agroplus.co.id – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) kembali mencatatkan pencapaian impresif dalam lini produk digitalnya. Hanya dalam kurun waktu satu bulan sejak resmi diperkenalkan ke publik, produk kartu pembiayaan terbaru mereka, BSI Hasanah KKI Card, dilaporkan telah berhasil menjaring lebih dari 10.000 pengguna.
Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekosistem perbankan syariah di Indonesia, terutama dalam hal adopsi layanan keuangan digital. Produk yang terintegrasi secara virtual melalui aplikasi super app BYOND ini menunjukkan betapa tingginya antusiasme masyarakat terhadap solusi pembayaran yang praktis dan sesuai dengan prinsip syariah.

SEVP Digital Banking BSI, M. Misbahul Munir, mengungkapkan bahwa pertumbuhan pengguna ini terjadi sangat cepat. Ia menjelaskan bahwa sejak diluncurkan pada 17 Agustus lalu, tren penggunaan kartu ini terus merangkak naik hingga menyentuh angka sepuluh ribu dalam waktu singkat.
"Ini merupakan fenomena yang unik. Produk ini langsung terintegrasi dengan aplikasi BYOND milik kami. Jika dihitung sejak peluncurannya, dalam waktu kurang lebih satu bulan, kami sudah berhasil mencapai angka 10 ribu pengguna," ujar Munir dalam sesi konferensi pers di BSI Tower, Rabu (23/9/2026).
Strategi BSI selanjutnya adalah menjadikan BSI Hasanah KKI Card sebagai motor penggerak transaksi pada ajang bergengsi BSI International Expo 2026. Perhelatan besar ini dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 25 Oktober 2026 di JICC Hall A & B, Jakarta, dengan mengusung tema inspiratif "Buy Local Go Global".
Melalui ajang pameran tersebut, BSI menargetkan adanya lonjakan nilai transaksi sebesar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai catatan, pada gelaran tahun lalu, total transaksi berhasil menembus angka 129.723 dengan volume mencapai Rp2,66 triliun. Untuk mencapai target tersebut, BSI telah menyiapkan berbagai skema promo menarik bagi para pemegang KKI Card.
Munir menambahkan bahwa penggunaan kartu ini memberikan fleksibilitas bagi nasabah. Dengan KKI Card, sumber dana untuk bertransaksi tidak harus memotong saldo tabungan secara langsung, sehingga memberikan pilihan manajemen keuangan yang lebih luas bagi pengguna.
"Kartu Kredit Indonesia (KKI) kami sudah siap. Pengunjung bisa langsung mengajukan kartu ini di lokasi pameran untuk menikmati berbagai promo menarik. Transaksi menjadi lebih nyaman karena sumber dananya tidak harus dari tabungan, melainkan bisa melalui limit KKI, yang tentunya memberikan pilihan lebih luas bagi nasabah," jelasnya.
Langkah agresif BSI ini merupakan upaya strategis untuk menangkap peluang emas di industri halal global. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy Report (SGIE) 2025/26, belanja konsumen Muslim di enam sektor ekonomi Islam dunia mencapai US$2,60 triliun pada 2024 dan diprediksi akan melonjak drastis menjadi US$3,56 triliun pada 2029. Dengan potensi pasar yang masif tersebut, BSI berupaya memposisikan diri sebagai pemain utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah, baik di level domestik maupun internasional.
