Close Menu
    What's Hot

    73 Emiten Terancam Sanksi Berat Bursa

    25-09-2026 - 02.06

    IHSG Terperosok Dalam Zona Merah

    25-09-2026 - 02.02

    Strategi Baru Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

    25-09-2026 - 00.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • 73 Emiten Terancam Sanksi Berat Bursa
    • IHSG Terperosok Dalam Zona Merah
    • Strategi Baru Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional
    • Edwin Soeryadjaya Borong Saham SRTG
    • Strategi Menkeu dan BI Jaga Ekonomi
    • Kemenkeu Larang BLU Kejar Bunga Tinggi
    • Sinergi BI dan Kemenkeu Perkuat Ekonomi
    • Cicilan Triliunan Rupiah Besok Jatuh Tempo
    Jumat, 25 September 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Strategi Baru Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional
    Pangan

    Strategi Baru Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

    25-09-2026 - 00.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Langkah strategis diambil oleh jajaran pembuat kebijakan ekonomi Indonesia guna memastikan stabilitas nasional tetap terjaga di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sebuah pertemuan tingkat tinggi baru saja digelar di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, yang mempertemukan para pemegang kunci kebijakan fiskal, moneter, hingga pengawasan sektor keuangan.

    Pertemuan krusial yang berlangsung pada Kamis (24/9/2026) ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Agenda utama dalam diskusi tersebut adalah membahas perkembangan ekonomi terkini serta melakukan sinkronisasi kebijakan antarlembaga agar tidak terjadi tumpang tindih atau kebijakan yang saling bertolak belakang.

    Strategi Baru Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti, Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria, serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi. Kehadiran para petinggi ini menunjukkan betapa pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menjaga kesehatan ekonomi negara.

    Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan bahwa koordinasi ini sangat mendesak dilakukan agar kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah, kebijakan moneter oleh Bank Indonesia, pengawasan oleh OJK, hingga pengelolaan investasi melalui Danantara dapat bergerak dalam satu irama yang sama. Menurutnya, sinkronisasi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan nasional.

    Meski demikian, Dasco memberikan catatan penting bahwa pertemuan ini sama sekali tidak bertujuan untuk meleburkan atau menyatukan kewenangan dari masing-masing lembaga. Ia menegaskan bahwa setiap institusi, baik itu DPR, Pemerintah, BI, OJK, maupun Danantara, tetap memiliki mandat dan independensi yang dilindungi oleh undang-undang.

    "Pertemuan ini bukan untuk menyatukan kewenangan, tetapi untuk menyatukan arah. Pemerintah, Bank Indonesia, OJK, Danantara, dan DPR memiliki mandat masing-masing. Namun ketika menyangkut perekonomian nasional, kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri," tegas Dasco dalam keterangannya.

    Lebih lanjut, ia menekankan bahwa komunikasi yang kuat antarlembaga adalah kunci utama. Dengan komunikasi yang intens, setiap institusi dapat saling memahami tantangan yang dihadapi oleh lembaga lainnya. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir hambatan dalam implementasi kebijakan strategis di lapangan.

    "Yang perlu kita bangun adalah komunikasi yang semakin kuat. Setiap lembaga tetap menjalankan kewenangannya, tetapi arah kebijakan perlu saling mendukung dan setiap keputusan tetap dapat dipertanggungjawabkan kepada publik," tambahnya.

    Melalui pertemuan ini, para pejabat tersebut juga bertukar pandangan mengenai isu-isu ekonomi terkini dan pelaksanaan kebijakan strategis yang sedang berjalan. DPR menilai bahwa komunikasi yang terjaga dengan baik akan memastikan setiap kebijakan strategis dapat dilaksanakan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan demi kepentingan rakyat banyak. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi Indonesia dalam menghadapi tantangan masa depan.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    73 Emiten Terancam Sanksi Berat Bursa

    25-09-2026 - 02.06

    IHSG Terperosok Dalam Zona Merah

    25-09-2026 - 02.02

    Edwin Soeryadjaya Borong Saham SRTG

    25-09-2026 - 00.02

    Strategi Menkeu dan BI Jaga Ekonomi

    24-09-2026 - 23.06

    Kemenkeu Larang BLU Kejar Bunga Tinggi

    24-09-2026 - 23.02

    Sinergi BI dan Kemenkeu Perkuat Ekonomi

    24-09-2026 - 20.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    73 Emiten Terancam Sanksi Berat Bursa

    agroplus.co.id – Kepatuhan dalam menyampaikan laporan keuangan menjadi aspek krusial bagi setiap perusahaan yang melantai…

    IHSG Terperosok Dalam Zona Merah

    25-09-2026 - 02.02

    Strategi Baru Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

    25-09-2026 - 00.06

    Edwin Soeryadjaya Borong Saham SRTG

    25-09-2026 - 00.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.