Close Menu
    What's Hot

    Rupiah Bangkit Lawan Dominasi Dolar AS

    25-09-2026 - 15.06

    Strategi Jitu KB Bank Tekan Kredit Nganggur

    25-09-2026 - 15.02

    Rupiah Terpuruk ke Level 17900 per Dolar

    25-09-2026 - 13.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Rupiah Bangkit Lawan Dominasi Dolar AS
    • Strategi Jitu KB Bank Tekan Kredit Nganggur
    • Rupiah Terpuruk ke Level 17900 per Dolar
    • Asing Jual Saham Masif Namun Ini yang Diburu
    • IHSG Merangkak Naik di Akhir Pekan
    • Siloam Ekspansi Besar Borong 5 Rumah Sakit
    • Penyegaran Manajemen Baru di Jasa Armada Indonesia
    • Misteri Utang Pemerintah ke Bank Indonesia
    Jumat, 25 September 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Rupiah Bangkit Lawan Dominasi Dolar AS
    Pangan

    Rupiah Bangkit Lawan Dominasi Dolar AS

    25-09-2026 - 15.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Mata uang Garuda menunjukkan taringnya di penghujung pekan ini. Setelah sempat tertekan oleh dominasi dolar Amerika Serikat (AS), nilai tukar rupiah berhasil melakukan manuver balik dan menutup perdagangan pada posisi menguat. Berdasarkan data terbaru dari Refinitiv, rupiah mengakhiri sesi perdagangan Jumat (25/9/2026) dengan penguatan tipis sebesar 0,03 persen, sehingga berada di level Rp17.880 per dolar AS.

    Perjalanan nilai tukar rupiah sepanjang hari perdagangan sebenarnya tidak berjalan mulus. Sejak bel pembukaan pasar, mata uang nasional ini sudah menunjukkan kerentanan dengan melemah 0,08 persen ke posisi Rp17.900 per dolar AS. Tekanan jual bahkan sempat membawa rupiah terperosok lebih dalam hingga menyentuh level Rp17.935 per dolar AS. Namun, momentum positif mulai muncul menjelang penutupan pasar, di mana rupiah mampu bangkit sebanyak 55 poin dari titik terendahnya untuk akhirnya mendarat di zona hijau.

    Rupiah Bangkit Lawan Dominasi Dolar AS
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Kebangkitan rupiah ini tidak lepas dari pelemahan indeks dolar AS (DXY). Indeks yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia tersebut terpantau terkoreksi 0,12 persen ke level 101,169 pada pukul 15.00 WIB. Meski demikian, posisi dolar AS sebenarnya masih tergolong sangat kuat setelah sempat mencapai puncak tertinggi dalam dua bulan terakhir.

    Kekuatan dolar AS dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil US Treasury tenor 30 tahun bahkan telah menyentuh level tertinggi sejak Juni 2004, sementara tenor 10 tahun mencatatkan rekor tertinggi dalam hampir dua dekade. Kondisi ini diperparah oleh data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan pasar tenaga kerja masih sangat tangguh. Hal ini memicu ekspektasi pasar bahwa Bank Sentral AS (The Fed) akan tetap agresif dalam kebijakan moneter.

    Selain faktor tenaga kerja, ketidakpastian geopolitik turut menyumbang tekanan inflasi global. Lonjakan harga minyak dunia yang mencapai hampir 4 persen akibat serangan rudal kelompok Houthi terhadap Arab Saudi memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi dunia. Situasi ini membuat para pejabat The Fed, seperti John Williams dan Anna Paulson, tetap membuka peluang untuk menaikkan suku bunga guna meredam inflasi. Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober kini melonjak hingga 68,6 persen.

    Menghadapi volatilitas global yang tinggi, Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. BI memastikan akan terus hadir di pasar guna memastikan nilai tukar bergerak sesuai dengan fundamental ekonomi yang sehat. Melalui strategi operasi moneter yang berorientasi pada mekanisme pasar (pro-market), BI berupaya mengelola struktur suku bunga sekaligus menjaga efektivitas stabilisasi mata uang nasional. Langkah koordinasi dengan korporasi dan pelaku pasar juga terus diperkuat guna menarik aliran modal asing masuk ke dalam negeri.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Strategi Jitu KB Bank Tekan Kredit Nganggur

    25-09-2026 - 15.02

    Rupiah Terpuruk ke Level 17900 per Dolar

    25-09-2026 - 13.06

    Asing Jual Saham Masif Namun Ini yang Diburu

    25-09-2026 - 13.02

    IHSG Merangkak Naik di Akhir Pekan

    25-09-2026 - 10.06

    Siloam Ekspansi Besar Borong 5 Rumah Sakit

    25-09-2026 - 10.02

    Penyegaran Manajemen Baru di Jasa Armada Indonesia

    25-09-2026 - 08.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Rupiah Bangkit Lawan Dominasi Dolar AS

    agroplus.co.id – Mata uang Garuda menunjukkan taringnya di penghujung pekan ini. Setelah sempat tertekan oleh…

    Strategi Jitu KB Bank Tekan Kredit Nganggur

    25-09-2026 - 15.02

    Rupiah Terpuruk ke Level 17900 per Dolar

    25-09-2026 - 13.06

    Asing Jual Saham Masif Namun Ini yang Diburu

    25-09-2026 - 13.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.