agroplus.co.id – Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia melalui anak usahanya, PT Danantara Investment Management (DIM), secara resmi mengumumkan langkah ekspansi besar di kancah internasional. Perusahaan pengelola investasi ini telah menyepakati investasi strategis senilai US$ 250 juta atau setara dengan triliunan rupiah untuk menanamkan modal di HighPeak Energy, Inc., sebuah perusahaan energi terkemuka yang berbasis di Texas, Amerika Serikat.
Langkah berani ini menandai ambisi besar Indonesia dalam memperkuat kehadiran di sektor energi global. HighPeak Energy sendiri merupakan pemain kunci dalam industri minyak dan gas bumi, dengan spesialisasi pada kegiatan akuisisi, pengembangan, eksplorasi, hingga eksploitasi di wilayah Permian Basin. Wilayah ini dikenal sebagai jantung produksi energi di Amerika Serikat.

Melalui skema penerbitan saham preferen konvertibel (Convertible Preferred Stocks) yang dilakukan secara bertahap, DIM kini memiliki akses langsung terhadap portofolio aset minyak yang sangat masif di Permian Basin. Wilayah tersebut merupakan produsen minyak mentah terbesar di Amerika Serikat, yang menyumbang hampir separuh dari total produksi nasional AS pada tahun 2025.
CEO Danantara Investment Management, Pandu Sjahrir, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar investasi biasa. Menurutnya, ekspansi ke pasar global ini merupakan bagian dari misi besar untuk menempatkan modal Indonesia pada sektor-sektor strategis yang mampu memberikan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang. Hal ini dilakukan demi mendukung kepentingan nasional dan memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di masa depan.
Selain keuntungan finansial, kerja sama ini membawa misi transfer teknologi yang krusial bagi Indonesia. HighPeak berencana menjalankan program pelatihan dan penugasan kerja (secondment) bagi tenaga kerja asal Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas teknis sumber daya manusia dalam negeri, terutama dalam mengadopsi teknologi pengeboran modern.
Salah satu teknologi yang menjadi sorotan adalah teknik pengeboran horizontal dan rekahan hidrolik (fracking). Teknik ini telah terbukti mampu meningkatkan produktivitas sumur pada lapangan migas yang sudah matang. Jika berhasil diterapkan, teknologi ini diharapkan dapat menjadi model bagi Indonesia dalam upaya meningkatkan produksi minyak dan gas bumi domestik yang saat ini tengah menghadapi tantangan penurunan produksi.
Michael Hollis, Presiden sekaligus CEO HighPeak Energy, menyambut baik kemitraan ini. Ia berharap kolaborasi ini tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat, tetapi juga menjadi jembatan pertukaran keahlian teknis yang bermanfaat bagi pengembangan sektor energi di tanah air.
Dalam kesepakatan ini, DIM juga mendapatkan perlindungan investasi yang kuat, termasuk hak untuk mengonversi saham menjadi saham biasa guna menikmati kenaikan nilai ekuitas di masa depan. Selain itu, DIM akan menempatkan satu perwakilan dalam jajaran direksi HighPeak untuk memastikan pengawasan investasi berjalan secara optimal dan disiplin.
