Close Menu
    What's Hot

    BRI Kokoh Jadi Merek Paling Berharga di RI

    11-10-2026 - 20.06

    Ameriza Pimpin BI Sumatera Utara

    11-10-2026 - 20.02

    Misteri Rupiah dan Gejolak Politik RI

    11-10-2026 - 18.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • BRI Kokoh Jadi Merek Paling Berharga di RI
    • Ameriza Pimpin BI Sumatera Utara
    • Misteri Rupiah dan Gejolak Politik RI
    • Cara Cairkan Saldo JHT Tanpa Resign
    • Strategi Unik BI Tarik Modal Asing
    • Kasus hukum yang menyeret keluarga konglomerat sawit Indonesia kembali memanas di Singapura. Kali ini, perhatian tertuju pada penyitaan dana fantastis senilai Rp1,9 triliun milik Bill Darmadi, putra dari Surya Darmadi, bos besar di balik Duta Palma Group dan Darmex Agro Group.
    • Sektor Saham Paling Cuan Saat Ini
    • Aturan Baru IPO Makin Ketat
    Minggu, 11 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Panen Raya Saham SpaceX: Resign, Keliling Dunia!
    Pangan

    Panen Raya Saham SpaceX: Resign, Keliling Dunia!

    18-09-2026 - 02.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    Agroplus – Kisah inspiratif datang dari Brian Aggrey dan Phoebe Novack, pasangan muda berusia 35 tahun yang kini tengah menikmati petualangan keliling dunia. Bukan karena warisan, melainkan berkat ‘panen’ manis dari penawaran umum perdana (IPO) saham SpaceX pada Juni 2026 lalu. Brian, seorang mantan insinyur perangkat lunak senior di perusahaan roket Elon Musk itu, bersama istrinya, Phoebe, yang sebelumnya berkarier di Impossible Foods, memutuskan untuk ‘pensiun dini’ dari rutinitas kerja, mengalokasikan setahun penuh untuk mengejar passion dan menjelajahi berbagai belahan bumi.

    Keputusan besar ini diambil setelah kekayaan mereka melonjak drastis pasca-IPO SpaceX. Brian Aggrey resmi meninggalkan SpaceX pada Juli 2026, menyusul Phoebe Novack yang sebelumnya telah menjabat senior category manager di Impossible Foods. Untuk mewujudkan impian ini, mereka tak main-main. Anggaran fantastis sebesar US$25.000 per bulan, atau setara sekitar Rp441,88 juta (dengan kurs Rp17.675/US$), telah disiapkan selama setahun penuh. Totalnya mencapai sekitar Rp5,30 miliar, sebuah investasi besar untuk pengalaman hidup yang tak ternilai.

    Panen Raya Saham SpaceX: Resign, Keliling Dunia!
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Kisah Brian di SpaceX bukan instan. Ia memulai sebagai pekerja magang di usia 21 tahun dan mendedikasikan 14 tahun kariernya di sana. Dari merancang struktur mekanis roket Falcon 9 hingga mendesain komponen avionik wahana antariksa, Brian adalah bagian integral dari inovasi SpaceX. Saham yang kini menjadi ‘modal nyata’ itu ia kumpulkan dari alokasi awal saat bergabung dan bonus kinerja tahunan, layaknya seorang petani yang sabar menanam dan merawat bibitnya.

    Perjalanan mereka tidak selalu mulus. Brian dan Phoebe, yang bertemu saat kuliah di Washington University in St. Louis, bahkan pernah tinggal bersama teman sekamar di Los Angeles. Tujuannya satu: menghemat biaya agar Brian bisa membeli opsi saham SpaceX sebanyak mungkin. Brian mengenang, pada tahun 2015, ia pernah kesulitan membayar pajak opsi saham sekaligus sewa tempat tinggal, sampai teman sekamarnya harus menalangi US$200. "Saat itu, kami tidak pernah tahu apakah saham yang kami kumpulkan akan bernilai," ujar Brian kepada The Wall Street Journal (WSJ), mengakui bahwa itu adalah sebuah risiko besar yang kini terbukti membuahkan hasil manis.

    IPO SpaceX pada 12 Juni 2026 memang menjadi sejarah, tercatat sebagai yang terbesar di dunia dengan valuasi mencapai US$2,1 triliun setelah hari pertama perdagangan. Keberhasilan ini tak hanya dirasakan Brian dan Phoebe. Banyak rekan kerja mereka yang juga ikut ‘panen’ dari IPO, kini mempertimbangkan pensiun dini, bahkan ada yang berencana membeli rumah tambahan. Ini menunjukkan betapa besarnya dampak dari keputusan investasi yang tepat.

    Meski telah menjadi jutawan, Brian dan Phoebe hanya menjual sebagian kecil saham mereka, sekadar untuk merasa aman dari gejolak pasar. Sebagian besar masih dipertahankan, sebagai ‘modal nyata’ yang kini bisa mereka nikmati. Sejak Juli, petualangan mereka dimulai di Eropa. Phoebe fokus pada kelas akting intensif di Fontainebleau, Prancis, sementara Brian menikmati bersepeda, menjelajahi museum di Paris, bahkan terbang ke Valencia, Spanyol, untuk mengabadikan gerhana matahari total. Adrenalin pun tak luput, dengan menjajal paralayang di Chamonix dan menonton Grand Prix Formula 1 di Italia.

    Menjelang akhir tahun, Brian Aggrey berencana ke Mexico City untuk berkolaborasi dengan pematung Brian Thoreen, mengerjakan proyek seni yang mengangkat isu krisis air di kota tersebut. Sementara Phoebe Novack akan mendalami kelas desain lanskap, seni visual, dan produksi film. Petualangan ‘pensiun dini’ ini direncanakan berakhir pada 31 Juli 2027. Setelah itu, mereka terbuka untuk kembali ke jalur karier lama atau mengeksplorasi bidang baru. Brian, misalnya, sangat tertarik untuk membenahi sistem transportasi publik di Amerika Serikat, terinspirasi dari efisiensi yang ia rasakan di Eropa.

    Kisah Brian dan Phoebe adalah bukti bahwa kerja keras, keberanian mengambil risiko, dan sedikit keberuntungan bisa membuka pintu menuju impian yang tak terduga. Sebuah ‘panen’ yang mengubah hidup, dari layar komputer ke petualangan dunia nyata.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    BRI Kokoh Jadi Merek Paling Berharga di RI

    11-10-2026 - 20.06

    Ameriza Pimpin BI Sumatera Utara

    11-10-2026 - 20.02

    Misteri Rupiah dan Gejolak Politik RI

    11-10-2026 - 18.06

    Cara Cairkan Saldo JHT Tanpa Resign

    11-10-2026 - 18.02

    Strategi Unik BI Tarik Modal Asing

    11-10-2026 - 15.06

    Kasus hukum yang menyeret keluarga konglomerat sawit Indonesia kembali memanas di Singapura. Kali ini, perhatian tertuju pada penyitaan dana fantastis senilai Rp1,9 triliun milik Bill Darmadi, putra dari Surya Darmadi, bos besar di balik Duta Palma Group dan Darmex Agro Group.

    11-10-2026 - 15.02
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    BRI Kokoh Jadi Merek Paling Berharga di RI

    agroplus.co.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kembali membuktikan dominasinya di pasar keuangan…

    Ameriza Pimpin BI Sumatera Utara

    11-10-2026 - 20.02

    Misteri Rupiah dan Gejolak Politik RI

    11-10-2026 - 18.06

    Cara Cairkan Saldo JHT Tanpa Resign

    11-10-2026 - 18.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.