Close Menu
    What's Hot

    Emiten Bergerak Garap Rumah Subsidi

    14-10-2026 - 10.06

    Investor Rebutan Surat Utang Negara

    14-10-2026 - 10.02

    IHSG Tergelincir di Bawah Level 6000

    14-10-2026 - 08.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Emiten Bergerak Garap Rumah Subsidi
    • Investor Rebutan Surat Utang Negara
    • IHSG Tergelincir di Bawah Level 6000
    • Misteri Saham yang Diburu Asing Saat IHSG Lesu
    • BUMI Buka Suara Soal Isu Akuisisi Kideco
    • Strategi BPD Kelola Gaji ASN
    • IHSG Tertekan di Tengah Gejolak Global
    • Proyek Emas Aceh Terhenti Total
    Rabu, 14 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Rupiah Terkapar! Dolar AS Mengganas, Petani Waspada!
    Pangan

    Rupiah Terkapar! Dolar AS Mengganas, Petani Waspada!

    27-08-2026 - 15.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Agroplus – Kabar kurang menggembirakan datang dari pasar keuangan hari ini, di mana nilai tukar Rupiah kembali harus mengakui dominasi Dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan mata uang Garuda ini, meski tidak terlalu drastis, tetap menjadi sorotan, terutama bagi sektor-sektor vital seperti pertanian yang sangat bergantung pada stabilitas ekonomi makro.

    Merujuk data terkini, pada penutupan perdagangan Kamis (27/8/2026), Rupiah tercatat terdepresiasi tipis 0,11%, mengakhiri hari di posisi Rp17.715 per Dolar AS. Angka ini sedikit membaik dari posisi pembukaan yang sempat menyentuh Rp17.750 per Dolar AS, menunjukkan adanya upaya keras untuk menahan laju pelemahan. Namun, tren ini membalikkan sedikit penguatan yang sempat dinikmati Rupiah sehari sebelumnya, Rabu (26/8/2026), ketika ditutup menguat 0,06% ke level Rp17.695 per Dolar AS.

    Rupiah Terkapar! Dolar AS Mengganas, Petani Waspada!
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Di sisi lain, indeks Dolar AS (DXY) yang menjadi barometer kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, terpantau sedikit melemah 0,01% ke level 99,151 pada pukul 15.00 WIB. Meski begitu, Dolar AS masih kokoh bertahan di sekitar level tertinggi dalam delapan hari terakhir. Kekuatan Dolar ini didukung oleh data inflasi AS yang sedikit melampaui perkiraan pasar. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS pada Juli naik 3,7% secara tahunan, lebih tinggi dari konsensus 3,6%.

    Data inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi ini membuka peluang bagi bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), untuk kembali menaikkan suku bunga. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi di AS secara otomatis membuat aset berdenominasi Dolar menjadi lebih menarik, membatasi aliran investasi ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Bagi petani, kondisi ini bisa berarti potensi kenaikan harga input pertanian yang diimpor, seperti pupuk atau alat mesin pertanian, yang pada akhirnya dapat menekan profitabilitas dan memengaruhi harga jual hasil panen.

    Pasar kini menanti pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam simposium Jackson Hole untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga AS hingga akhir tahun. Di dalam negeri, perhatian juga tertuju pada hasil uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur Bank Indonesia (BI) beserta jajaran Dewan Gubernur oleh Komisi XI DPR.

    Anggota Komisi XI DPR, Harris Turino, mengonfirmasi bahwa pengumuman hasil uji kelayakan tersebut akan dilakukan sore ini, bersamaan dengan Deputi Gubernur. Destry Damayanti menjadi calon tunggal Gubernur BI, sementara Aida S. Budiman calon tunggal Deputi Gubernur Senior BI. Komisi XI juga menguji dua calon Deputi Gubernur BI, Solikin M. Juhro dan M. Anwar Bashori, yang salah satunya akan dipilih.

    Pemilihan pimpinan BI ini sangat krusial. Keputusan mereka akan menentukan kesinambungan kebijakan moneter dan komitmen dalam menjaga stabilitas Rupiah, yang secara tidak langsung juga berpengaruh pada iklim usaha di sektor pertanian. Penetapan resmi Gubernur BI dan jajarannya dijadwalkan dalam rapat paripurna DPR pada Selasa (1/9/2026). Stabilitas ini penting agar petani dapat merencanakan produksi tanpa dihantui gejolak harga yang tak terduga akibat fluktuasi mata uang.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Emiten Bergerak Garap Rumah Subsidi

    14-10-2026 - 10.06

    Investor Rebutan Surat Utang Negara

    14-10-2026 - 10.02

    IHSG Tergelincir di Bawah Level 6000

    14-10-2026 - 08.06

    Misteri Saham yang Diburu Asing Saat IHSG Lesu

    14-10-2026 - 08.02

    BUMI Buka Suara Soal Isu Akuisisi Kideco

    14-10-2026 - 05.06

    Strategi BPD Kelola Gaji ASN

    14-10-2026 - 05.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Emiten Bergerak Garap Rumah Subsidi

    agroplus.co.id – Di tengah ketidakpastian regulasi mengenai perluasan program rumah subsidi, PT Repower Asia Indonesia…

    Investor Rebutan Surat Utang Negara

    14-10-2026 - 10.02

    IHSG Tergelincir di Bawah Level 6000

    14-10-2026 - 08.06

    Misteri Saham yang Diburu Asing Saat IHSG Lesu

    14-10-2026 - 08.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.