula, ROE adalah indikator yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari modal yang dimiliki pemegang saham. Sementara itu, rasio PE digunakan untuk membandingkan harga saham dengan laba perusahaan, dan Price to Book Value (PBV) digunakan untuk membandingkan harga saham dengan nilai buku ekuitasnya.

    Pandu menekankan bahwa seluruh indikator valuasi tersebut tidak boleh dilihat secara terpisah. Investor harus mampu mengombinasikan kualitas bisnis dengan harga saham secara simultan. Koreksi harga yang terjadi saat ini harus dilihat secara menyeluruh, bukan sekadar sinyal bahwa sebuah saham sudah murah.

    "Peluangnya tersebar di berbagai sektor. Intinya, lihat kualitas bisnis dan harganya secara bersamaan, jangan hanya terpaku pada sentimen pasar semata," pungkasnya.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Rencana Besar Emiten Haji Isam

    25-10-2026 - 23.06

    Daftar Kota dengan Biaya Hidup Paling Mahal

    25-10-2026 - 23.02

    Kabar mengejutkan datang dari dunia keuangan digital tanah air. Putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang sebelumnya menuding puluhan perusahaan teknologi finansial terlibat praktik kartel bunga pinjaman online (pinjol) resmi dibatalkan oleh pengadilan.

    25-10-2026 - 20.06

    Rupiah Terancam Tembus Rp18000 Per Dolar AS

    25-10-2026 - 20.02

    Pasar Saham Bergolak IHSG Melaju Kencang

    25-10-2026 - 18.06

    Strategi Baru Pertamina Amankan Stok BBM

    25-10-2026 - 18.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Rencana Besar Emiten Haji Isam

    agroplus.co.id – Langkah strategis tengah disiapkan oleh PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), perusahaan…

    Daftar Kota dengan Biaya Hidup Paling Mahal

    25-10-2026 - 23.02

    Kabar mengejutkan datang dari dunia keuangan digital tanah air. Putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang sebelumnya menuding puluhan perusahaan teknologi finansial terlibat praktik kartel bunga pinjaman online (pinjol) resmi dibatalkan oleh pengadilan.

    25-10-2026 - 20.06

    Rupiah Terancam Tembus Rp18000 Per Dolar AS

    25-10-2026 - 20.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.