agroplus.co.id – Langkah strategis Pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) mendapat respons positif dari sektor perbankan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026 yang bertujuan meningkatkan retensi devisa di dalam negeri.
Kebijakan ini dipandang sebagai instrumen krusial untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Dengan mewajibkan eksportir menempatkan devisa mereka di dalam negeri, pemerintah berupaya menciptakan bantalan ekonomi yang kuat dalam menghadapi dinamika pasar global yang sering kali tidak menentu.

Direktur Risk Management Bank Mandiri, Danis Subyantoro, menjelaskan bahwa kebijakan DHE SDA ini memiliki dampak langsung terhadap penguatan likuiditas valuta asing (valas) di pasar domestik. Di tengah situasi geopolitik dunia yang penuh ketidakpastian, volatilitas arus modal sering kali menekan nilai tukar rupiah. Kehadiran kebijakan ini diharapkan mampu meredam tekanan tersebut dengan memastikan pasokan valas tetap terjaga di dalam negeri.
"Bagi Bank Mandiri, kebijakan ini bukan sekadar kepatuhan regulasi, melainkan peluang besar untuk mendorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam bentuk valuta asing. Selain itu, hal ini juga membuka ruang bagi peningkatan pendapatan dari sektor transaksi serta penyaluran pembiayaan kepada para eksportir," ujar Danis dalam sesi paparan kinerja kuartal III tahun 2026, Jumat (23/10/2026).
Efektivitas kebijakan ini sudah mulai terlihat pada angka-angka pertumbuhan di Bank Mandiri. Hingga periode September 2026, bank pelat merah ini mencatatkan pertumbuhan DPK yang bersumber dari penempatan DHE SDA mencapai angka yang sangat signifikan. Tercatat, dana tersebut menyentuh Rp84,3 triliun, atau melonjak drastis sebesar 236% secara tahunan (year-on-year).
Lonjakan pertumbuhan yang sangat tajam ini menunjukkan bahwa pelaku usaha ekspor mulai mengalihkan pengelolaan devisanya ke perbankan domestik. Danis menegaskan bahwa pencapaian ini memperkokoh posisi Bank Mandiri sebagai mitra utama dalam pengelolaan devisa hasil ekspor yang sesuai dengan regulasi pemerintah sekaligus memenuhi kebutuhan nasabah.
Lebih lanjut, Bank Mandiri berkomitmen untuk tidak hanya menjadi tempat penyimpanan dana, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi para eksportir. Bank akan memberikan pendampingan menyeluruh, mulai dari manajemen penerimaan hasil ekspor hingga penyediaan solusi pembiayaan untuk kebutuhan operasional perusahaan.
"Ke depannya, fokus kami adalah memperkuat pendampingan bagi para eksportir beserta seluruh ekosistem usahanya. Kami ingin memastikan pengelolaan DHE ini dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan bisnis nasabah," tambah Danis.
Dengan sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesiapan perbankan, diharapkan likuiditas valas domestik semakin stabil, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi stabilitas nilai tukar rupiah dan pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.
