Close Menu
    What's Hot

    Aksi Diam Edwin Soeryadjaya Borong Saham SRTG

    22-09-2026 - 20.06

    Rupiah Merosot IHSG Anjlok Tajam

    22-09-2026 - 18.06

    Status Manajer KDKMP Bukan Pegawai BUMN

    22-09-2026 - 18.02
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Aksi Diam Edwin Soeryadjaya Borong Saham SRTG
    • Rupiah Merosot IHSG Anjlok Tajam
    • Status Manajer KDKMP Bukan Pegawai BUMN
    • Utang Raksasa BLBI Akhirnya Lunas
    • Pasar Saham Merah Membara BYAN Jadi Biang Kerok
    • Permintaan Global Melejit Batu Bara Meroket
    • Wisatawan Asing Borong QRIS di Indonesia
    • Kredit BUMN Melejit Drastis
    Selasa, 22 September 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Pasar Saham Merah Membara BYAN Jadi Biang Kerok
    Pangan

    Pasar Saham Merah Membara BYAN Jadi Biang Kerok

    22-09-2026 - 13.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan sesi I, Selasa (22/9/2026). Indeks yang sebelumnya sempat menunjukkan optimisme di awal pembukaan, justru berbalik arah dan terjun bebas hingga merosot lebih dari 1 persen. Berdasarkan data perdagangan, IHSG terpantau anjlok sebesar 71,16 poin atau setara dengan penurunan 1,11 persen ke level 6.313,57.

    Kondisi pasar yang memerah ini terlihat sangat dominan, di mana sebanyak 537 saham mengalami penurunan harga. Sebaliknya, hanya ada 157 saham yang mampu bertahan di zona hijau, sementara 269 saham lainnya bergerak stagnan tanpa perubahan harga yang signifikan.

    Pasar Saham Merah Membara BYAN Jadi Biang Kerok
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Sektor energi menjadi faktor utama yang menyeret performa indeks ke zona merah. Sektor ini mencatatkan penurunan tajam sebesar 3,07 persen. Tak hanya energi, sektor real estate juga turut tertekan dengan penurunan 1,5 persen, disusul oleh sektor utilitas yang melemah 1,2 persen.

    Jika menilik pergerakan harian, IHSG sebenarnya sempat dibuka dengan tren positif di level 6.392,34 dan bahkan sempat menyentuh titik tertinggi harian di 6.423,84. Namun, gelombang tekanan jual yang masif membuat indeks kehilangan momentum dan terperosok hingga menyentuh level terendah di 6.277,68. Meski sempat ada upaya pemulihan tipis ke kisaran 6.300, kekuatan beli belum cukup kuat untuk mengembalikan posisi indeks ke level pembukaan.

    Salah satu penyebab utama jatuhnya IHSG adalah performa buruk PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Saham emiten batu bara ini menjadi pemberat utama dengan kontribusi penurunan sebesar 16,71 poin. Harga saham BYAN merosot tajam 7,81 persen ke level 12.100, sebuah penurunan signifikan jika dibandingkan dengan posisi akhir pekan lalu yang sempat berada di level 13.825.

    Selain BYAN, sejumlah saham berkapitalisasi besar lainnya juga turut membebani indeks, di antaranya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan kontribusi minus 8,76 poin, serta saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Di sisi lain, terdapat beberapa saham yang mencoba menopang indeks agar tidak jatuh lebih dalam, seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).

    Dari sisi aktivitas transaksi, volume perdagangan tercatat mencapai 19,64 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp7,97 triliun. Para pelaku pasar kini tengah mencermati berbagai sentimen global, termasuk tensi geopolitik di Timur Tengah serta pergerakan aset kripto dan Wall Street.

    Selain faktor eksternal, perhatian investor domestik tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dimulai hari ini. Keputusan mengenai suku bunga acuan atau BI Rate dijadwalkan akan diumumkan pada Rabu (23/9/2026). Pasar memprediksi Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen, mengikuti kebijakan pada bulan sebelumnya.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Aksi Diam Edwin Soeryadjaya Borong Saham SRTG

    22-09-2026 - 20.06

    Rupiah Merosot IHSG Anjlok Tajam

    22-09-2026 - 18.06

    Status Manajer KDKMP Bukan Pegawai BUMN

    22-09-2026 - 18.02

    Utang Raksasa BLBI Akhirnya Lunas

    22-09-2026 - 15.02

    Permintaan Global Melejit Batu Bara Meroket

    22-09-2026 - 13.02

    Wisatawan Asing Borong QRIS di Indonesia

    22-09-2026 - 10.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Aksi Diam Edwin Soeryadjaya Borong Saham SRTG

    agroplus.co.id – Langkah strategis kembali diambil oleh salah satu tokoh konglomerat ternama Indonesia, Edwin Soeryadjaya.…

    Rupiah Merosot IHSG Anjlok Tajam

    22-09-2026 - 18.06

    Status Manajer KDKMP Bukan Pegawai BUMN

    22-09-2026 - 18.02

    Utang Raksasa BLBI Akhirnya Lunas

    22-09-2026 - 15.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.