Agroplus – Dunia investasi kembali disuguhkan manuver mengejutkan dari pemain kelas kakap. Setelah sebelumnya gencar memborong saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dalam jumlah fantastis, kini Morgan Stanley and Co International PLC terpantau melepas sebagian "panen" mereka. Investor global ini diketahui menjual 7,4 miliar lembar saham GOTO dengan harga rata-rata Rp25,39 per saham, menghasilkan total transaksi senilai Rp187 miliar.
Pergerakan saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini, seperti yang diungkapkan pada Jumat (11/9/2026), terjadi tepat pada tanggal 4 September 2026. Pasca-transaksi pelepasan ini, porsi kepemilikan Morgan Stanley di GOTO kini berada di angka 6,99%. Angka ini tentu menarik perhatian, mengingat belum genap seminggu sebelumnya, raksasa finansial ini baru saja menanam modal besar-besaran di emiten teknologi tersebut.

Sebelum aksi jual ini, Morgan Stanley tercatat melakukan pembelian saham GOTO secara agresif dalam tiga gelombang transaksi pada 2 September 2026. Kala itu, total saham GOTO yang mereka akuisisi mencapai 21.919.002.926 lembar. Dengan harga pembelian seragam Rp25 per saham, nilai total investasi saat itu mencapai sekitar Rp547,98 miliar. Sebuah langkah yang oleh Morgan Stanley sendiri diklaim sebagai "tujuan investasi dengan kepemilikan saham langsung," sebagaimana tertera dalam keterbukaan informasi BEI pada Selasa (8/9/2026).
Rincian pembelian pada tanggal 2 September 2026 menunjukkan betapa masifnya strategi Morgan Stanley. Pada transaksi pertama, mereka membeli 12.577.872.400 saham biasa GOTO senilai sekitar Rp314,45 miliar. Disusul kemudian dengan pembelian 119.953.200 saham GOTO senilai Rp3 miliar. Dan puncaknya, transaksi ketiga menambah kepemilikan mereka dengan 9.221.177.326 saham lagi, senilai sekitar Rp230,53 miliar.
Sebelum serangkaian pembelian ini, Morgan Stanley and Co International Plc sudah memiliki 65.808.820.258 saham GOTO, setara dengan hak suara 5,7157%. Setelah seluruh transaksi pembelian tersebut, kepemilikan mereka melonjak drastis menjadi 87.487.916.784 saham atau setara dengan hak suara 7,5986%.
Fenomena "borong lalu jual" ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh Morgan Stanley terhadap saham GOTO. Sebelumnya, pada 21 Agustus 2026, mereka juga terpantau melakukan pembelian saham GOTO senilai sekitar Rp87,3 miliar dalam dua transaksi. Saat itu, Morgan Stanley membeli 3.138.522.500 saham biasa GOTO dengan harga Rp23 per saham, senilai Rp72,19 miliar. Di hari yang sama, mereka menambah lagi 657.341.400 saham GOTO dengan harga yang sama.
Pergerakan cepat Morgan Stanley, dari memborong dalam jumlah besar hingga melepas sebagian kepemilikan dalam waktu singkat, memunculkan berbagai spekulasi di kalangan pelaku pasar. Apakah ini merupakan strategi "panen cepat" untuk mengamankan keuntungan jangka pendek, ataukah ada pembacaan pasar yang lebih dalam di balik manuver ini? Yang jelas, dinamika pasar saham, layaknya musim tanam dan panen di pertanian, selalu menyimpan kejutan dan strategi yang patut dicermati. Informasi lebih lanjut mengenai analisis pasar ini dapat ditemukan di agroplus.co.id.
