Close Menu
    What's Hot

    Strategi Baru MKNT Ubah Arah Bisnis

    12-10-2026 - 00.06

    Strategi Baru Mandiri Kuasai Pasar Emas

    12-10-2026 - 00.02

    Rahayu Saraswati Mundur dari Komisaris Utama TRIN

    11-10-2026 - 23.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Strategi Baru MKNT Ubah Arah Bisnis
    • Strategi Baru Mandiri Kuasai Pasar Emas
    • Rahayu Saraswati Mundur dari Komisaris Utama TRIN
    • Danza Jadi Nama Baru Mobil Premium BYD
    • BRI Kokoh Jadi Merek Paling Berharga di RI
    • Ameriza Pimpin BI Sumatera Utara
    • Misteri Rupiah dan Gejolak Politik RI
    • Cara Cairkan Saldo JHT Tanpa Resign
    Senin, 12 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Tolak Rp89 Triliun! Putra Miliarder Pilih Jalan Suci
    Pangan

    Tolak Rp89 Triliun! Putra Miliarder Pilih Jalan Suci

    21-06-2026 - 02.072 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Agroplus – Dunia seringkali mengasosiasikan kebahagiaan dengan kemewahan dan harta berlimpah. Namun, kisah Yang Mulia Ven Ajahn Siripanyo, putra tunggal konglomerat Malaysia Ananda Krishnan, justru membuktikan sebaliknya. Ia memilih menolak warisan fantastis senilai Rp89 triliun demi jalan spiritual sebagai biksu Buddha, sebuah pilihan hidup yang langka dan penuh inspirasi.

    Ananda Krishnan bukan sembarang pengusaha. Ia adalah salah satu miliarder terbesar di Malaysia, dengan kekayaan mencapai US$5 miliar atau setara Rp89 triliun. Kerajaan bisnisnya membentang luas dari telekomunikasi, satelit, minyak, properti, hingga media. Tak hanya itu, Siripanyo juga memiliki darah bangsawan Thailand dari ibunya, Momwajarongse Suprinda Chakraban, keturunan keluarga kerajaan. Lingkungan serba ada dan elite adalah santapan sehari-harinya sejak kecil, memberinya akses ke segala bentuk kemewahan yang bisa dibayangkan.

    Tolak Rp89 Triliun! Putra Miliarder Pilih Jalan Suci
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Namun, pada usia 18 tahun, Siripanyo membuat keputusan yang mengejutkan banyak pihak. Ia memilih meninggalkan segala kemewahan itu dan mengabdikan diri pada ajaran Buddha. Keputusan ini, meski tak lazim, mendapat penghormatan penuh dari keluarganya. "Pilihan Ajahn Siripanyo sepenuhnya adalah pilihannya sendiri, dan itu dihormati dalam keluarga," demikian laporan yang dikutip dari South China Morning Post (SCMP) melalui Economic Times.

    Perjalanan spiritualnya dimulai dengan retret keagamaan di Thailand, yang kemudian berkembang menjadi komitmen seumur hidup. Selama lebih dari dua dekade, Siripanyo menjalani hidup sebagai biksu hutan di Biara Dtao Dum, dekat perbatasan Thailand dan Myanmar. Kesehariannya diisi dengan kesederhanaan, meninggalkan materialisme, dan hidup dari kemurahan hati masyarakat, sesuai ajaran Buddha yang ia yakini.

    Siripanyo sendiri bukanlah sosok yang tanpa pendidikan. Ia menghabiskan masa kecilnya di London bersama kedua saudara perempuannya dan menempuh pendidikan di Inggris. Kemampuannya menguasai sedikitnya delapan bahasa menunjukkan kecerdasannya. Pengalaman hidup lintas budaya ini diyakini turut membentuk cara pandangnya terhadap dunia dan memperdalam pemahamannya akan ajaran Buddha, membawanya pada pencarian makna hidup yang lebih mendalam.

    Meski memilih jalan monastik, ia tetap menjaga hubungan baik dengan keluarganya. Sesekali ia mengunjungi sang ayah, berinteraksi kembali dengan kehidupan lamanya, namun selalu dalam koridor prinsip-prinsip Buddha yang menghargai ikatan keluarga. Kisah Siripanyo sering dibandingkan dengan karakter fiksi Julian Mantle dalam novel ‘The Monk Who Sold His Ferrari’. Bedanya, perjalanan Siripanyo adalah realitas langka, sebuah contoh nyata pengabdian spiritual yang jauh lebih berharga daripada tumpukan harta dan kemewahan duniawi yang telah tersedia di depan mata. Kisahnya menjadi pengingat bahwa kekayaan sejati seringkali ditemukan bukan pada apa yang kita miliki, melainkan pada bagaimana kita memilih untuk hidup.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Strategi Baru MKNT Ubah Arah Bisnis

    12-10-2026 - 00.06

    Strategi Baru Mandiri Kuasai Pasar Emas

    12-10-2026 - 00.02

    Rahayu Saraswati Mundur dari Komisaris Utama TRIN

    11-10-2026 - 23.06

    Danza Jadi Nama Baru Mobil Premium BYD

    11-10-2026 - 23.02

    BRI Kokoh Jadi Merek Paling Berharga di RI

    11-10-2026 - 20.06

    Ameriza Pimpin BI Sumatera Utara

    11-10-2026 - 20.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Strategi Baru MKNT Ubah Arah Bisnis

    agroplus.co.id – PT Remitra Global International Tbk (MKNT) secara resmi melakukan transformasi besar-besaran yang mengubah…

    Strategi Baru Mandiri Kuasai Pasar Emas

    12-10-2026 - 00.02

    Rahayu Saraswati Mundur dari Komisaris Utama TRIN

    11-10-2026 - 23.06

    Danza Jadi Nama Baru Mobil Premium BYD

    11-10-2026 - 23.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.