agroplus.co.id – Dunia pasar modal Indonesia kembali dikejutkan oleh dinamika pergerakan saham PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD). Emiten perbankan ini kini menjadi pusat perhatian setelah masuk dalam daftar saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan yang sangat tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).
Berdasarkan pengumuman resmi yang dirilis bersama oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), struktur kepemilikan saham BSWD menunjukkan angka yang sangat mencolok. Data per 2 Oktober 2026 mengungkapkan bahwa sekitar 99,95 persen saham perseroan dikuasai oleh sekelompok kecil pemegang saham tertentu.

Kondisi ini berarti hanya tersisa sekitar 0,05 persen saham yang beredar di tangan investor publik atau pihak di luar kelompok pengendali tersebut. Fenomena ini tentu menjadi catatan penting bagi para pelaku pasar, mengingat konsentrasi kepemilikan yang ekstrem dapat memengaruhi likuiditas dan volatilitas harga saham di bursa.
Meski demikian, pihak otoritas bursa melalui pengumuman bernomor Peng-HSC-00065/BEI.WAS/10-2026 dan Peng-0006/PWS/KSEI/1026 menegaskan bahwa status HSC ini tidak serta-merta mengindikasikan adanya pelanggaran hukum. BEI dan KSEI menyatakan bahwa pengumuman ini bersifat informatif agar investor dapat lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
Situasi BSWD sebenarnya sudah berada dalam pengawasan ketat bursa sejak beberapa waktu lalu. Sebelum isu konsentrasi saham ini mencuat, BEI telah mengambil langkah tegas dengan melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham BSWD. Langkah "penggembokan" ini mulai diberlakukan sejak sesi pra-pembukaan pada Senin, 5 Oktober 2026, dan masih berlangsung hingga saat ini.
Keputusan suspensi tersebut diambil sebagai langkah proteksi bagi investor ritel. Hal ini dipicu oleh lonjakan harga saham BSWD yang dianggap tidak wajar dan sangat agresif. Jika menilik data historis sebelum perdagangan dihentikan, harga saham BSWD terakhir kali menyentuh angka Rp3.600 per lembar.
Lonjakan harga tersebut tergolong sangat fantastis. Dalam kurun waktu satu pekan, saham ini sempat meroket hingga 25 persen. Jika ditarik lebih jauh, dalam periode satu bulan, kenaikannya mencapai 140 persen, bahkan dalam rentang tiga bulan terakhir, saham ini telah terbang sebesar 165 persen.
Sebelum akhirnya disuspensi, BSWD sebenarnya sudah lebih dulu masuk dalam radar peringatan bursa. Pada 1 Oktober 2026, BEI telah menetapkan saham ini ke dalam status Unusual Market Activity (UMA) akibat pergerakan harga yang dianggap di luar kebiasaan pasar. Kini, dengan tambahan status kepemilikan yang terkonsentrasi, investor diharapkan tetap waspada terhadap risiko tinggi yang menyertai pergerakan saham ini.
