agroplus.co.id – Raksasa penyedia layanan kesehatan, PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), tengah bersiap melakukan langkah ekspansi besar-besaran. Perusahaan ini berencana mengakuisisi saham dari 14 perusahaan yang mengelola aset-aset rumah sakit milik First Real Estate Investment Trust (First REIT). Langkah strategis ini diperkirakan akan menelan biaya investasi yang sangat fantastis, yakni mencapai Rp 6,9 triliun.
Sebagai informasi, First REIT merupakan sebuah trust investasi real estat yang memiliki fokus pada berbagai aset fasilitas kesehatan, baik di dalam maupun di luar wilayah Asia. Di Indonesia sendiri, Siloam selama ini telah berperan sebagai operator bagi sejumlah objek properti kesehatan yang dimiliki oleh First REIT. Namun, melalui aksi korporasi ini, Siloam berupaya mengubah status dari sekadar pengelola menjadi pemilik penuh.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Siloam menjelaskan bahwa tujuan utama dari akuisisi ini adalah untuk mengintegrasikan layanan kesehatan dengan fasilitas fisik secara lebih mendalam. Dengan memiliki aset tersebut secara langsung, Siloam akan memiliki kendali penuh dalam aspek pengelolaan, pemeliharaan, hingga perencanaan strategis jangka panjang.
"Kepemilikan langsung ini akan memberikan keleluasaan penuh bagi Perseroan untuk mengoptimalkan investasi sesuai dengan kebutuhan medis dan komersial. Sebelumnya, kami memiliki keterbatasan dalam melakukan ekspansi maupun renovasi karena terikat oleh ketentuan sewa," ungkap pihak manajemen dalam pernyataan resminya.
Rencana transaksi raksasa ini akan dilaksanakan dalam dua fase berbeda. Pada tahap pertama, Siloam akan mengambil alih 100% saham dari delapan perusahaan sasaran melalui Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (CSPA). Adapun aset yang masuk dalam daftar tahap pertama meliputi Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang, Purwakarta, Lippo Village, Kebon Jeruk, Denpasar, Kupang, Baubau, hingga Manado. Nilai transaksi untuk fase awal ini diproyeksikan mencapai Rp 4,07 triliun.
Memasuki tahap kedua, Siloam akan mengakuisisi enam perusahaan tambahan jika pemegang opsi menjalankan hak jualnya berdasarkan kesepakatan yang ada. Daftar aset pada tahap kedua ini mencakup lokasi-lokasi strategis seperti Siloam Hospitals Labuan Bajo, TB Simatupang di Jakarta Selatan, Makassar, Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre di Jakarta Pusat, Lippo Cikarang, serta Siloam Hospitals Yogyakarta. Estimasi nilai untuk tahap kedua ini adalah sebesar Rp 2,8 triliun.
Meskipun langkah ini diprediksi akan memperkuat arus kas dan mendongkrak laba bersih perusahaan dalam jangka panjang melalui integrasi layanan yang lebih solid, manajemen juga memberikan catatan realistis. Dalam jangka pendek, Siloam kemungkinan akan mengalami tekanan pada arus kas dan laba bersih akibat adanya peningkatan beban bunga dari pinjaman yang digunakan untuk mendanai akuisisi ini. Namun, secara keseluruhan, langkah ini dipandang sebagai upaya memperkuat dominasi pasar Siloam di industri kesehatan nasional.
