Agroplus – Kabar mengejutkan datang dari PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS), emiten yang bergerak di bidang laboratorium kesehatan. Perusahaan ini berencana melakukan langkah strategis berupa penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu, atau yang dikenal sebagai private placement, sebuah upaya untuk memupuk kekuatan finansialnya.
Dalam langkah ini, DGNS akan ‘menanam’ bibit saham baru sebanyak-banyaknya 125 juta lembar. Jumlah ini setara dengan maksimal 10 persen dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh perseroan. Setiap bibit saham baru ini akan memiliki nilai nominal Rp25, sama dengan nilai intrinsik saham yang sudah beredar di pasar.

Manajemen DGNS menegaskan bahwa ‘penanaman’ modal ini akan dilakukan sesuai dengan ‘pedoman bercocok tanam’ yang berlaku di pasar modal. Ini termasuk kepatuhan terhadap harga pelaksanaan saham yang diatur oleh regulasi, seperti yang tercantum dalam prospektus terbaru mereka yang dirilis pada Jumat, 27 Februari 2026.
Langkah private placement ini, menurut manajemen DGNS, adalah strategi jitu untuk memperkokoh akar struktur permodalan perusahaan. Ini sejalan dengan pertumbuhan pesat ‘lahan bisnis’ mereka. Rencana penting ini akan dibahas lebih lanjut dan diharapkan mendapatkan restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 6 April 2026, menandai dimulainya ‘musim tanam’ modal baru.
Sebagai informasi tambahan bagi pembaca agroplus.co.id, DGNS adalah salah satu ‘bibit unggul’ dari PT Bundamedik Tbk (BMHS). Perusahaan ini berfokus pada layanan laboratorium patologi dan genomik, menyediakan ‘pupuk’ diagnostik terpadu dan terintegrasi yang esensial untuk mendukung ‘rantai kehidupan’ manusia. Layanan mereka mencakup seluruh spektrum kehidupan, mulai dari program kehamilan, masa kehamilan, tumbuh kembang anak, usia produktif, hingga layanan geriatri, memastikan ‘ekosistem kesehatan’ yang berkelanjutan.
