Agroplus – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) semakin mengukuhkan posisinya sebagai garda terdepan dalam mendukung program perumahan rakyat, sebuah inisiatif vital yang menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat. Komitmen ini terwujud nyata melalui sebuah sinergi strategis yang baru-baru ini digelar di Gelanggang Jakarta Timur, DKI Jakarta, pada 10 September lalu. Acara sosialisasi Program Pembiayaan Perumahan KPP dan FLPP ini menjadi platform penting bagi BRI untuk memperluas akses pembiayaan, sejalan dengan visi pemerintah mewujudkan Program 3 Juta Rumah.
Kehadiran Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, serta Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto, menandai keseriusan kolaborasi ini. Tak ketinggalan, jajaran perwakilan asosiasi pengembang perumahan seperti REI, APERSI, dan HIMPERRA turut hadir, menunjukkan ekosistem perumahan yang solid. Maruarar Sirait secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada BRI atas perannya yang krusial. "Jangan sampai arahan Presiden Prabowo yang sangat bagus dan pro-rakyat, khususnya terkait KUR Perumahan, di ujung pelaksanaannya justru lambat atau tidak sesuai," tegas Maruarar, seraya menambahkan bahwa BRI telah membuktikan kecepatan, ketiadaan pungli, dan kemudahan dalam implementasi program, menjadikannya mitra efektif dan produktif bagi negara. Pernyataan ini dikutip pada Jumat, 18 September 2026.

Dalam kesempatan tersebut, BRI tak hanya bersosialisasi, namun juga langsung mencatatkan penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) senilai total Rp427,5 miliar kepada 1.619 debitur. Angka ini terbagi menjadi pembiayaan sisi pasokan (supply) sebesar Rp242,5 miliar untuk 110 debitur, meliputi pengembang (Rp73,6 miliar kepada 29 debitur), toko bahan bangunan (Rp39,8 miliar kepada 23 debitur), dan kontraktor perumahan (Rp129,1 miliar kepada 58 debitur). Sementara itu, pembiayaan sisi permintaan (demand) mencapai Rp185 miliar, menyasar 1.509 debitur UMKM yang membutuhkan hunian.
Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari strategi Perseroan untuk mengakselerasi inklusi pembiayaan perumahan di seluruh Indonesia. "Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan hari ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkenalkan Program KPP kepada masyarakat secara lebih luas. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang mengetahui kemudahan akses pembiayaan perumahan yang disediakan pemerintah melalui perbankan," ungkap Aris. Ia menambahkan, program ini tidak hanya ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh rumah dengan pembiayaan yang terjangkau, tetapi juga menopang pengembangan ekosistem perumahan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Kinerja positif BRI dalam pembiayaan perumahan tidak hanya terlihat di acara tersebut. Secara nasional, portofolio pembiayaan perumahan BRI terus mencatatkan pertumbuhan impresif. Hingga 8 September 2026, BRI telah menyalurkan KPP sebesar Rp12 triliun kepada 83.210 debitur. Untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), realisasi penyaluran telah mencapai 25.030 unit rumah, bergerak menuju target komitmen 60.000 unit pada tahun ini.
"Kami berharap dengan adanya kegiatan hari ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. BRI akan terus memperkuat perannya dalam mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah melalui sinergi dengan pemerintah dan pengembang," pungkas Aris, menegaskan komitmen berkelanjutan bank plat merah ini dalam mewujudkan impian jutaan keluarga Indonesia memiliki hunian layak.
Bagi masyarakat yang berminat, BRI menyediakan berbagai penawaran menarik program KPR Sejahtera dan fasilitas KPP yang berlaku hingga 31 Desember 2026. Penawaran istimewa meliputi uang muka (DP) ringan hanya 1% dan suku bunga tetap 5% hingga 20 tahun, serta berbagai kemudahan lainnya yang patut dicermati. Ini adalah kesempatan emas untuk mewujudkan impian memiliki rumah bersama BRI.
