Agroplus – Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan daya tariknya sebagai ladang investasi yang menjanjikan, seolah tanah subur yang siap ditanami dan menghasilkan panen melimpah. Kali ini, IKN kedatangan "petani" modal raksasa dari Tiongkok. PT Star Bright International Investment, sebuah perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal China, baru-baru ini secara resmi memulai konstruksi proyek kawasan terpadu senilai Rp1,25 triliun. Lokasinya yang strategis di Sub Wilayah Perencanaan (WP) 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, menandai babak baru dalam pembangunan kota masa depan Indonesia.
Direktur Utama PT Star Bright International Investment, Lu Keming, akhirnya membuka suara, menjelaskan mengapa perusahaannya begitu tertarik "menanamkan benih" di IKN. Ia menyebut dukungan penuh dari Kepala Otorita IKN, Bapak Basuki, sebagai pendorong utama. "Dengan dukungan Bapak Basuki, kami menjalankan proyek ini dengan total investasi sekitar Rp1,2 triliun. Target kami, dalam waktu kurang lebih satu tahun, proyek apartemen ini sudah kami selesaikan dan siap digunakan," ungkap Lu Keming, menunjukkan optimisme terhadap percepatan pembangunan.

Visi "panen" investasi Lu Keming di IKN tidak berhenti pada apartemen semata. Ia mengungkapkan bahwa perusahaannya juga akan membangun hotel dan mengembangkan sektor pariwisata di kawasan tersebut. "Ke depan kami juga akan membangun hotel di kawasan ini. Guru saya datang kali ini untuk meninjau rencana hotel dan hal-hal lain yang berkaitan termasuk pengembangan pariwisata," bebernya, mengisyaratkan perencanaan jangka panjang yang komprehensif.
Yang menarik, Lu Keming melihat IKN memiliki kemiripan dengan perjalanan pembangunan Tiongkok. Ia mengenang bagaimana China di era 1980-an dan 1990-an dulunya adalah kawasan biasa, bahkan kosong, namun dalam waktu singkat bertransformasi menjadi deretan gedung pencakar langit. "Selama bertahun-tahun saya menyaksikan perkembangan China sejak era 1980-an dan 1990-an yang dulu seperti Nusantara. Tiga tahun lalu masih berupa lahan yang kosong, lalu dalam waktu singkat berubah menjadi deretan gedung tinggi dalam waktu kurang dari 40 tahun melalui reformasi dan keterbukaan China berkembang dengan pesat dan begitu indah," tuturnya, menggambarkan optimisme yang sama untuk IKN.
Dengan keyakinan penuh, Lu Keming meramalkan masa depan cerah bagi IKN. "Karena itu saya sangat menyukai IKN dan saya yakin tanah ini akan terus berkembang dan sangat baik, sangat luar biasa dan menjadi salah satu kota terindah di dunia," pungkasnya, seolah melihat bibit-bibit pembangunan yang ditanam akan tumbuh menjadi hutan kota yang megah, indah, dan berkelanjutan. Ini adalah bukti nyata bahwa IKN bukan hanya sekadar proyek pembangunan, melainkan sebuah visi besar yang menarik minat investor global untuk turut serta mengolah "lahan" masa depan Indonesia.
