Close Menu
    What's Hot

    Rupiah Terancam Gejolak Global BI Siap Bertindak

    09-10-2026 - 20.06

    Rupiah Terancam Akibat Pelarian Modal Global

    09-10-2026 - 20.02

    Shubhasish Mundur dari Dewan Komisaris BMHS

    09-10-2026 - 18.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Rupiah Terancam Gejolak Global BI Siap Bertindak
    • Rupiah Terancam Akibat Pelarian Modal Global
    • Shubhasish Mundur dari Dewan Komisaris BMHS
    • Suku Bunga Dunia Tetap Tinggi Lama
    • Strategi BI Hadapi Gejolak Global
    • Rencana Terbit Surat Utang Global 2026
    • Suku Bunga AS Naik Lagi Dampaknya ke RI
    • Waspada Anak Muda Terjerat Pinjol
    Jumat, 9 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Rupiah Terancam Akibat Pelarian Modal Global
    Pangan

    Rupiah Terancam Akibat Pelarian Modal Global

    09-10-2026 - 20.022 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Kondisi nilai tukar rupiah saat ini tengah berada dalam posisi yang cukup rawan. Bank Indonesia (BI) memberikan sinyal waspada terkait potensi tekanan besar yang datang dari fenomena pelarian modal global atau yang lebih dikenal dengan istilah capital flight. Fenomena ini menjadi tantangan serius bagi stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian pasar keuangan dunia.

    Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa kerentanan rupiah ini dipicu oleh kecenderungan investor asing untuk menarik dana mereka dari negara-negara berkembang. Para investor tersebut cenderung memindahkan aset mereka kembali ke negara asal atau ke instrumen yang dianggap lebih aman (safe haven), seperti dolar Amerika Serikat.

    Rupiah Terancam Akibat Pelarian Modal Global
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Dalam keterangannya, Destry menjelaskan bahwa dalam situasi ketidakpastian global, para pemegang modal besar akan mencari perlindungan pada aset yang memiliki risiko lebih rendah. "Ada potensi capital flight global, di mana investor mencari aset-aset yang dianggap relatif aman. Dalam hal ini, memegang dolar dianggap lebih aman, sehingga kita mulai melihat arus modal keluar (capital outflow) dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia," ungkap Destry.

    Dampak dari fenomena ini tidak hanya menyerang nilai tukar rupiah secara langsung, tetapi juga merembet ke pasar surat berharga. Arus modal keluar ini menyebabkan investor asing mulai melepas kepemilikan mereka pada Surat Berharga Negara (SBN) serta instrumen lainnya seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Akibatnya, pasar keuangan domestik sempat mencatatkan angka outflow asing yang cukup signifikan.

    Kondisi ini menciptakan efek domino pada imbal hasil (yield) obligasi di Indonesia. Ketika investor asing melakukan aksi jual secara masif, harga obligasi akan turun dan secara otomatis mendorong kenaikan yield. Destry menyoroti bahwa kenaikan yield SBN ini membuat selisih atau spread antara imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia dengan obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) menjadi semakin mengecil.

    Sebagai gambaran, saat ini yield US Treasury telah menyentuh angka di kisaran 5,3 persen, sementara yield SBN tenor 10 tahun berada di level sekitar 7,2 persen. Mengecilnya selisih imbal hasil ini membuat daya tarik investasi di Indonesia menjadi berkurang di mata investor global, karena mereka merasa imbal hasil yang didapat tidak sebanding dengan risiko yang harus ditanggung dibandingkan dengan berinvestasi di Amerika Serikat.

    Situasi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari otoritas moneter untuk menjaga agar volatilitas pasar tidak semakin liar. Tekanan dari luar negeri yang dipicu oleh kebijakan ekonomi negara maju terus menjadi variabel yang sulit diprediksi, yang pada akhirnya menempatkan mata uang rupiah dalam posisi yang harus terus diperjuangkan stabilitasnya.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Rupiah Terancam Gejolak Global BI Siap Bertindak

    09-10-2026 - 20.06

    Shubhasish Mundur dari Dewan Komisaris BMHS

    09-10-2026 - 18.06

    Suku Bunga Dunia Tetap Tinggi Lama

    09-10-2026 - 18.02

    Strategi BI Hadapi Gejolak Global

    09-10-2026 - 15.06

    Rencana Terbit Surat Utang Global 2026

    09-10-2026 - 15.02

    Suku Bunga AS Naik Lagi Dampaknya ke RI

    09-10-2026 - 13.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Rupiah Terancam Gejolak Global BI Siap Bertindak

    agroplus.co.id – Bank Indonesia (BI) menegaskan kesiapannya untuk mengambil langkah ekstrem demi menjaga stabilitas nilai…

    Rupiah Terancam Akibat Pelarian Modal Global

    09-10-2026 - 20.02

    Shubhasish Mundur dari Dewan Komisaris BMHS

    09-10-2026 - 18.06

    Suku Bunga Dunia Tetap Tinggi Lama

    09-10-2026 - 18.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.