Close Menu
    What's Hot

    Kredit Perbankan Melonjak Tajam Agustus 2026

    24-09-2026 - 00.06

    Pasar Saham dan Rupiah Melaju Kencang

    24-09-2026 - 00.02

    Kartu Baru BSI Meledak Capai 10 Ribu User

    23-09-2026 - 23.06
    Laman
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kontak
    • Pedoman Media Siber
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    agroplus
    • Home
    • Berita
    • Pangan
    Terbaru
    • Kredit Perbankan Melonjak Tajam Agustus 2026
    • Pasar Saham dan Rupiah Melaju Kencang
    • Kartu Baru BSI Meledak Capai 10 Ribu User
    • BI Pertahankan Suku Bunga di Level 5,75 Persen
    • Strategi BSI Dorong Produk Lokal Mendunia
    • Kartu Baru BSI Meledak Tembus 10 Ribu User
    • Kasus Pembobolan Kartu Kredit Lewat QRIS
    • Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Tumbuh Pesat
    Kamis, 24 September 2026
    agroplus
    Home - Pangan - Kartu Baru BSI Meledak Capai 10 Ribu User
    Pangan

    Kartu Baru BSI Meledak Capai 10 Ribu User

    23-09-2026 - 23.063 Mins Read
    Facebook Telegram WhatsApp Copy Link

    agroplus.co.id – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam inovasi layanan perbankan digitalnya. Produk terbaru mereka, BSI Hasanah KKI Card, dilaporkan telah berhasil menjaring lebih dari 10.000 pengguna hanya dalam waktu satu bulan sejak resmi diperkenalkan ke publik.

    Pencapaian yang tergolong sangat cepat ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap produk pembiayaan berbasis syariah yang modern. Produk ini hadir dengan konsep yang praktis, di mana pengguna dapat mengakses dan mengelola kartu tersebut secara virtual melalui aplikasi super app terbaru milik BSI, yakni BYOND.

    Kartu Baru BSI Meledak Capai 10 Ribu User
    Gambar Istimewa : awsimages.detik.net.id

    Senior Executive Vice President (SEVP) Digital Banking BSI, M. Misbahul Munir, mengungkapkan bahwa pertumbuhan pengguna ini merupakan sinyal positif bagi penetrasi layanan digital bank syariah terbesar di Indonesia tersebut. Ia menjelaskan bahwa sejak diluncurkan pada pertengahan Agustus lalu, tren penggunaan kartu ini terus merangkak naik hingga menyentuh angka psikologis 10.000 pengguna dalam waktu singkat.

    "Ini merupakan pencapaian yang unik. Produk ini langsung terintegrasi dengan aplikasi BYOND kita. Sejak diluncurkan sekitar tanggal 17 Agustus, dalam waktu kurang lebih satu bulan, kita sudah berhasil menuju angka 10 ribu pengguna," ujar Munir dalam sesi konferensi pers yang digelar di BSI Tower, Jakarta.

    Lebih lanjut, Munir menjelaskan bahwa BSI Hasanah KKI Card dipersiapkan untuk menjadi instrumen pembayaran digital utama dalam ajang bergengsi BSI International Expo 2026. Perhelatan tersebut diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan transaksi digital bagi para pengunjung. BSI menargetkan adanya kenaikan volume transaksi sebesar 10 persen dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun lalu. Sebagai catatan, pada edisi sebelumnya, total transaksi telah mencapai angka 129.723 dengan nilai volume mencapai Rp2,66 triliun.

    Selain menghadirkan KKI Card, BSI juga telah menyiapkan berbagai solusi kanal digital lainnya untuk memanjakan pengunjung pameran. Khusus bagi pengguna KKI Card, pihak bank menjanjikan beragam promo menarik yang akan tersedia selama gelaran BSI International Expo berlangsung.

    "Kartu Kredit Indonesia (KKI) kami sudah siap. Pengunjung bisa langsung mengajukan kartu tersebut di lokasi untuk menikmati berbagai promo menarik. Keunggulannya adalah kenyamanan; sumber dana untuk transaksi tidak harus diambil dari saldo tabungan, melainkan bisa menggunakan limit dari KKI, sehingga memberikan fleksibilitas finansial yang lebih luas bagi nasabah," tambah Munir.

    BSI International Expo 2026 sendiri dijadwalkan akan berlangsung pada 22 hingga 25 Oktober 2026, bertempat di JICC Hall A & B, Jakarta. Dengan mengusung tema "Buy Local Go Global", pameran ini bertujuan untuk menangkap peluang emas di industri halal Indonesia yang kian berkembang pesat.

    Langkah strategis BSI ini sejalan dengan data global yang menunjukkan potensi ekonomi Islam yang masif. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy Report (SGIE) 2025/26, belanja konsumen Muslim di enam sektor ekonomi Islam dunia telah mencapai US$2,60 triliun pada tahun 2024. Angka ini diproyeksikan akan terus melonjak hingga menyentuh US$3,56 triliun pada tahun 2029, yang menegaskan bahwa pasar halal adalah masa depan ekonomi global.

    Follow on Google News
    Sasmito

    gaya penulisan yang praktis dan berbasis pengalaman, Sasmito menyajikan informasi terkini tentang teknik budidaya, pasar komoditas, serta isu lingkungan pertanian. Dedikasinya untuk mendukung petani lokal menjadikan tulisannya sebagai panduan berharga bagi pelaku sektor agraris.

    Related Posts

    Kredit Perbankan Melonjak Tajam Agustus 2026

    24-09-2026 - 00.06

    Pasar Saham dan Rupiah Melaju Kencang

    24-09-2026 - 00.02

    BI Pertahankan Suku Bunga di Level 5,75 Persen

    23-09-2026 - 23.02

    Strategi BSI Dorong Produk Lokal Mendunia

    23-09-2026 - 20.06

    Kartu Baru BSI Meledak Tembus 10 Ribu User

    23-09-2026 - 20.02

    Kasus Pembobolan Kartu Kredit Lewat QRIS

    23-09-2026 - 18.06
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Don't Miss
    Pangan

    Kredit Perbankan Melonjak Tajam Agustus 2026

    agroplus.co.id – Sektor perbankan nasional menunjukkan performa yang sangat impresif pada periode Agustus 2026. Berdasarkan…

    Pasar Saham dan Rupiah Melaju Kencang

    24-09-2026 - 00.02

    Kartu Baru BSI Meledak Capai 10 Ribu User

    23-09-2026 - 23.06

    BI Pertahankan Suku Bunga di Level 5,75 Persen

    23-09-2026 - 23.02
    Top Posts

    Inpres Jaga Harga Beras, Petani Untung Besar!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Gabah Anjlok, Bulog Turun Tangan!

    09-04-2025 - 07.38

    Harga Pangan Terjangkau, Prabowo Puas!

    09-04-2025 - 08.22

    Rahasia Sukses Swasembada Pangan: Prabowo Ungkap Sosok Mentan yang Luar Biasa!

    09-04-2025 - 10.06
    agroplus
    © 2026 KR Network

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.