agroplus.co.id – Langkah strategis baru saja diambil oleh OONA Indonesia Pte Ltd dalam struktur kepemilikan sahamnya di PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA). Perusahaan asuransi global tersebut secara resmi mengumumkan telah melakukan aksi divestasi dengan melepas sebagian besar sahamnya di perusahaan asuransi lokal tersebut. Transaksi besar ini tercatat memberikan suntikan dana segar bagi OONA Indonesia senilai Rp305,04 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), aksi korporasi ini dilakukan pada akhir September 2026. OONA Indonesia selaku pengendali Oona Insurance telah melepas sebanyak 62 juta lembar saham biasa milik ABDA. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi divestasi saham langsung yang dilakukan oleh perusahaan.

Dalam transaksi tersebut, harga per lembar saham yang disepakati adalah sebesar Rp4.920. Angka ini menjadi poin krusial yang menentukan nilai total dari pelepasan aset tersebut. Dengan nilai transaksi yang mencapai ratusan miliar rupiah, langkah ini menunjukkan adanya pergeseran komposisi kepemilikan yang cukup signifikan di dalam tubuh PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk.
Sebelum melakukan aksi divestasi ini, OONA Indonesia tercatat memegang kendali kuat atas ABDA dengan kepemilikan sebanyak 538.604.204 saham. Jumlah tersebut memberikan hak suara yang sangat dominan bagi OONA, yakni mencapai 86,76%. Dominasi ini menempatkan OONA sebagai pemegang kendali utama dalam pengambilan keputusan strategis di perusahaan asuransi tersebut.
Namun, setelah melakukan penjualan sebanyak 62 juta saham tersebut, total kepemilikan OONA Indonesia di ABDA kini menyusut menjadi 476.604.204 saham. Dampak dari pengurangan jumlah saham ini juga berimbas pada persentase hak suara yang dimiliki. Kini, hak suara OONA Indonesia di ABDA berada di angka 76,77%. Meski mengalami penurunan persentase, OONA Indonesia tetap memegang kendali mayoritas yang sangat kuat atas perusahaan.
Menanggapi kabar mengenai divestasi ini, pasar merespons dengan positif. Pada penutupan perdagangan terakhir, saham ABDA mengalami kenaikan tipis sebesar 0,20% ke level Rp4.920 per lembar. Dengan pergerakan harga tersebut, nilai kapitalisasi pasar ABDA kini diperkirakan menyentuh angka Rp3,05 triliun.
Langkah divestasi ini sering kali dilakukan oleh perusahaan induk untuk melakukan rebalancing portofolio atau untuk memperkuat likuiditas kas perusahaan guna keperluan ekspansi di sektor lain. Bagi investor, perubahan komposisi saham ini menjadi sinyal penting untuk memantau arah kebijakan strategis PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk ke depannya, terutama setelah adanya perubahan struktur kepemilikan oleh pemegang saham pengendali.
