Close Menu
    What's Hot

    Kredit Perbankan Meroket Tajam ke Rp9.178 Triliun

    06-10-2026 - 02.06

    IHSG Meroket Tajam di Akhir Sesi

    06-10-2026 - 02.02

    Perang Melawan Judi Online Makin Sengit

    06-10-2026 - 00.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Kredit Perbankan Meroket Tajam ke Rp9.178 Triliun
    • IHSG Meroket Tajam di Akhir Sesi
    • Perang Melawan Judi Online Makin Sengit
    • Piutang Multifinance Tumbuh Lambat
    • Efisiensi Besar BUMN di Era Danantara
    • Mengapa IHSG Terus Melemah di 2026
    • Waspada Ancaman AI di Sektor Perbankan Dunia
    • Industri Gadai Meroket Tajam
    Selasa, 6 Oktober 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Kredit Perbankan Meroket Tajam ke Rp9.178 Triliun
    Pangan

    Kredit Perbankan Meroket Tajam ke Rp9.178 Triliun

    06-10-2026 - 02.062 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – Sektor perbankan nasional menunjukkan performa yang sangat impresif dalam menjalankan fungsi intermediasinya. Berdasarkan data terbaru, penyaluran kredit perbankan di Indonesia mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai angka Rp9.178 triliun. Pertumbuhan ini mencatatkan kenaikan sebesar 13,56 persen secara tahunan atau year on year (YoY), menandakan kepercayaan masyarakat dan dunia usaha terhadap stabilitas ekonomi tetap terjaga dengan baik.

    Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa tren positif ini didorong oleh berbagai sektor penyaluran dana. Jika dibedah lebih mendalam, sektor kredit investasi menjadi primadona dengan mencatatkan pertumbuhan paling tinggi, yakni mencapai 25,11 persen (YoY). Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku usaha sedang gencar melakukan ekspansi bisnis dan memperkuat kapasitas produksi mereka.

    Kredit Perbankan Meroket Tajam ke Rp9.178 Triliun
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Selain investasi, sektor modal kerja juga menunjukkan geliat yang kuat dengan pertumbuhan sebesar 11,45 persen (YoY). Sementara itu, untuk sektor kredit konsumsi, meskipun tidak setinggi dua sektor lainnya, tetap mencatatkan pertumbuhan yang stabil di angka 5,07 persen (YoY).

    Dilihat dari profil debiturnya, segmen korporasi menjadi motor utama penggerak pertumbuhan kredit dengan kenaikan mencapai 22,18 persen (YoY). Di sisi lain, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap menunjukkan resiliensi dengan pertumbuhan yang konsisten di angka 2,38 persen (YoY). Menariknya, jika ditinjau dari kepemilikan lembaga, kelompok bank milik negara atau Himbara menjadi pemimpin pasar dengan pertumbuhan kredit tertinggi yang menyentuh angka 16,41 persen (YoY).

    Di tengah geliat kredit konvensional yang kuat, OJK juga tengah menyiapkan strategi besar untuk memperkuat ekosistem perbankan syariah di tanah air. OJK menargetkan akan muncul lima bank syariah raksasa di Indonesia yang memiliki skala aset jumbo, menyusul kesuksesan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

    Dian Ediana Rae menjelaskan bahwa visi OJK adalah menciptakan kompetisi yang sehat di industri syariah dengan menghadirkan bank-bank yang memiliki kapasitas usaha mendekati BSI. Proses penguatan ini disebut sedang berjalan secara bertahap melalui berbagai kebijakan strategis.

    "Kami ingin melihat setidaknya ada lima bank syariah yang skalanya mendekati BSI. Saat ini prosesnya sedang diarahkan ke sana. Kami optimis, jika tidak pada tahun 2026, maka paling lambat pada tahun 2027 target ini sudah bisa terealisasi," tutur Dian dalam rangkaian acara peluncuran Roadmap Pengembangan & Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I) di Bali.

    Langkah ambisius ini diharapkan dapat memperkokoh struktur perbankan nasional, baik dari sisi konvensional maupun syariah, guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    IHSG Meroket Tajam di Akhir Sesi

    06-10-2026 - 02.02

    Perang Melawan Judi Online Makin Sengit

    06-10-2026 - 00.06

    Piutang Multifinance Tumbuh Lambat

    06-10-2026 - 00.02

    Efisiensi Besar BUMN di Era Danantara

    05-10-2026 - 23.06

    Mengapa IHSG Terus Melemah di 2026

    05-10-2026 - 23.02

    Waspada Ancaman AI di Sektor Perbankan Dunia

    05-10-2026 - 20.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Kredit Perbankan Meroket Tajam ke Rp9.178 Triliun

    agroplus.co.id – Sektor perbankan nasional menunjukkan performa yang sangat impresif dalam menjalankan fungsi intermediasinya. Berdasarkan…

    IHSG Meroket Tajam di Akhir Sesi

    06-10-2026 - 02.02

    Perang Melawan Judi Online Makin Sengit

    06-10-2026 - 00.06

    Piutang Multifinance Tumbuh Lambat

    06-10-2026 - 00.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.