agroplus.co.id – Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah melantik jajaran pejabat baru untuk memperkuat struktur Kementerian Keuangan dalam periode 2026-2029. Salah satu nama yang mencuri perhatian publik adalah Luky Alfirman, yang kini resmi mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Keuangan. Pelantikan yang berlangsung khidmat di Istana Merdeka pada Kamis (1/10/2026) ini menandai babak baru dalam pengelolaan fiskal negara.
Luky Alfirman akan bergabung dalam tim inti Kementerian Keuangan untuk mendampingi Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Dalam menjalankan tugasnya, ia juga akan bekerja sama dengan Wakil Menteri Juda Agung yang telah lebih dulu dilantik, serta Nurkholisoh Ibnu Aman yang juga mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan. Kehadiran Luky diharapkan mampu memberikan stabilitas dan akselerasi dalam kebijakan anggaran nasional.

Sebelum menempati posisi strategis ini, Luky memiliki rekam jejak yang cukup panjang di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran. Meski sempat mengalami dinamika karier setelah dicopot dari jabatannya pada April 2026 lalu, kembalinya Luky ke jajaran pimpinan tertinggi kementerian menunjukkan kepercayaan besar pemerintah terhadap kompetensinya.
Menariknya, publik kini tengah menyoroti profil kekayaan sang Wakil Menteri Keuangan yang baru. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Februari 2026, Luky Alfirman tercatat memiliki total kekayaan yang cukup fantastis, yakni mencapai Rp52,8 miliar.
Jika dibedah lebih mendalam, komposisi harta Luky didominasi oleh aset likuid. Komponen terbesar berasal dari kas dan setara kas yang mencapai Rp23,09 miliar atau sekitar 43,7% dari total kekayaannya. Selain itu, ia juga memiliki investasi dalam bentuk surat berharga senilai Rp15,03 miliar, yang menyumbang sekitar 28,5% dari seluruh asetnya.
Sektor properti juga menjadi bagian penting dalam portofolio kekayaan Luky. Ia melaporkan kepemilikan tanah dan bangunan dengan nilai total Rp13 miliar. Aset properti ini tersebar di lokasi strategis, di mana dua aset berada di Jakarta Selatan dengan nilai masing-masing Rp4,5 miliar dan Rp5,5 miliar, serta satu aset hunian di Kota Bandung senilai Rp3 miliar. Seluruh aset properti tersebut diklaim berasal dari hasil pendapatan pribadi.
Selain aset keuangan dan properti, Luky juga memiliki koleksi kendaraan bermotor dengan total nilai Rp550 juta. Koleksi tersebut mencakup beberapa unit mobil seperti Toyota Avanza keluaran terbaru, Honda Accord, Honda City, hingga Honda Jazz. Sisa kekayaannya tersebar dalam bentuk harta bergerak lainnya dan aset lainnya yang mencapai angka ratusan juta rupiah.
Dengan profil kekayaan yang transparan dan latar belakang profesional yang kuat, Luky Alfirman kini memikul tanggung jawab besar untuk menjaga kesehatan keuangan negara di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis.
