Close Menu
    What's Hot

    Ramayana Merana? Laba Anjlok 11%, Ini Dia Fakta Lengkapnya!

    31-07-2026 - 02.06

    30-07-2026 - 20.06

    Rupiah Tembus Rp18.075/US$! Ada Apa di Balik Dolar AS Mengganas?

    30-07-2026 - 15.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Ramayana Merana? Laba Anjlok 11%, Ini Dia Fakta Lengkapnya!
    • Rupiah Tembus Rp18.075/US$! Ada Apa di Balik Dolar AS Mengganas?
    • BSI Ungkap Jurus Jitu Panen Emas, Cuan Miliar Rupiah!
    • BNI Makin Kuat! US$700 Juta Amankan Masa Depan Ekonomi!
    • Dolar AS Rp17.000: Mitos atau Fakta? Ekonom DBS Bicara!
    • Terungkap! GOTO Cetak Rekor Laba, Ini Kunci Suksesnya!
    • Rupiah Bangkit! Dolar AS Loyo Jelang Keputusan The Fed
    Jumat, 31 Juli 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Rupiah Tembus Rp18.075/US$! Ada Apa di Balik Dolar AS Mengganas?
    Pangan

    Rupiah Tembus Rp18.075/US$! Ada Apa di Balik Dolar AS Mengganas?

    30-07-2026 - 15.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Agroplus – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS), ditutup pada posisi Rp18.075/US$ pada Kamis (30/7/2026). Tekanan terhadap mata uang Garuda ini membesar seiring dengan penguatan tak terduga mata uang Paman Sam di pasar global, didorong oleh faktor geopolitik yang memanas.

    Menurut data Refinitiv, pada penutupan perdagangan hari itu, rupiah harus mengalami depresiasi sebesar 0,17%. Pelemahan ini semakin terasa dibandingkan posisi pembukaan perdagangan pagi, di mana rupiah sempat dibuka melemah tipis 0,03% di level Rp18.050/US$, namun kemudian kehilangan 25 poin hingga akhir sesi.

    Rupiah Tembus Rp18.075/US$! Ada Apa di Balik Dolar AS Mengganas?
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, terpantau berbalik menguat 0,17% ke posisi 101,052 pada pukul 15.00 WIB. Penguatan ini terjadi setelah DXY sempat terpuruk 0,52% pada perdagangan sebelumnya, merespons keputusan bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) yang kembali mempertahankan suku bunga acuannya.

    Namun, angin segar yang sempat berhembus dari keputusan The Fed untuk menahan suku bunga, kini mulai memudar. Konflik geopolitik antara AS dan Iran yang kembali memanas, dengan laporan serangan udara AS di Iran, sontak memicu lonjakan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe-haven. Kondisi ini turut menambah tekanan terhadap rupiah di pasar Asia.

    Dalam rapat yang berakhir Rabu waktu AS, The Fed memang mempertahankan suku bunga acuannya pada rentang 3,50%-3,75%, sesuai dengan perkiraan mayoritas pelaku pasar. Namun, keputusan ini tidak diambil secara bulat. Tiga dari 12 anggota Federal Open Market Committee (FOMC) memilih berbeda, menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan kali ini.

    Perbedaan suara tersebut mengindikasikan masih kuatnya kekhawatiran terhadap tekanan inflasi di kalangan pembuat kebijakan. The Fed sendiri menilai suku bunga saat ini masih cukup tinggi untuk menahan aktivitas ekonomi dan membantu membawa inflasi kembali turun menuju target 2%.

    Arah kebijakan The Fed berikutnya juga menjadi lebih sulit dibaca setelah Ketua The Fed, Kevin Warsh, menegaskan bahwa bank sentral tidak akan lagi memberikan petunjuk atau forward guidance mengenai pergerakan suku bunga. Warsh memastikan The Fed tetap siap mengambil tindakan apabila diperlukan untuk mengembalikan inflasi menuju sasaran 2%, namun setiap keputusan berikutnya akan sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi terbaru.

    Berdasarkan perangkat CME FedWatch, kontrak Fed funds futures kini memperhitungkan probabilitas sebesar 34,9% bahwa The Fed kembali mempertahankan suku bunga pada pertemuan yang berakhir 16 September 2026. Peluang ini meningkat dari 24% sebelum hasil rapat terbaru diumumkan. Pelaku pasar selanjutnya akan mencermati data inflasi dan pasar tenaga kerja AS untuk membaca arah kebijakan The Fed pada September, yang akan sangat menentukan pergerakan nilai tukar rupiah ke depan.

    (Sumber: agroplus.co.id)

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Ramayana Merana? Laba Anjlok 11%, Ini Dia Fakta Lengkapnya!

    31-07-2026 - 02.06

    30-07-2026 - 20.06

    BSI Ungkap Jurus Jitu Panen Emas, Cuan Miliar Rupiah!

    30-07-2026 - 10.06

    BNI Makin Kuat! US$700 Juta Amankan Masa Depan Ekonomi!

    30-07-2026 - 05.06

    Dolar AS Rp17.000: Mitos atau Fakta? Ekonom DBS Bicara!

    30-07-2026 - 02.06

    Terungkap! GOTO Cetak Rekor Laba, Ini Kunci Suksesnya!

    29-07-2026 - 20.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Ramayana Merana? Laba Anjlok 11%, Ini Dia Fakta Lengkapnya!

    Agroplus – Kabar kurang menggembirakan datang dari PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), salah satu…

    30-07-2026 - 20.06

    Rupiah Tembus Rp18.075/US$! Ada Apa di Balik Dolar AS Mengganas?

    30-07-2026 - 15.06

    BSI Ungkap Jurus Jitu Panen Emas, Cuan Miliar Rupiah!

    30-07-2026 - 10.06
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.