Close Menu
    What's Hot

    Mengejar Sisa Utang BLBI yang Belum Lunas

    23-09-2026 - 00.06

    Vietnam Naik Kelas Jadi Emerging Market

    23-09-2026 - 00.02

    Siloam Siapkan Triliunan Rupiah Borong Aset RS

    22-09-2026 - 23.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Mengejar Sisa Utang BLBI yang Belum Lunas
    • Vietnam Naik Kelas Jadi Emerging Market
    • Siloam Siapkan Triliunan Rupiah Borong Aset RS
    • IHSG Terjun Bebas ke Zona Merah
    • Aksi Diam Edwin Soeryadjaya Borong Saham SRTG
    • Rupiah Merosot IHSG Anjlok Tajam
    • Status Manajer KDKMP Bukan Pegawai BUMN
    • Utang Raksasa BLBI Akhirnya Lunas
    Rabu, 23 September 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Siloam Siapkan Triliunan Rupiah Borong Aset RS
    Pangan

    Siloam Siapkan Triliunan Rupiah Borong Aset RS

    22-09-2026 - 23.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Raksasa penyedia layanan kesehatan, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), tengah bersiap melakukan langkah ekspansi besar-besaran. Perusahaan ini berencana mengakuisisi saham dari 14 perusahaan yang mengelola aset-aset rumah sakit milik First Real Estate Investment Trust (First REIT). Langkah strategis ini diperkirakan akan menelan biaya investasi yang sangat fantastis, yakni mencapai Rp 6,9 triliun.

    Sebagai informasi, First REIT merupakan sebuah trust investasi real estat yang memiliki fokus pada berbagai aset fasilitas kesehatan, baik di dalam maupun di luar wilayah Asia. Di Indonesia sendiri, Siloam selama ini telah berperan sebagai operator bagi sejumlah objek properti kesehatan yang dimiliki oleh First REIT. Namun, melalui aksi korporasi ini, Siloam berupaya mengubah status dari sekadar pengelola menjadi pemilik penuh.

    Siloam Siapkan Triliunan Rupiah Borong Aset RS
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Siloam menjelaskan bahwa tujuan utama dari akuisisi ini adalah untuk mengintegrasikan layanan kesehatan dengan fasilitas fisik secara lebih mendalam. Dengan memiliki aset tersebut secara langsung, Siloam akan memiliki kendali penuh dalam aspek pengelolaan, pemeliharaan, hingga perencanaan strategis jangka panjang.

    "Kepemilikan langsung ini akan memberikan keleluasaan penuh bagi Perseroan untuk mengoptimalkan investasi sesuai dengan kebutuhan medis dan komersial. Sebelumnya, kami memiliki keterbatasan dalam melakukan ekspansi maupun renovasi karena terikat oleh ketentuan sewa," ungkap pihak manajemen dalam pernyataan resminya.

    Rencana transaksi raksasa ini akan dilaksanakan dalam dua fase berbeda. Pada tahap pertama, Siloam akan mengambil alih 100% saham dari delapan perusahaan sasaran melalui Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (CSPA). Adapun aset yang masuk dalam daftar tahap pertama meliputi Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang, Purwakarta, Lippo Village, Kebon Jeruk, Denpasar, Kupang, Baubau, hingga Manado. Nilai transaksi untuk fase awal ini diproyeksikan mencapai Rp 4,07 triliun.

    Memasuki tahap kedua, Siloam akan mengakuisisi enam perusahaan tambahan jika pemegang opsi menjalankan hak jualnya berdasarkan kesepakatan yang ada. Daftar aset pada tahap kedua ini mencakup lokasi-lokasi strategis seperti Siloam Hospitals Labuan Bajo, TB Simatupang di Jakarta Selatan, Makassar, Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre di Jakarta Pusat, Lippo Cikarang, serta Siloam Hospitals Yogyakarta. Estimasi nilai untuk tahap kedua ini adalah sebesar Rp 2,8 triliun.

    Meskipun langkah ini diprediksi akan memperkuat arus kas dan mendongkrak laba bersih perusahaan dalam jangka panjang melalui integrasi layanan yang lebih solid, manajemen juga memberikan catatan realistis. Dalam jangka pendek, Siloam kemungkinan akan mengalami tekanan pada arus kas dan laba bersih akibat adanya peningkatan beban bunga dari pinjaman yang digunakan untuk mendanai akuisisi ini. Namun, secara keseluruhan, langkah ini dipandang sebagai upaya memperkuat dominasi pasar Siloam di industri kesehatan nasional.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Mengejar Sisa Utang BLBI yang Belum Lunas

    23-09-2026 - 00.06

    Vietnam Naik Kelas Jadi Emerging Market

    23-09-2026 - 00.02

    IHSG Terjun Bebas ke Zona Merah

    22-09-2026 - 23.02

    Aksi Diam Edwin Soeryadjaya Borong Saham SRTG

    22-09-2026 - 20.06

    Rupiah Merosot IHSG Anjlok Tajam

    22-09-2026 - 18.06

    Status Manajer KDKMP Bukan Pegawai BUMN

    22-09-2026 - 18.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Mengejar Sisa Utang BLBI yang Belum Lunas

    agroplus.co.id – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk tidak akan melonggarkan pengawasan terhadap para debitur dan…

    Vietnam Naik Kelas Jadi Emerging Market

    23-09-2026 - 00.02

    Siloam Siapkan Triliunan Rupiah Borong Aset RS

    22-09-2026 - 23.06

    IHSG Terjun Bebas ke Zona Merah

    22-09-2026 - 23.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.