agroplus.co.id – Langkah strategis diambil oleh salah satu konglomerat ternama Indonesia, Haji Isam, melalui perusahaannya PT Jhonlin Baratama. Dalam sebuah manuver korporasi terbaru, perusahaan tersebut memutuskan untuk menambah porsi kepemilikan sahamnya di emiten tambang raksasa, PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Keputusan ini menandai babak baru dalam konsolidasi kekuatan bisnis di sektor energi nasional.
Berdasarkan informasi resmi yang dihimpun dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perubahan ini dilakukan melalui revisi atas Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS). Dalam kesepakatan terbaru tersebut, jumlah saham yang akan diakuisisi oleh entitas milik Haji Isam mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya angka yang disepakati berada di kisaran 10 miliar saham, kini jumlah tersebut melonjak menjadi 10.084.088.370 saham biasa.

Proses perubahan kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian perjanjian yang telah dimulai sebelumnya. Merujuk pada dokumen PJBS Nomor 466/BR-OJK/IX/2026 yang ditandatangani pada pertengahan September 2026, Dato’ Low Tuck Kwong bersama Elaine Low telah menyepakati skema pengalihan saham tersebut dengan PT Jhonlin Baratama sebagai pihak pembeli.
Setelah melalui proses negosiasi dan peninjauan kembali, pada tanggal 1 Oktober 2026, para pihak sepakat untuk menandatangani perubahan perjanjian. Perubahan utama terletak pada volume saham yang dialihkan. Manajemen BYAN menjelaskan bahwa terdapat penambahan sekitar 84 juta lembar saham dari komitmen awal. Dengan demikian, PT Jhonlin Baratama diproyeksikan akan memegang kendali atas 10.084.088.370 saham biasa di dalam struktur permodalan Perseroan.
Langkah penambahan porsi saham ini menarik perhatian para pelaku pasar modal. Di tengah dinamika industri pertambangan yang fluktuatif, keputusan untuk memperbesar investasi menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi dari pihak pembeli terhadap prospek jangka panjang Bayan Resources. Penambahan jumlah saham ini secara otomatis akan memperkuat posisi strategis PT Jhonlin Baratama dalam ekosistem bisnis yang dikelola oleh grup tersebut.
Menanggapi perubahan besar ini, pihak manajemen PT Bayan Resources Tbk memberikan pernyataan menenangkan kepada para investor dan pemangku kepentingan. Manajemen menegaskan bahwa transaksi penambahan saham ini tidak akan membawa dampak negatif yang material terhadap jalannya perusahaan.
Lebih lanjut, perusahaan menjamin bahwa aksi korporasi ini tidak akan mengganggu stabilitas operasional di lapangan, tidak menimbulkan persoalan hukum yang rumit, serta tidak akan mengganggu kondisi keuangan maupun keberlangsungan usaha Perseroan secara keseluruhan. Dengan demikian, fokus utama perusahaan tetap pada optimalisasi produksi dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Melalui langkah ini, BYAN diharapkan tetap mampu menjaga performa finansialnya di tengah tantangan ekonomi global.
