agroplus.co.id – PT Global Digital Niaga Tbk, atau yang lebih dikenal dengan merek Blibli (BELI), berhasil menunjukkan performa keuangan yang sangat impresif pada paruh pertama tahun 2026. Perusahaan e-commerce dan ritel terkemuka ini melaporkan pendapatan konsolidasi yang menembus angka Rp14,83 triliun. Pencapaian ini menjadi bukti nyata kekuatan strategi bisnis perusahaan yang semakin matang dalam menghadapi dinamika pasar digital dan ritel di Indonesia.
Lonjakan pendapatan yang signifikan ini tidak terjadi begitu saja. Berdasarkan data laporan keuangan terbaru, terdapat pertumbuhan yang sangat mencolok jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada semester I-2025, Blibli tercatat meraup pendapatan sebesar Rp9,59 triliun. Dengan demikian, perusahaan berhasil mencatatkan tren pertumbuhan dua digit yang sangat solid sepanjang semester pertama tahun 2026.

Salah satu motor penggerak utama di balik kesuksesan ini adalah performa gemilang dari segmen institusi. Berbeda dengan segmen ritel biasa, segmen institusi atau korporat menunjukkan pertumbuhan yang jauh lebih pesat dibandingkan lini bisnis lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa Blibli telah berhasil memenangkan kepercayaan dari berbagai klien korporat besar untuk memenuhi kebutuhan pengadaan barang dan jasa mereka.
Chief Corporate Officer and Investor Relations Blibli, Eric Winarta, menjelaskan bahwa kepercayaan klien korporat ini merupakan hasil dari kemampuan perusahaan dalam menyediakan portofolio produk yang sangat luas. Tidak hanya soal kelengkapan barang, Blibli juga mengandalkan sistem distribusi yang mumpuni untuk memastikan setiap kebutuhan klien dapat terpenuhi dengan tepat waktu dan efisien.
Dalam paparan publik tahunan yang digelar pada Rabu (14/10/2026), Eric menekankan bahwa fokus perusahaan pada segmen institusi bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan, melainkan juga mengutamakan kualitas pertumbuhan tersebut. Blibli berkomitmen untuk menjaga margin keuntungan, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengelola modal kerja dengan sangat disiplin. Strategi ini diharapkan dapat membawa perusahaan menuju tingkat profitabilitas yang lebih tinggi.
"Ke depannya, kami akan terus memperkuat hubungan dengan klien-klien institusi kami. Kami berupaya memperluas solusi serta layanan agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan spesifik masing-masing klien," ujar Eric.
Selain pertumbuhan pendapatan, indikator keuangan lainnya juga menunjukkan tren positif. Take rate perusahaan meningkat dari 8,6% pada semester I-2025 menjadi 9% pada semester I-2026. Kenaikan ini didorong oleh performa kuat pada segmen Ritel 1P dan Ritel 3P, yang turut mendongkrak Laba Bruto Sebelum Diskon (GPBD) sebesar 17% secara tahunan (year-on-year).
Efisiensi operasional juga menjadi sorotan utama. Blibli berhasil menekan persentase beban operasional terhadap Total Payment Volume (TPV) dari 7,2% menjadi 6,3%. Dampaknya, kinerja persentase EBITDA konsolidasian terhadap TPV mengalami peningkatan sebesar 170 bps secara tahunan.
Keberhasilan ini juga didukung oleh strategi omnichannel yang semakin kuat. Blibli kini mengoperasikan ratusan toko fisik, mulai dari toko elektronik konsumen, peralatan rumah tangga, hingga gerai fesyen dan olahraga. Selain itu, kehadiran 60 gerai supermarket premium dan 39 pusat pengalaman home and living semakin memperkokoh posisi Blibli dalam melayani kebutuhan gaya hidup masyarakat secara menyeluruh, baik secara daring maupun luring.
