Close Menu
    What's Hot

    Bongkar! Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha, Efisiensi Meroket!

    11-09-2026 - 15.06

    11-09-2026 - 15.02

    IHSG Anjlok Lagi! Sektor Energi Paling Terpukul, Ada Apa?

    11-09-2026 - 13.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Bongkar! Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha, Efisiensi Meroket!
    • IHSG Anjlok Lagi! Sektor Energi Paling Terpukul, Ada Apa?
    • IPAC Hengkang Bursa: Tak Butuh Modal Publik Lagi!
    • Saham GOTO Goyang! Morgan Stanley ‘Panen’ Rp187 Miliar?
    • Misteri Penjualan Saham INPS: Harga Rp350 Terus!
    • Terungkap! 4 Jenis Asuransi Ini Tak Dijamin LPS
    • BTN Guncang Pasar! Bukan Cuma KPR, Ini Target Barunya!
    Jumat, 11 September 2026
    agroplus
    Home - Pangan - IHSG Anjlok Lagi! Sektor Energi Paling Terpukul, Ada Apa?
    Pangan

    IHSG Anjlok Lagi! Sektor Energi Paling Terpukul, Ada Apa?

    11-09-2026 - 13.064 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Agroplus – Pasar modal Indonesia kembali diwarnai sentimen negatif pada Jumat (11/9/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang mengkhawatirkan, dengan anjloknya nilai indeks sebesar 1,49% atau setara 98,43 poin, mengakhiri sesi di level 6.490,91. Situasi ini tentu memicu pertanyaan besar di kalangan investor: apa sebenarnya yang terjadi di balik gejolak bursa ini?

    Berdasarkan data yang dihimpun agroplus.co.id dari IDX Mobile, perdagangan dibuka dengan harapan di level 6.552,79, namun optimisme tersebut tak bertahan lama. Meskipun sempat menyentuh puncak 6.552,70, tekanan jual yang masif menyeret indeks hingga titik terendah 6.462,96 sebelum sedikit rebound di penutupan sesi.

    IHSG Anjlok Lagi! Sektor Energi Paling Terpukul, Ada Apa?
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Gelombang pelemahan ini merata di seluruh lini pasar saham. Data menunjukkan dominasi saham-saham yang melemah, mencapai 545 emiten, berbanding jauh dengan hanya 141 saham yang berhasil menguat dan 277 saham yang stagnan. Aktivitas transaksi juga cukup tinggi, mencatatkan nilai Rp8,46 triliun dari volume perdagangan 18,90 miliar saham, dengan frekuensi mencapai 1,22 juta kali.

    Kondisi ‘merah’ menyelimuti seluruh sektor yang terdaftar di bursa. Sektor energi menjadi yang paling terpukul, mengalami koreksi terdalam sebesar 2,79%. Disusul oleh sektor barang konsumer non-primer yang turun 1,67%, utilitas 1,61%, perindustrian 1,56%, dan sektor keuangan yang juga tidak luput dari tekanan, melemah 1,52%.

    Beberapa saham berkapitalisasi besar, yang sering disebut sebagai ‘blue chip’, justru menjadi motor utama penurunan IHSG. PT Bayan Resources Tbk (BYAN) memimpin daftar pemberat dengan kontribusi negatif 14,30 poin. Diikuti oleh raksasa perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menekan 14,08 poin, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan 7,76 poin. Saham-saham lain seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) (-4,34 poin), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) (-3,96 poin), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) (-2,86 poin), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) (-2,46 poin), PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) (-2,45 poin), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) (-2,28 poin), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) (-2,06 poin) turut memperparah kondisi.

    Di tengah badai merah ini, hanya segelintir saham yang mampu menunjukkan perlawanan dan memberikan kontribusi positif. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi penopang terbesar dengan sumbangan 1,79 poin, disusul oleh PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) dengan 0,72 poin, dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang menyumbang 0,54 poin.

    Pelemahan IHSG hari ini bukanlah kejadian tunggal, melainkan kelanjutan dari tren negatif yang sudah terlihat sebelumnya. Pada Kamis (10/9/2026), sehari sebelumnya, IHSG juga ditutup anjlok 1,33% ke level 6.589,34, dengan seluruh sektor juga berada di zona merah.

    Sentimen global menjadi faktor krusial yang tak bisa diabaikan dalam memahami pergerakan pasar saat ini. Para analis sebelumnya telah menyoroti beberapa isu yang membuat bursa regional, termasuk IHSG, sangat rentan terhadap tekanan. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, ditambah dengan kenaikan harga minyak dunia, menciptakan ketidakpastian yang signifikan.

    Lebih lanjut, Amerika Serikat kini menghadapi masalah utang yang semakin mengkhawatirkan. Utang pemerintah federal AS secara resmi telah menembus angka US$40 triliun, sebuah rekor baru yang menjadi sinyal peringatan serius atas beban fiskal negara adidaya tersebut.

    Dampak dari persoalan utang ini sudah mulai terasa di pasar obligasi. Departemen Keuangan AS berupaya menjaga likuiditas pasar obligasi dengan menyiapkan aksi buyback surat utang hingga US$6 miliar, tiga kali lipat dari operasi normal, yang menargetkan Treasury tenor 10 tahun dan 20 tahun. Namun, kebijakan ini justru direspons negatif oleh pasar. Yield Treasury 10 tahun melonjak ke 4,84%, sementara yield tenor 20 tahun mencapai 5,314%, dan tenor 30 tahun bahkan menembus 5,3%.

    Posisi yield Treasury 10 tahun ini merupakan yang tertinggi sejak Oktober 2023. Kenaikan yield ini menjadi perhatian serius bagi investor, karena dapat meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar AS, yang pada gilirannya menekan valuasi aset-aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang seperti Indonesia.

    Dengan kombinasi sentimen domestik dan global yang kurang mendukung, prospek pasar saham Indonesia tampaknya masih akan menghadapi tantangan berat dalam waktu dekat.

    (mkh/mkh)

    [Gambas:Video CNBC]

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Bongkar! Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha, Efisiensi Meroket!

    11-09-2026 - 15.06

    11-09-2026 - 15.02

    IPAC Hengkang Bursa: Tak Butuh Modal Publik Lagi!

    11-09-2026 - 13.02

    Saham GOTO Goyang! Morgan Stanley ‘Panen’ Rp187 Miliar?

    11-09-2026 - 10.06

    Misteri Penjualan Saham INPS: Harga Rp350 Terus!

    11-09-2026 - 10.02

    Terungkap! 4 Jenis Asuransi Ini Tak Dijamin LPS

    11-09-2026 - 08.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Bongkar! Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha, Efisiensi Meroket!

    Agroplus – PT Pertamina (Persero), raksasa energi nasional, sedang gencar melakukan penataan ulang besar-besaran terhadap…

    11-09-2026 - 15.02

    IHSG Anjlok Lagi! Sektor Energi Paling Terpukul, Ada Apa?

    11-09-2026 - 13.06

    IPAC Hengkang Bursa: Tak Butuh Modal Publik Lagi!

    11-09-2026 - 13.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.