agroplus.co.id – Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan komitmen penuh otoritas moneter dalam memperkuat ekosistem sistem pembayaran nasional. Langkah ini diambil guna menciptakan transaksi keuangan yang tidak hanya mudah, tetapi juga inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui berbagai inovasi digital, Bank Indonesia (BI) berupaya membangun industri pembayaran yang tangguh guna mendukung stabilitas ekonomi nasional.
Salah satu fokus utama dalam transformasi digital ini adalah pengembangan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk segmen ritel. Selain itu, BI juga tengah memperluas jangkauan QRIS hingga ke mancanegara melalui program QRIS Antar Negara. Inovasi ini diproyeksikan menjadi game changer atau pengubah permainan yang signifikan bagi perekonomian Indonesia, karena mampu menciptakan sistem transaksi yang lebih murah, aman, dan andal.

Data terbaru menunjukkan bahwa efektivitas QRIS sudah sangat terasa di masyarakat. Saat ini, tercatat sebanyak 67 juta pengguna telah menggunakan layanan QRIS. Menariknya, terdapat 46,7 juta merchant yang terdaftar, di mana 95 persen di antaranya merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kehadiran QRIS ini menjadi instrumen vital dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, memberikan akses bagi pelaku usaha kecil untuk masuk ke dalam ekosistem ekonomi digital secara formal.
Ke depan, Bank Indonesia berencana memperluas cakupan layanan QRIS Antar Negara. Setelah sukses di beberapa negara tetangga, BI menargetkan perluasan layanan ini hingga ke India dan Timor Leste. Hal ini diharapkan dapat mempermudah transaksi lintas batas bagi wisatawan maupun pelaku usaha, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan regional.
Dalam menjalankan mandatnya, Destry Damayanti menekankan pentingnya kebijakan yang berbasis pada prinsip 3I + S, yaitu impactful (berdampak), inklusif, integratif, serta sinergi Merah Putih. Melalui prinsip ini, BI berkomitmen untuk menjaga stabilitas moneter sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Fokus utama BI tetap pada penciptaan lapangan kerja dan memastikan kebijakan yang diambil mampu menyentuh sektor akar rumput, khususnya UMKM.
Meski mengedepankan sinergi yang kuat dengan pemerintah, Destry memastikan bahwa Bank Indonesia akan tetap menjaga independensinya sebagai bank sentral. Kerja sama dengan pemerintah bertujuan untuk memastikan kebijakan bank sentral memberikan dampak luas bagi masyarakat, tanpa mengintervensi kewenangan antar lembaga negara. Sinergi ini dipandang sebagai gerak bersama untuk mencapai tujuan ekonomi nasional secara kolektif, tanpa mengorbankan prinsip-prinsip tata kelola bank sentral yang profesional.
