Close Menu
    What's Hot

    Lelang Saham BEI Resmi Dibatalkan

    27-09-2026 - 10.06

    Harta Karun Tersembunyi Warga RI Senilai Rp4500 T

    27-09-2026 - 10.02

    Sinergi Kemenkeu dan BI Dongkrak Pasar

    27-09-2026 - 08.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Lelang Saham BEI Resmi Dibatalkan
    • Harta Karun Tersembunyi Warga RI Senilai Rp4500 T
    • Sinergi Kemenkeu dan BI Dongkrak Pasar
    • Tragedi Keserakahan Mal Terbesar di Korea
    • Harga Minyak dan Batubara Melonjak Tinggi
    • Nasib Dana Pensiun BUMN Kini Jadi Sorotan
    • Rupiah Terancam Tembus Level Psikologis 18 Ribu
    • Mengapa Investor Asing Kabur dari Indonesia
    Minggu, 27 September 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Tragedi Keserakahan Mal Terbesar di Korea
    Pangan

    Tragedi Keserakahan Mal Terbesar di Korea

    27-09-2026 - 08.023 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Sejarah mencatat bahwa ambisi buta untuk meraup keuntungan finansial sering kali harus dibayar dengan harga yang sangat mahal, bahkan nyawa manusia. Salah satu catatan paling kelam dalam sejarah modern Korea Selatan adalah runtuhnya Sampoong Department Store. Mal yang kala itu menyandang status sebagai pusat perbelanjaan terbesar di negeri ginseng tersebut, berubah menjadi kuburan massal akibat kelalaian manajemen yang mengabaikan keselamatan demi uang.

    Peristiwa mematikan yang terjadi pada 29 Juni 1995 ini menjadi salah satu bencana non-alam paling mengerikan yang pernah dialami dunia. Tragedi ini merenggut sedikitnya 502 nyawa, sementara lebih dari 1.500 orang lainnya terjebak dan terkubur di bawah reruntuhan beton yang masif.

    Tragedi Keserakahan Mal Terbesar di Korea
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Berdasarkan laporan investigasi, sebenarnya tanda-tanda bencana sudah muncul jauh sebelum hari nahas tersebut. Sejak April 1995, atau sekitar tiga bulan sebelum kejadian, retakan besar mulai terlihat jelas pada dinding dan atap di lantai lima. Namun, alih-alih mengambil tindakan tegas seperti menutup gedung untuk audit struktur, pihak pengelola justru memilih jalan pintas yang sangat berisiko. Mereka hanya memindahkan beberapa kios ke lantai bawah, sementara operasional mal di lantai lainnya tetap berjalan normal demi menjaga arus pendapatan.

    Situasi semakin kritis pada sore hari tanggal 29 Juni 1995. Retakan bangunan dilaporkan semakin meluas hingga ke lantai empat. Bukannya mengevakuasi pengunjung, manajemen justru hanya mematikan sistem pendingin ruangan (AC) dengan alasan teknis, padahal tujuan sebenarnya adalah menghindari kerugian transaksi bisnis yang sedang tinggi. Ironisnya, saat menyadari bangunan sudah berada di ambang kehancuran, para petinggi perusahaan justru melarikan diri dari lokasi, meninggalkan ribuan karyawan dan pengunjung dalam ketidaktahuan.

    Para pengunjung yang berada di dalam mal hanya merasakan suasana yang semakin pengap dan panas akibat AC yang mati, tanpa menyadari bahwa struktur bangunan di atas kepala mereka sedang berada di titik kritis. Sekitar pukul 17.50 waktu setempat, suara gemuruh hebat terdengar dari dalam gedung. Dalam hitungan detik, bangunan megah berlantai lima itu runtuh total, menimbun ribuan orang di bawah ribuan ton beton.

    Hasil investigasi mendalam mengungkap bahwa akar masalah bermula sejak tahun 1987. Lahan yang digunakan untuk membangun mal tersebut ternyata adalah bekas tempat pembuangan sampah yang memiliki kondisi tanah tidak stabil. Kontraktor awal sebenarnya sudah memperingatkan risiko pembangunan di atas lahan tersebut, namun pemilik Sampoong, Lee Joon, menolak mentah-mentah saran tersebut. Ia bahkan memecat kontraktor pertama dan menggantinya dengan pihak lain yang bersedia mengikuti instruksi desainnya yang cacat secara struktur.

    Akibat kelalaian berat ini, pengadilan akhirnya menjatuhkan hukuman penjara kepada Lee Joon dan putranya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas hilangnya ratusan nyawa manusia. Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi dunia industri bahwa keselamatan publik tidak boleh pernah dikorbankan demi keuntungan semata.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Lelang Saham BEI Resmi Dibatalkan

    27-09-2026 - 10.06

    Harta Karun Tersembunyi Warga RI Senilai Rp4500 T

    27-09-2026 - 10.02

    Sinergi Kemenkeu dan BI Dongkrak Pasar

    27-09-2026 - 08.06

    Harga Minyak dan Batubara Melonjak Tinggi

    27-09-2026 - 05.06

    Nasib Dana Pensiun BUMN Kini Jadi Sorotan

    27-09-2026 - 05.02

    Rupiah Terancam Tembus Level Psikologis 18 Ribu

    27-09-2026 - 02.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Lelang Saham BEI Resmi Dibatalkan

    agroplus.co.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) secara mengejutkan mengambil langkah drastis dengan membatalkan rencana pelelangan…

    Harta Karun Tersembunyi Warga RI Senilai Rp4500 T

    27-09-2026 - 10.02

    Sinergi Kemenkeu dan BI Dongkrak Pasar

    27-09-2026 - 08.06

    Tragedi Keserakahan Mal Terbesar di Korea

    27-09-2026 - 08.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.