agroplus.co.id – Langkah strategis diambil oleh emiten properti PT City Retail Developments Tbk (NIRO) dalam upaya memperkuat struktur keuangan perusahaan. Perusahaan ini secara resmi mengumumkan telah melakukan divestasi atau penjualan seluruh sahamnya pada tujuh anak perusahaan yang bergerak di sektor logistik. Transaksi besar ini dilakukan dengan menjual 100 persen kepemilikan saham kepada Nusantara Logistic Investments Pte Ltd.
Nilai transaksi yang tercatat dalam aksi korporasi ini sangat fantastis, yakni mencapai Rp1,3 triliun. Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), langkah berani ini diproyeksikan akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesehatan finansial perseroan. NIRO diperkirakan akan meraup keuntungan bersih sebesar Rp201 miliar dari hasil penjualan aset logistik tersebut.

Dampak dari divestasi ini akan terlihat jelas pada neraca keuangan perusahaan. Dengan masuknya dana segar tersebut, posisi kas dan setara kas NIRO diprediksi akan melonjak tajam, dari yang sebelumnya berada di angka Rp1,2 triliun menjadi Rp2,4 triliun. Selain mempertebal cadangan kas, langkah ini juga bertujuan untuk menekan beban utang atau liabilitas perusahaan sebesar Rp1,4 triliun, sekaligus memperkuat ekuitas sebesar Rp204 miliar.
Manajemen menyatakan bahwa dana hasil penjualan tujuh anak usaha ini tidak akan dibiarkan mengendap begitu saja. Perusahaan telah menyiapkan rencana penggunaan dana yang matang, yakni untuk memenuhi kebutuhan likuiditas operasional, memperkuat modal kerja, serta sebagai sumber pendanaan strategis di masa mendatang.
Sebagai informasi, NIRO merupakan pemain utama dalam industri pengembangan dan pengelolaan pusat perbelanjaan berbasis sewa di tanah air. Portofolio bisnis mereka mencakup sejumlah mal ternama, seperti Cirebon CSB Mall, The Park Solo, serta jaringan Citimalls yang tersebar luas di berbagai kota besar di Indonesia. Selain fokus pada sektor ritel, grup ini juga memiliki diversifikasi bisnis yang luas, termasuk pengembangan hotel bintang lima dan properti komersial lainnya melalui lebih dari 70 entitas anak perusahaan.
Jika menilik struktur kepemilikan sahamnya, PT Mega Inti Perdana Utama masih memegang kendali utama dengan kepemilikan sebesar 75,25 persen. Menariknya, terdapat minat yang cukup besar dari investor institusi lokal. Hal ini terlihat dari kepemilikan empat reksa dana yang dikelola oleh manajer investasi Sucorinvest dan Capital Asset Management dengan total kepemilikan mencapai 6,90 persen.
Namun, para investor perlu memperhatikan bahwa jumlah saham yang beredar di publik (float publik) hanya sebesar 9,91 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa likuiditas saham NIRO di pasar reguler relatif terbatas. Karakteristik saham dengan jumlah publik yang kecil seperti ini cenderung memiliki volatilitas tinggi, di mana pergerakan harga dapat berubah secara drastis meskipun dengan volume transaksi yang tidak terlalu besar.
