agroplus.co.id – Minat masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis syariah kembali mencetak sejarah baru. Pemerintah secara resmi mengumumkan hasil penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel seri SR025 yang menunjukkan antusiasme luar biasa dari para investor di tanah air. Berdasarkan data terbaru, total perolehan dana dari penjualan sukuk ini menyentuh angka Rp 29,77 triliun.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan sebuah prestasi besar bagi pasar keuangan domestik. Hasil penjualan tersebut terbagi ke dalam dua jenis tenor, yakni seri SR025T3 dengan jangka waktu 3 tahun yang meraup Rp 24,93 triliun, serta seri SR025T5 dengan jangka waktu 5 tahun senilai Rp 4,83 triliun.

"Ini adalah jumlah tertinggi sepanjang sejarah penerbitan SBSN Ritel, sekaligus menjadi volume penjualan paling besar dalam satu dekade terakhir," ujar Suminto dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).
Fenomena ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi yang aman dan dikelola negara semakin meningkat. Tercatat, sebanyak 93.548 investor berbondong-bondong memperebutkan kupon menarik yang ditawarkan. Menariknya, dari total investor tersebut, terdapat 21.582 orang atau sekitar 23,07% merupakan investor baru yang baru pertama kali terjun ke pasar Surat Berharga Negara (SBN).
Demografi investor SR025 juga menunjukkan pergeseran yang menarik. Investasi ini telah menjangkau seluruh 38 provinsi di Indonesia. Jika menilik profilnya, pasar didominasi oleh generasi milenial (Gen Y) yang mencapai 49,11% dari total investor. Selain itu, keterlibatan perempuan cukup dominan dengan persentase sebesar 56,66%. Dari sisi profesi, kelompok pegawai swasta menjadi penyumbang pemesan terbanyak dengan angka 33,66%.
Bagi para pemegang SR025, pemerintah telah menyiapkan imbal hasil atau kupon yang sangat kompetitif. Untuk seri tenor 3 tahun (SR025T3), investor akan mendapatkan imbalan tetap (fixed rate) sebesar 6,80% per tahun. Sementara untuk seri tenor 5 tahun (SR025T5), imbalannya sedikit lebih tinggi, yakni sebesar 6,90% per tahun. Keuntungan ini akan dibayarkan secara rutin setiap bulan pada tanggal 10.
Mekanisme pembayaran imbalan pertama dijadwalkan pada 10 Oktober 2026 dengan perhitungan short coupon. Untuk seri SR025T3, masa berlaku investasi akan berakhir pada 10 September 2029, sedangkan seri SR025T5 akan jatuh tempo pada 10 September 2031.
Program SR025 ini dirancang untuk menyasar investor individu dengan skala menengah, di mana batas minimal pemesanan adalah Rp 1 juta. Pemerintah membatasi maksimal investasi sebesar Rp 5 miliar untuk seri 3 tahun dan Rp 10 miliar untuk seri 5 tahun. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pendalaman pasar keuangan domestik serta memperluas basis investor ritel di dalam negeri guna mendukung stabilitas ekonomi nasional.
