Close Menu
    What's Hot

    Harga Minyak dan Batubara Melonjak Tinggi

    27-09-2026 - 05.06

    Nasib Dana Pensiun BUMN Kini Jadi Sorotan

    27-09-2026 - 05.02

    Rupiah Terancam Tembus Level Psikologis 18 Ribu

    27-09-2026 - 02.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Harga Minyak dan Batubara Melonjak Tinggi
    • Nasib Dana Pensiun BUMN Kini Jadi Sorotan
    • Rupiah Terancam Tembus Level Psikologis 18 Ribu
    • Mengapa Investor Asing Kabur dari Indonesia
    • Aturan Baru Batasan Harga Saham Segera Terbit
    • IHSG Anjlok Drastis Jelang Penutupan Pasar
    • Strategi AI Incar Generasi Sandwich
    • Rencana Impor KRL Jepang dan Nasib INKA
    Minggu, 27 September 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Nasib Dana Pensiun BUMN Kini Jadi Sorotan
    Pangan

    Nasib Dana Pensiun BUMN Kini Jadi Sorotan

    27-09-2026 - 05.023 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan catatan penting terkait kondisi kesehatan finansial dana pensiun (dapen) yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Meski saat ini dinilai masih aman untuk memenuhi kewajiban jangka pendek, OJK mengakui adanya tantangan besar terkait likuiditas untuk memenuhi kewajiban jangka panjang bagi para pesertanya.

    Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengungkapkan bahwa saat ini Badan Pengaturan (BP) BUMN bersama BPI Danantara tengah melakukan kajian mendalam terhadap seluruh dapen di bawah naungan BUMN. Langkah ini diambil karena adanya disparitas kondisi keuangan yang cukup mencolok antar satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

    Nasib Dana Pensiun BUMN Kini Jadi Sorotan
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Menurut Ogi, perbedaan kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kondisi finansial perusahaan pendiri. "Ada yang kondisinya kurang bagus karena mungkin pendirinya sudah dikeluarkan atau sedang mengalami kesulitan keuangan, sehingga tidak mampu menanggung kewajiban dari peserta yang sudah jatuh tempo," ujar Ogi dalam acara Indonesia Pension Fund Summit di Jakarta.

    Secara teknis, OJK terus memantau kecukupan dana dan aspek likuiditas para pengelola dana pensiun pelat merah tersebut. Berdasarkan perhitungan aktuaria, tantangan sesungguhnya muncul pada jangka panjang. Namun, OJK menegaskan bahwa untuk saat ini, setiap dapen BUMN masih memiliki kemampuan untuk membayar hak-hak peserta yang jatuh tempo dalam waktu dekat.

    OJK juga mencatat bahwa para pengelola dana pensiun memiliki aset tetap (fixed assets) yang dapat dikonversi menjadi dana tunai guna menutupi kewajiban jika situasi mendesak. OJK berkomitmen untuk terus memonitor dan bekerja sama dengan BUMN serta Danantara guna memastikan pengelolaan investasi berjalan optimal demi menjamin hak para pensiunan.

    Di sisi lain, Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menyebutkan bahwa pengelolaan dana pensiun menjadi salah satu agenda besar yang harus segera dibenahi. Ia menjelaskan bahwa persoalan utama terletak pada perbedaan skema, yakni iuran pasti dan manfaat pasti. Pada skema manfaat pasti, perusahaan pendiri memikul risiko penuh untuk menjamin manfaat yang diterima pensiunan, baik secara berkala maupun di akhir masa kerja.

    Dony memberikan contoh nyata mengenai risiko pengelolaan investasi yang buruk, seperti yang terjadi pada PT Pos Indonesia. Perusahaan tersebut dilaporkan mengalami kekurangan dana hingga mencapai angka Rp4 triliun. "Persoalannya sama, yaitu investasi yang tidak dikelola dengan baik," tegas Dony.

    Menghadapi tantangan ini, Danantara tengah mendorong adanya reformasi internal. Langkah tersebut mencakup penetapan kriteria ketat bagi pengelola dana pensiun, serta pengaturan instrumen dan portofolio investasi yang lebih aman dan menguntungkan.

    Masalah ini sebenarnya bukan isu baru. Pada tahun 2023, tata kelola dapen BUMN sempat menjadi polemik nasional. Saat itu, ditemukan bahwa hampir separuh dari total dana pensiun BUMN dengan program manfaat pasti memiliki rasio kecukupan dana di bawah 100 persen. Defisit tersebut diperkirakan mencapai angka Rp12 hingga Rp13 triliun, sebuah angka yang menuntut perhatian serius dari pemerintah dan regulator agar hak-hak pekerja di masa tua tetap terjamin.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Harga Minyak dan Batubara Melonjak Tinggi

    27-09-2026 - 05.06

    Rupiah Terancam Tembus Level Psikologis 18 Ribu

    27-09-2026 - 02.06

    Mengapa Investor Asing Kabur dari Indonesia

    27-09-2026 - 02.02

    Aturan Baru Batasan Harga Saham Segera Terbit

    27-09-2026 - 00.06

    IHSG Anjlok Drastis Jelang Penutupan Pasar

    27-09-2026 - 00.02

    Strategi AI Incar Generasi Sandwich

    26-09-2026 - 23.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Harga Minyak dan Batubara Melonjak Tinggi

    agroplus.co.id – Kondisi pasar keuangan global tengah mengalami dinamika yang cukup signifikan pada perdagangan Jumat…

    Nasib Dana Pensiun BUMN Kini Jadi Sorotan

    27-09-2026 - 05.02

    Rupiah Terancam Tembus Level Psikologis 18 Ribu

    27-09-2026 - 02.06

    Mengapa Investor Asing Kabur dari Indonesia

    27-09-2026 - 02.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.