Close Menu
    What's Hot

    Waspada Modus Penipuan Mengatasnamakan BRI

    30-09-2026 - 18.06

    Modal Asing Serbu Indonesia Capai Rp131 Triliun

    30-09-2026 - 18.02

    Rupiah Menguat Tajam Lawan Dolar AS

    30-09-2026 - 15.07
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Waspada Modus Penipuan Mengatasnamakan BRI
    • Modal Asing Serbu Indonesia Capai Rp131 Triliun
    • Rupiah Menguat Tajam Lawan Dolar AS
    • Kabar Gembira Dividen Astra Graphia Segera Cair
    • TOWR Siapkan Dana Jumbo untuk Buyback Saham
    • IHSG Menguat Tipis di Tengah Ketidakpastian Global
    • Nasib Kapal KM Virgo Transport 8 Segera Terungkap
    • IHSG Melonjak Tajam Pagi Ini
    Rabu, 30 September 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Modal Asing Serbu Indonesia Capai Rp131 Triliun
    Pangan

    Modal Asing Serbu Indonesia Capai Rp131 Triliun

    30-09-2026 - 18.023 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Kondisi ekonomi Indonesia menunjukkan sinyal positif yang sangat kuat di mata investor global. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI), aliran modal asing atau inflow yang masuk ke dalam negeri mencatatkan angka yang fantastis. Hingga periode 28 September 2026, akumulasi modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia tercatat mencapai angka Rp131 triliun.

    Lonjakan arus modal ini memberikan angin segar bagi stabilitas ekonomi nasional. Jika ditelusuri lebih dalam, sumber utama dari derasnya aliran dana asing ini berasal dari instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Instrumen ini menjadi primadona bagi investor mancanegara dengan total aliran masuk mencapai Rp165,59 triliun. Selain SRBI, sektor Surat Berharga Negara (SBN) juga turut menyumbang arus masuk sebesar Rp27,51 triliun.

    Modal Asing Serbu Indonesia Capai Rp131 Triliun
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Meskipun pasar saham masih mengalami tekanan dengan catatan arus keluar modal (outflow) sebesar Rp62,10 triliun, namun secara keseluruhan, dominasi pada instrumen surat berharga mampu menutup defisit tersebut dan menghasilkan surplus neto yang signifikan.

    Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, mengungkapkan bahwa masuknya modal asing ini merupakan hasil dari strategi pengelolaan moneter yang terukur. Salah satu kunci keberhasilannya adalah melalui instrumen SRBI yang dirancang untuk menjaga likuiditas sekaligus menarik minat investor.

    "Kami melakukan kalibrasi secara bertahap atau gradual terhadap SRBI, baik dari sisi imbal hasil (yield) maupun volume likuiditas yang dikelola," ujar Erwin dalam keterangannya kepada media pada Rabu (30/9/2026).

    Erwin menjelaskan bahwa BI telah melakukan penyesuaian imbal hasil yang cukup signifikan. Sebelumnya, yield SRBI sempat menyentuh level 7,74 persen, namun pada lelang terbaru, angka tersebut telah dikalibrasi turun ke level 6,76 persen. Penurunan hampir 100 basis poin ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan pasar. Dari sisi volume, posisi penerbitan SRBI saat ini berada di angka sekitar Rp1.028 triliun, sedikit menurun dari posisi sebelumnya yang mencapai Rp1.050 triliun.

    Lebih lanjut, Erwin memaparkan bahwa SRBI memiliki peran multifungsi yang krusial. Selain sebagai alat moneter untuk mengelola likuiditas di pasar, SRBI juga berfungsi sebagai magnet penarik modal asing dan pendukung pendalaman pasar keuangan di Indonesia.

    Faktor lain yang membuat investor tetap melirik Indonesia adalah kemampuan bank sentral dalam menjaga selisih imbal hasil (spread) antara SBN dengan US Treasury. Saat ini, spread antara SBN tenor 10 tahun dengan US Treasury masih terjaga di level 186 basis poin. Angka ini dinilai masih sangat kompetitif dan menarik bagi investor global untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

    Dengan kondisi inflow yang tetap terjaga, Bank Indonesia memiliki amunisi yang cukup untuk menjaga kecukupan likuiditas di pasar domestik serta memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS. Kondisi ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi pelaku ekonomi dalam menjalankan aktivitas bisnisnya di tengah dinamika pasar global.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Waspada Modus Penipuan Mengatasnamakan BRI

    30-09-2026 - 18.06

    Rupiah Menguat Tajam Lawan Dolar AS

    30-09-2026 - 15.07

    Kabar Gembira Dividen Astra Graphia Segera Cair

    30-09-2026 - 15.02

    TOWR Siapkan Dana Jumbo untuk Buyback Saham

    30-09-2026 - 13.06

    IHSG Menguat Tipis di Tengah Ketidakpastian Global

    30-09-2026 - 13.02

    Nasib Kapal KM Virgo Transport 8 Segera Terungkap

    30-09-2026 - 10.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Waspada Modus Penipuan Mengatasnamakan BRI

    agroplus.co.id – Dunia perbankan digital kini tengah menghadapi tantangan serius seiring dengan semakin canggihnya berbagai…

    Modal Asing Serbu Indonesia Capai Rp131 Triliun

    30-09-2026 - 18.02

    Rupiah Menguat Tajam Lawan Dolar AS

    30-09-2026 - 15.07

    Kabar Gembira Dividen Astra Graphia Segera Cair

    30-09-2026 - 15.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.