agroplus.co.id – Pergerakan harga emas di pasar domestik terpantau sedang mengalami tren pelemahan hingga perdagangan akhir pekan ini, Minggu (4/10/2026). Penurunan ini terlihat merata di berbagai lini produk logam mulia yang tersedia di pasaran. Fenomena ini menjadi sinyal menarik bagi para pelaku pasar, terutama bagi mereka yang ingin mulai merambah dunia investasi.
Berdasarkan data terbaru, Galeri 24 milik Pegadaian mencatatkan penurunan harga emas ukuran 1 gram menjadi Rp2.506.000, turun dari posisi sebelumnya di angka Rp2.511.000. Tren serupa juga terjadi pada emas Antam ukuran 1 gram yang kini dibanderol Rp2.613.000 per gram, melemah tipis dari harga sebelumnya sebesar Rp2.615.000. Tidak ketinggalan, emas UBS juga mengalami koreksi ke level Rp2.530.000 per gram. Bahkan, produk Antam Mulia Retro pun ikut terkoreksi ke angka Rp2.511.000 per gram.

Meskipun harga sedang lesu, kondisi ini sebenarnya bisa menjadi peluang emas bagi investor pemula untuk melakukan akumulasi aset. Namun, investasi logam mulia bukan tanpa risiko. Agar tidak salah langkah, diperlukan strategi yang matang agar keuntungan yang didapat bisa maksimal di masa depan.
Berikut adalah panduan strategis bagi investor pemula yang ingin mulai menanam modal di emas:
Pertama, tentukan tujuan keuangan dengan spesifik. Investasi tanpa target ibarat berlayar tanpa kompas. Emas sangat ideal digunakan untuk tujuan jangka panjang, seperti dana pendidikan anak atau dana pensiun, dengan durasi minimal di atas lima tahun. Dengan target yang jelas, Anda bisa mengukur seberapa besar aset yang harus dikumpulkan.
Kedua, susun rencana berdasarkan kapasitas finansial. Jangan memaksakan diri untuk membeli dalam jumlah besar jika mengganggu kebutuhan pokok. Saat ini, berkat teknologi emas digital, Anda bisa mulai berinvestasi dengan nominal yang sangat terjangkau. Idealnya, alokasikan sekitar 20 hingga 30 persen dari pendapatan bulanan Anda untuk investasi.
Ketiga, waspadai keamanan platform. Di era digital, banyak aplikasi investasi emas yang menawarkan kemudahan. Namun, pastikan platform yang Anda gunakan telah memiliki izin resmi dari Bappebti. Hal ini sangat krusial untuk menghindari risiko penipuan atau investasi bodong yang merugikan.
Keempat, rajinlah memantau fluktuasi harga. Harga emas sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan nilai tukar dolar AS. Manfaatkan momentum saat harga sedang turun untuk membeli lebih banyak, dan pertimbangkan untuk melakukan buyback atau menjual sebagian saat harga melonjak tinggi guna mengamankan keuntungan.
Kelima, siapkan tempat penyimpanan yang aman. Jika Anda memilih emas fisik, brankas pribadi dengan sistem keamanan tinggi sangat disarankan. Namun, jika ingin lebih praktis dan bebas biaya simpan, investasi melalui emas digital bisa menjadi solusi cerdas karena keamanan aset dikelola langsung oleh penyedia layanan.
Terakhir, kunci utama dalam investasi adalah konsistensi. Jangan mudah menyerah saat melihat harga berfluktuasi. Kedisiplinan dalam menambah modal secara rutin akan membantu Anda mencapai target finansial yang telah direncanakan sejak awal.
Sebagai informasi tambahan, perlu diingat bahwa setiap transaksi pembelian emas batangan Antam akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Besaran pajaknya adalah 0,25% bagi pemegang NPWP dan 0,5% bagi yang tidak memiliki NPWP. Sedangkan untuk transaksi penjualan kembali (buyback) di atas Rp10 juta, tarif pajaknya adalah 1,5% untuk pemilik NPWP dan 3% untuk non-NPWP.
