Close Menu
    What's Hot

    Transaksi Jumbo Saham BYAN Rp 26 Triliun

    08-10-2026 - 08.06

    Gadai Saham JARR ke Bank Mandiri

    08-10-2026 - 08.02

    LPS Siapkan Aturan Biaya Baru Tahun 2027

    08-10-2026 - 05.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Transaksi Jumbo Saham BYAN Rp 26 Triliun
    • Gadai Saham JARR ke Bank Mandiri
    • LPS Siapkan Aturan Biaya Baru Tahun 2027
    • Rupiah Menguat Tipis di Tengah Tekanan Global
    • Nasib Rupiah di Tengah Badai Global
    • Misteri Akuisisi KB Bank Terjawab Sudah
    • IHSG Terperosok Akibat Tekanan Sektor Energi
    • Strategi Baru AYLS Perkuat Bisnis
    Kamis, 8 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Transaksi Jumbo Saham BYAN Rp 26 Triliun
    Pangan

    Transaksi Jumbo Saham BYAN Rp 26 Triliun

    08-10-2026 - 08.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Dunia pasar modal tanah air mendadak riuh setelah munculnya kabar transaksi raksasa di pasar negosiasi yang melibatkan salah satu emiten batu bara terbesar, PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Nilai transaksi yang menembus angka fantastis sebesar Rp 26,10 triliun ini menjadi sorotan tajam para pelaku pasar, terutama karena adanya keterlibatan nama besar di balik perusahaan tersebut.

    Transaksi jumbo ini tercatat terjadi pada perdagangan sesi pertama, Rabu (7/10/2026). Angka tersebut menjadikannya sebagai transaksi terbesar di pasar negosiasi sepanjang hari itu. Kabar ini muncul di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sedang mengalami tekanan. Pada akhir sesi pertama, IHSG terpantau merosot ke level 6.158,78, atau turun sekitar 34,145 poin atau 0,551%. Menariknya, pergerakan saham BYAN juga turut memberikan tekanan pada laju indeks nasional yang berada di zona merah.

    Transaksi Jumbo Saham BYAN Rp 26 Triliun
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Spekulasi mengenai siapa aktor di balik transaksi ini pun langsung berkembang pesat. Berdasarkan keterbukaan informasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat indikasi kuat mengenai penambahan kepemilikan saham oleh PT Jhonlin Baratama. Perusahaan ini dikenal sebagai entitas milik pengusaha ternama Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam.

    Manajemen BYAN secara resmi mengonfirmasi adanya perubahan dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS). Dalam laporan terbaru, jumlah saham dalam perjanjian tersebut mengalami peningkatan, dari yang semula berjumlah 10.000.000.500 saham biasa menjadi 10.084.088.370 saham. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang telah ditandatangani sebelumnya pada pertengahan September 2026.

    Secara kronologis, Dato’ Low Tuck Kwong dan Elaine Low selaku pemilik lama telah menandatangani PJBS dengan PT Jhonlin Baratama sebagai pembeli pada 16 September 2026. Tak lama berselang, tepatnya pada 1 Oktober 2026, kedua belah pihak kembali menandatangani perubahan atas perjanjian tersebut, yang kemudian memicu lonjakan volume transaksi di pasar negosiasi.

    Meski nilai transaksinya sangat masif dan memicu volatilitas harga, pihak manajemen BYAN memberikan klarifikasi untuk menenangkan para investor. Manajemen menegaskan bahwa perubahan struktur kepemilikan ini tidak akan membawa dampak negatif yang signifikan terhadap jalannya perusahaan.

    "Kejadian tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan," tulis pernyataan resmi manajemen pada Rabu (7/10/2026).

    Namun, pasar tampaknya bereaksi berbeda terhadap berita ini. Pada perdagangan sesi kedua, harga saham emiten milik Low Tuck Kwong ini justru mengalami koreksi tajam. Hingga pukul 14.22 WIB, harga saham BYAN terpantau merosot ke level Rp12.575 per saham, atau turun sebesar 6,51% dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di angka Rp13.450. Walaupun harga sahamnya terkoreksi, nilai kapitalisasi pasar BYAN tetap berada di angka yang sangat besar, yakni mencapai Rp419,17 triliun.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Gadai Saham JARR ke Bank Mandiri

    08-10-2026 - 08.02

    LPS Siapkan Aturan Biaya Baru Tahun 2027

    08-10-2026 - 05.06

    Rupiah Menguat Tipis di Tengah Tekanan Global

    08-10-2026 - 05.02

    Nasib Rupiah di Tengah Badai Global

    08-10-2026 - 02.06

    Misteri Akuisisi KB Bank Terjawab Sudah

    08-10-2026 - 02.02

    IHSG Terperosok Akibat Tekanan Sektor Energi

    08-10-2026 - 00.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Transaksi Jumbo Saham BYAN Rp 26 Triliun

    agroplus.co.id – Dunia pasar modal tanah air mendadak riuh setelah munculnya kabar transaksi raksasa di…

    Gadai Saham JARR ke Bank Mandiri

    08-10-2026 - 08.02

    LPS Siapkan Aturan Biaya Baru Tahun 2027

    08-10-2026 - 05.06

    Rupiah Menguat Tipis di Tengah Tekanan Global

    08-10-2026 - 05.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.