agroplus.co.id – Langkah strategis diambil oleh jajaran pembuat kebijakan ekonomi Indonesia guna memastikan stabilitas nasional tetap terjaga di tengah dinamika global yang tidak menentu. Sebuah pertemuan tingkat tinggi baru saja digelar di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, yang mempertemukan para pemegang kunci kebijakan fiskal, moneter, hingga pengawasan sektor keuangan.
Pertemuan krusial yang berlangsung pada Kamis (24/9/2026) ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Agenda utama dalam diskusi tersebut adalah membahas perkembangan ekonomi terkini serta melakukan sinkronisasi kebijakan antarlembaga agar tidak terjadi tumpang tindih atau kebijakan yang saling bertolak belakang.

Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti, Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria, serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi. Kehadiran para petinggi ini menunjukkan betapa pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menjaga kesehatan ekonomi negara.
Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan bahwa koordinasi ini sangat mendesak dilakukan agar kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah, kebijakan moneter oleh Bank Indonesia, pengawasan oleh OJK, hingga pengelolaan investasi melalui Danantara dapat bergerak dalam satu irama yang sama. Menurutnya, sinkronisasi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan nasional.
Meski demikian, Dasco memberikan catatan penting bahwa pertemuan ini sama sekali tidak bertujuan untuk meleburkan atau menyatukan kewenangan dari masing-masing lembaga. Ia menegaskan bahwa setiap institusi, baik itu DPR, Pemerintah, BI, OJK, maupun Danantara, tetap memiliki mandat dan independensi yang dilindungi oleh undang-undang.
"Pertemuan ini bukan untuk menyatukan kewenangan, tetapi untuk menyatukan arah. Pemerintah, Bank Indonesia, OJK, Danantara, dan DPR memiliki mandat masing-masing. Namun ketika menyangkut perekonomian nasional, kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri," tegas Dasco dalam keterangannya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa komunikasi yang kuat antarlembaga adalah kunci utama. Dengan komunikasi yang intens, setiap institusi dapat saling memahami tantangan yang dihadapi oleh lembaga lainnya. Hal ini diharapkan dapat meminimalisir hambatan dalam implementasi kebijakan strategis di lapangan.
"Yang perlu kita bangun adalah komunikasi yang semakin kuat. Setiap lembaga tetap menjalankan kewenangannya, tetapi arah kebijakan perlu saling mendukung dan setiap keputusan tetap dapat dipertanggungjawabkan kepada publik," tambahnya.
Melalui pertemuan ini, para pejabat tersebut juga bertukar pandangan mengenai isu-isu ekonomi terkini dan pelaksanaan kebijakan strategis yang sedang berjalan. DPR menilai bahwa komunikasi yang terjaga dengan baik akan memastikan setiap kebijakan strategis dapat dilaksanakan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan demi kepentingan rakyat banyak. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi Indonesia dalam menghadapi tantangan masa depan.
