Agroplus – Dunia bisnis energi kembali dihebohkan dengan langkah strategis yang diambil oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Happy Hapsoro. Perusahaan ini baru saja merampungkan akuisisi signifikan, menancapkan kukunya lebih dalam di sektor hulu minyak dan gas bumi nasional. RATU kini resmi menguasai 20% kepentingan ekonomi di Madura Strait PSC, sebuah blok yang dioperasikan oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).
Akuisisi ini tidak dilakukan secara langsung, melainkan melalui anak perusahaan terkendali RATU, yaitu PT Raharja Energi Madura (PT REM). PT REM mengambil alih seluruh saham SMS Development Limited (SMSD), entitas investasi yang sebelumnya memegang 20% saham di HCML. Dengan demikian, RATU secara tidak langsung kini memiliki hak partisipasi yang substansial di salah satu aset migas produktif di Indonesia.

"Penyelesaian transaksi ini merupakan tonggak penting dalam strategi ekspansi RATU di sektor hulu minyak dan gas bumi," demikian pernyataan manajemen. Langkah ini memperkuat visi jangka panjang RATU untuk memperluas cadangan dan basis produksi, sekaligus melengkapi portofolio yang telah ada. Adrian Hartadi, Direktur Keuangan RATU, menegaskan bahwa Madura Strait PSC adalah aset yang telah terbukti produktif dengan rekam jejak yang solid, melengkapi portofolio RATU yang sudah ada, termasuk 8% PI di PSC Jabung dan 2,24% PI di PSC Cepu. "Ke depan, kami akan fokus memastikan manfaat akuisisi ini benar-benar dirasakan baik dalam kinerja keuangan Perseroan maupun dalam nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham," tambahnya. Manfaat ekonomi dari kepemilikan 20% di HCML sejak 1 Januari 2026 akan tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian RATU di kuartal II tahun ini.
Rangkaian transaksi akuisisi ini melibatkan dua perjanjian utama. Pertama, perjanjian novasi senilai US$59,2 juta, di mana PT REM mengambil alih hak dan kewajiban sebagai pemberi pinjaman baru dari SMS Offshore Overseas Limited kepada SMSD. Pinjaman ini, yang sebelumnya bersifat tanpa bunga dan secara substansi ekonomi dikategorikan sebagai quasi-equity, akan disesuaikan suku bunganya setelah persetujuan RUPS, dengan estimasi beban bunga 5% per tahun sekitar US$2,96 juta yang akan dieliminasi dalam laporan konsolidasi sehingga tidak berdampak terhadap laba bersih konsolidasian.
Kedua, PT REM juga meneken Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) saham untuk mengakuisisi 100% saham SMSD dari SMS Offshore Overseas Limited dengan nilai transaksi utama US$62,51 juta. RATU telah menyetor deposit awal sebesar US$12,5 juta pada akhir 2025. Menariknya, transaksi ini juga menyertakan skema pembayaran bersyarat (contingent payment) senilai US$16,5 juta jika perpanjangan Production Sharing Contract (PSC) berhasil diperoleh, ditambah bonus US$3 juta jika perpanjangan terjadi sebelum 30 Juni 2027.
Secara keseluruhan, nilai total transaksi akuisisi ini, termasuk pembayaran bersyarat dan novasi pinjaman, mencapai angka fantastis US$141.219.164. Pendanaan transaksi ini sebagian besar didukung oleh OCP Asia Fund IV dan OCP Asia Fund V sebagai pemberi pinjaman baru, yang secara ekonomi berhak atas hasil transaksi. Dana pembayaran pengalihan saham oleh PT REM pada prinsipnya digunakan untuk menyelesaikan kewajiban kepada kedua fund tersebut.
Guna memitigasi risiko, RATU juga menjalin kerja sama strategis dengan PT Petro Indo Pasifik (PT PIP). Melalui surat tambahan tertanggal 26 Desember 2025, RATU menanggung 45% dan PT PIP 55% dari potensi klaim kewajiban pembeli. Selain itu, dalam perjanjian jaminan pembiayaan akuisisi tertanggal 17 Maret 2026, RATU menanggung 51% kewajiban sementara PT PIP sebesar 49%. Dengan pembagian risiko ini, total eksposur maksimum dari jaminan korporasi dan jaminan defisit kas yang diperkirakan mencapai US$78,19 juta dapat dikelola dengan baik.
Manajemen RATU optimistis bahwa kapasitas ekuitas konsolidasi perusahaan sebesar US$56,6 juta per akhir 2025 sangat memadai untuk menyerap potensi eksposur tersebut tanpa mengganggu kelangsungan usaha. Akuisisi ini bukan sekadar penambahan aset, melainkan langkah visioner yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi RATU dan para pemegang sahamnya di masa depan, memperkuat posisi perusahaan di peta industri hulu migas nasional.
