Close Menu
    What's Hot

    Target Lima Bank Syariah Raksasa di 2027

    02-10-2026 - 20.06

    Geo Dipa Siap Jadi Motor Ekonomi Hijau

    02-10-2026 - 20.02

    Strategi Jitu Industri Fashion Hadapi Perubahan Tren

    02-10-2026 - 18.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Target Lima Bank Syariah Raksasa di 2027
    • Geo Dipa Siap Jadi Motor Ekonomi Hijau
    • Strategi Jitu Industri Fashion Hadapi Perubahan Tren
    • Strategi Baru Merger BUMN Karya Dimulai
    • Saham GOTO Rebound ke Rp30 Ini Rahasianya
    • Misteri Gejolak Saham GOTO Terungkap
    • Saham Ini Diburu Asing Saat IHSG Merah
    • Strategi Baru OJK Perkuat Perbankan Nasional
    Jumat, 2 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Target Lima Bank Syariah Raksasa di 2027
    Pangan

    Target Lima Bank Syariah Raksasa di 2027

    02-10-2026 - 20.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Sektor perbankan syariah di Indonesia diprediksi akan mengalami transformasi besar-besaran dalam beberapa tahun ke depan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan visi ambisius untuk melahirkan lima bank syariah berskala jumbo yang mampu bersaing di kancah nasional maupun global. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi syariah tanah air yang selama ini masih didominasi oleh satu pemain utama.

    Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa target tersebut bukan sekadar wacana. OJK tengah mengawal proses konsolidasi agar muncul bank-bank syariah baru yang memiliki kapasitas aset dan skala usaha yang mendekati PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Menurutnya, peta jalan menuju penguatan perbankan syariah ini sedang berjalan secara bertahap dan diproyeksikan akan membuahkan hasil nyata pada tahun 2026 atau paling lambat pada 2027 mendatang.

    Target Lima Bank Syariah Raksasa di 2027
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    "Saya ingin melihat ada setidaknya lima bank syariah yang skalanya setidaknya mendekati BSI. Saat ini arahnya memang menuju ke sana. Insya Allah, jika tidak di tahun 2026, maka tahun 2027 realisasinya sudah bisa kita capai," ujar Dian dalam keterangannya di Bali, Jumat (2/10/2026).

    Untuk mencapai target tersebut, OJK telah menyiapkan berbagai skema strategis. Salah satu jalur utama yang akan ditempuh adalah melalui proses konversi, di mana bank konvensional secara penuh bertransformasi menjadi bank syariah. Selain itu, skema spin-off atau pemisahan unit usaha syariah dari induk konvensionalnya juga menjadi instrumen penting dalam mempercepat pertumbuhan jumlah bank syariah di Indonesia.

    Namun, OJK memberikan catatan tegas terkait kualitas bank hasil pemisahan tersebut. Dian menekankan bahwa pemerintah tidak ingin sekadar menambah jumlah bank, tetapi juga memastikan bank-bank tersebut memiliki daya tahan dan skala usaha yang kuat. Jika sebuah bank syariah lahir melalui proses spin-off namun ternyata memiliki aset yang terlalu kecil untuk bersaing, maka OJK akan mendorong langkah konsolidasi.

    "Jika hasil spin-off tersebut skalanya kecil, maka kami akan mewajibkan mereka untuk melakukan merger dengan bank lain. Tujuannya agar tercipta efisiensi dan kekuatan modal yang mumpuni," tegas Dian.

    Langkah agresif ini diambil mengingat potensi pasar syariah Indonesia yang sangat masif. Sebagai gambaran, BSI saat ini memegang posisi sebagai pemimpin pasar dengan pertumbuhan yang sangat impresif. Hingga akhir tahun 2025, aset BSI tercatat melonjak sebesar 11,64 persen secara tahunan (year on year) mencapai angka Rp456 triliun. Keberhasilan BSI menjadi bukti nyata bahwa ekosistem perbankan syariah memiliki daya tarik tinggi bagi masyarakat dan investor. Dengan adanya lima bank syariah raksasa nantinya, diharapkan kompetisi yang sehat akan tercipta, yang pada akhirnya akan memberikan layanan keuangan syariah yang lebih inklusif dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Geo Dipa Siap Jadi Motor Ekonomi Hijau

    02-10-2026 - 20.02

    Strategi Jitu Industri Fashion Hadapi Perubahan Tren

    02-10-2026 - 18.06

    Strategi Baru Merger BUMN Karya Dimulai

    02-10-2026 - 18.02

    Saham GOTO Rebound ke Rp30 Ini Rahasianya

    02-10-2026 - 15.06

    Misteri Gejolak Saham GOTO Terungkap

    02-10-2026 - 15.02

    Saham Ini Diburu Asing Saat IHSG Merah

    02-10-2026 - 13.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Target Lima Bank Syariah Raksasa di 2027

    agroplus.co.id – Sektor perbankan syariah di Indonesia diprediksi akan mengalami transformasi besar-besaran dalam beberapa tahun…

    Geo Dipa Siap Jadi Motor Ekonomi Hijau

    02-10-2026 - 20.02

    Strategi Jitu Industri Fashion Hadapi Perubahan Tren

    02-10-2026 - 18.06

    Strategi Baru Merger BUMN Karya Dimulai

    02-10-2026 - 18.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.